Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Cara Gampang Membooster Kelengkeng Biar Mau Berbuah

Konten [Tampil]

Kabartani.comTanaman Kelengkeng (Dimocarpus longan, Lour) yang dibudidayakan di Indonesia ada 2 (dua) macam, yaitu kelengkeng lokal dan kelengkeng introduksi. Kelengkeng lokal ada beberapa kultivar diantaranya ialah kelengkeng watu dan kelengkeng kapyor, sedangkan kelengkeng introduksi ada yang berasal dari Thailand contohnya kelengkeng Diamond river, dan yang berasal dari Vietnam ialah Pingpong.





Buah kelengkeng mempunyai khasiat yang baik untuk kesehatan dan kecantikan, rasa buahnya pun manis sehingga sangat disukai masyarakat. Peluang pengembangan tumbuhan kelengkeng di Indonesia mempunyai kendalan lantaran terkait dengan pembungaan dan pembuahan tumbuhan kelengkeng.





Kendala itu salah satunya disebabkan lantaran tumbuhan kelengkeng berasal dari kawasan subtropis yang mengakibatkan faktor lingkungan menyerupai suhu menjadi pembatas dalam mempengaruhi pembungaannya. Oleh lantaran itu, diharapkan seni administrasi yang dilakukan biar tumbuhan kelengkeng sanggup berbunga dan berbuah lebat.





Karakteristik Bunga Kelengkeng





Pembungaan merupakan salah satu faktor yang sanggup menunjang keberhasilan dalam pengembangan tumbuhan kelengkeng. Bunga merupakan salah satu belahan pada tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan generatif (organum reproducticum) yang akan berubah menjadi buah.





Bunga kelengkeng merupakan bunga beragam yang berwarna putih kekuningan, ukurannya relatif kecil, lebat, membentuk payung menggarpu (Gambar 1). Bunga kelengkeng pada umumnya berada di ujung dahan (flos terminalis), namun apabila sebelum pembungaan tumbuhan dipangkas di ujung dahannya, maka bunga kelengkeng sanggup muncul di ketiak daun.





 yaitu kelengkeng lokal dan kelengkeng introduksi √ Cara Praktis Membooster Kelengkeng Agar Mau Berbuah
Gambar 1. Bunga kelengkeng dataran rendah




Bunga kelengkeng pada mulanya muncul menyerupai tunas daun yang kemudian berubah menjadi perbungaan sekunder. Tunas bunga berkembang didalam malai yang akan menghasilkan puluhan sampai ratusan bunga.





Menurut Costes (1988), tipe bunga pada tumbuhan kelengkeng terdiri dari bunga betina (F) dan dua bunga jenis bunga jantan (M1 dan M2). Bunga betina mempunyai putik dan 2 (dua) lobus ovary yang mengandung dua ovul. Biasanya hanya ada satu lobus ovary yang akan berubah menjadi buah.





Kepala putik (stigma) pada bunga betina bercabang dua dan mempunyai 6-10 benang sari dengan tangkai sari (filament) pendek mengelilingi putik dan ovary. Mahkota bunga (petal) dan kelopak bunga (sepal) berwarna putih kekuningan masing-masing berjumlah sekitar 5 helai. Mahkota bunga dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih dengan dasar bunga berwarna kuning (Gambar 2a).





Tipe bunga kelengkeng yang kedua ialah bunga jantan (M1). Bunga jenis ini mempunyai putik yang tidak berkembang, muncul didasar bunga menyerupai tonjolan kecil. Putik dikelilingi oleh 6-10 benang sari yang mempunyai tangkai lebih tinggi dari bunga betina.





Bunga tipe ini tidak terdapat ovary. Mahkota bunga dan kelopak bunga berwarna putih kekuningan, masing-masing berjumlah sekitar kurang 5 helai. Mahkota bunga dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih dengan dasar bunga berwarna kuning (Gambar 2b).





 yaitu kelengkeng lokal dan kelengkeng introduksi √ Cara Praktis Membooster Kelengkeng Agar Mau Berbuah
Gambar 2. Tipe bunga pada kelengkeng dataran rendah a) Betina; b) Jantan M1; dan c) Jantan M2




Tipe bunga kelengkeng yang ketiga ialah bunga jantan (M2). Putik yang terdapat pada tipe bunga ini ukurannya lebih besar dibandingkan bunga jantan (M1) tetapi lebih kecil dari bunga betina (F). Putik dikelilingi oleh 6-10 benang sari yang mempunyai tangkai sari lebih tinggi dari bunga betina.





Mirip dengan bunga betina, tipe M2 mempunyai dua lobus ovary yang membedakannya dengan bunga jantan M1. Mahkota bunga dan kelopak bunga berwarna putih kekuningan masing-masing berjumlah sekitar 5 helai. Mahkota dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih dengan dasar bunga berwarna kuning (Gambar 2c).





Strategi Pembungaan dan Pembuahan Kelengkeng





Pengembangan tumbuhan kelengkeng dataran rendah di Indonesia dihadapkan dengan beberapa hambatan antara lain:





  • Adanya sifat berumah dua pada tumbuhan kelengkeng, dimana bunga jantan dan bunga betina terdapat pada tumbuhan yang berbeda.
  • Efisiensi pembuahan rendah, yang antara lain disebabkan oleh awal proses pembungaan dan pembuahan yang tidak menentu dan adanya sifat Biannual bearing. Sifat ini ialah sifat berbunga dan berbuah yang tidak stabil, dimana tumbuhan berbuah banyak pada suatu tahun (on year) dan berbuah sedikit atau tidak berbuah sama sekali pada tahun berikutnya (off year).
  • Prosentase buah gugur pasca pollinasi sangat tinggi (Poerwanto, 1997).




