Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Memanfaatkan Tangkai Daun Talas Obat Luka Binatang Ternak

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Salah seorang peternak sapi di Klaten, Jawa Tengah mempunyai cara unik dalam mengobati luka akhir gesekan pada binatang ternaknya. Pria yang dekat disapa Marjan (52) itu memanfaatkan tangkai daun talas (Colocasia esculenta) untuk mengobati luka binatang ternaknya.


Tangkai daun talas terlebih dahulu diparut halus, kemudian hasil parutan dibalurkan pada luka, namun sebelumnya luka harus dibersihkan dulu dengan air hangat.


“Dalam 4­5 hari luka akan mengering,” kata Marjan yang mempunyai 5 sapi peranakan ongole itu. Parutan tersebut dibalurkan 2 kali sehari pada luka. Resep tradisional itu diperoleh Marjan dari kerabatnya sesama peternak sapi di Boyolali, Jawa Tengah. “Saya hanya mengikuti dan memang terbukti manjur,” ujarnya.


Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bryan Alfonsius Wijaya dan rekan-rekannya dari Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi ibarat tertuang di Jurnal Farmasi Pharmacon pada 2014, menawarkan bahwa tangkai daun talas mempunyai senyawa flavonoid yang bersifat anti bakteri.


Senyawa flavonoid akan bekerja membentuk senyawa kompleks yang sanggup menganggu stabilitas membran sel basil yang memicu terjadinya nanah pada luka.


Percobaan dilakukan terhadap kelinci Orytolagus cuniculus yang diberi luka sayatan menunjukkan kemampuan ekstrak tangkai daun talas dalam mengobati luka selama 9 hari percobaan dengan kontrol menggunakan obat luka betadine.


Senyawa flavonoid pada tangkai daun talas mempunyai sifat penting lainnya, ialah antiinflamasi alias antiradang. Senyawa tersebut juga bisa mengurangi rasa nyeri akhir luka, sehingga mengurangi stres.


Selain itu ada juga senyawa tanin yang ikut membantu penyembuhan luka melalui fungsinya sebagai adstringen yang menjadikan pori­pori kulit menciut sehingga meminimalisir pendarahan.



Sumber https://kabartani.com