Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Panduan Lengkap Budidaya Padi Tanam Benih Pribadi (Tabela)

Konten [Tampil]

KABARTANI.COM –  Teknologi tanam benih eksklusif (Tabela) padi tabela memiliki beberapa keunggulan, antara lain memperpendek periode produksi padi sehingga sanggup meningkatkan indeks pertanaman dan mengurangi biaya tenaga kerja untuk tanam.


Teknologi Tabela sanggup diterapkan pada agroekosistem sawah irigasi, sawah tadah hujan, dan lahan pasang surut. Secara umum Tabela menerapkan model pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Kekhususan Tabela ialah tidak melakukan tanam pindah tetapi benih ditabur secara langsung.


Konsekuensi dari Tabela ialah lahan memerlukan pengolahan tanah danpengaturan air yang berbeda dengan lahan untuk tanam pindah. Tabela sesuai untuk diterapkan pada wilayah yang kekurangan tenaga kerja, animo hujan pendek, dan air irigasi dapat diatur. Lokasi yang paling sesuai untuk penerapan Tabela adalah agroekosistem sawah irigasi teknis. Meskipun demikian, pada agroekosistem lahan pasang surut, lahan kering, dan sawah tadah hujan juga sanggup diterapkan dengan syarat pengelolaan air dan penyiapan lahan dilakukan secara khusus.


Pada Tabela tidak ada pembuatan persemaian dan pindah tanam sehingga memerlukan tenaga kerja lebih sedikit. Tanaman padi yang ditanam eksklusif akan mencapai stadia generatif lebih cepat sehingga memperpendek periode produksi padi dan meningkatkan indeks pertanaman. Pada wilayah yang periode hujan terbatas, pertanaman padi Tabela sanggup terhindar dari kekeringan atau menyediakan peluang untuk budidaya tanaman pangan yang lain.


Wilayah-wilayah yang potensial untuk menerapkan Tabela antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Tabela berpotensi dikembangkan dengan mekanisasi modern pada skala luas sehingga sanggup meningkatkan produktivitas.


Panduan teknologi Tabela ini dikutip dari e-book dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Tahun 2015 sebagai pola bagi petugas lapangan, penyuluh, petani, dan pengguna lainnya. Pedoman ini memuat petunjuk pelaksanaan dari olah lahan hingga penanganan pascapanen.


Lalu apa saja tahapan-tahapannya? berikut penjelasannya:



  1. Pemilihan Varietas Benih Padi

  2. Persiapan Lahan

  3. Tabur Benih dan Pemeliharaan

  4. Penanganan Panen dan Pasca Panen



Sumber https://kabartani.com