Menurut Yen et al., (2001), kelengkeng merupakan tumbuhan yang memerlukan ekspresi dominan cuek untuk menginduksi bunga dan biasanya berbunga di ekspresi dominan semi, yang memungkinkan perkembangan buah di ekspresi dominan lembab dan hangat tamat ekspresi dominan semi dan ekspresi dominan panas.





Wong dan Ketsa (1991) menggambarkan kelengkeng sebagai tumbuhan subtropis yang tumbuh baik di kawasan tropis tetapi membutuhkan perubahan iklim (musim dingin) untuk menginduksi bunga.





Beberapa jenis kelengkeng dataran rendah yang berkembang di Indonesia ada yang bisa berbunga secara alami tanpa perlakuan khusus menyerupai Diamond river, Pingpong, Puangray, Kristal dan Aroma Durian, namun ada juga yang memerlukan perlakuan khusus untuk pembungaannya menyerupai Itoh, Verny, No name dan Phuangthong. Ketidakpastian dalam pembungaan dan pembuahan tumbuhan kelengkeng merupakan hambatan yang cukup besar dalam pengembangan tumbuhan kelengkeng.





Salah satu kajian yang dilakukan tim Peneliti Balitjestro untuk mengatasi tumbuhan kelengkeng yang sulit berbuah yaitu dengan penggunaan materi penginduksi berupa KClO3 (Kalium Klorat, dikenal juga dengan Potasium Klorat) sebanyak 8 g/m2. Aplikasi KCIP3 untuk pembungaan dilakukan dengan pemupukan materi melingkari bawah kanopi tanaman, kemudian dilakukan penyiraman (Gambar 3).





 yaitu kelengkeng lokal dan kelengkeng introduksi √ Cara Praktis Membooster Kelengkeng Agar Mau Berbuah
Gambar 3. Aplikasi materi penginduksi pembungaan KClO3 pada kelengkeng Itoh




Persyaratan untuk dilakukan perlakuan memakai materi penginduksi pembungaan KClO3 ialah sebagai berikut:





  • Tidak ada hujan sehabis perlakuan. Hujan akan menimbulkan materi kimia yang diberikan akan tercuci sebelum terserap oleh tanaman, sehingga tingkat keberhasilan rendah.
  • Tanaman yang siap diperlakukan pertama kali ialah tumbuhan yang berumur 2-3 tahun dengan tinggi tumbuhan minimal 2 m dan luas kanopi kurang lebih 1 meter persegi.
  • Posisi daun pada dikala aplikasi ialah daun tua, bila posisi daun muda maka kemungkinan berbunga akan rendah.
  • Tanaman bisa diperlakukan lagi sehabis 2 masa vegetatis/flush daun.




Apabila prasyarat tersebut terpenuhi, maka teknis aplikasinya dengan cara disiram ialah sebagai berikut:





  • Bersihkan tanah dibawah kanopi dari kerikil, sampah dan gulma.
  • Lakukan pemangkasan bila kanopi tumbuhan terlalu rimbun biar sinar matahari masuk dan sirkulasi udara bagus. Jika ada beberapa ranting yang ujungnya daun muda maka dipangkas ujung rantingnya.
  • Larutkan materi kimia yang mengandung materi KClO3 dalam air sesuai takaran rekomendasi produk.
  • Siramkan larutan tersebut ke bawah kanopi tumbuhan belahan luar.
  • Seminggu sehabis perlakuan dilakukan pemupukan memakai pupuk NPK dengan takaran sesuai umur tanaman (2-3 tahun = 0,2 – 0,5 kg; 4-5 tahun = 0,5 – 1 kg; >5 tahun = 1 – 1,5 kg).
  • Lakukan penyiraman secara rutin.




Penggunaan materi penginduksi pembungaan berupa KClO3 bisa membungakan tumbuhan Kelengkeng Itoh setelah 35-40 hari setelah aplikasi dengan persentase berbunga per tumbuhan sebesar 92,11% (Gambar 4). Jumlah bunga 861-2328 helai/malai, jumlah buah 50-110 buah/malai dan produksi mencapai 50-65 kg/tanaman pada tumbuhan kelengkeng berumur 4 tahun dan kurang lebih 90-130 kg/tanaman pada tumbuhan berumur kurang lebih 6 tahun.





 yaitu kelengkeng lokal dan kelengkeng introduksi √ Cara Praktis Membooster Kelengkeng Agar Mau Berbuah
Gambar 4. Tanaman Kelengkeng Itoh (a) sebelum aplikasi KClO3, (b) berbunga sehabis aplikasi KClO3, (c) bunga malai, (d) fruit set/malai, (e) buah/malai, (f) tumbuhan kelengkeng dengan umur buah 100 HSBM




Di pasaran, brand dagang yang mengandung materi KClO3 ini sudah banyak beredar antara lain booster longan amazing grow, nong feng dan vita longan.





Simak juga:









Sumber: Yenni, Fanshuri, B.A, Supriyanto (Balitjesttro, 2016)



Sumber https://kabartani.com