√ Berkebun Di Atas Plastik (Hydromembrane)
Kabartani.com – Berkebun Di Atas Plastik (Hydromembrane). Sobat kali ini kita akan membahas teknik bercocok tanam Hydromembrane, tentu teknik ini masih jarang sekali kita dengar atau kita jumpai di Indonesia.
Pada dasarnya teknik bercocok tanam Hydromembrane ini yaitu menanam tumbuhan secara eksklusif di atas plastik tanpa media lain. Salah satu tumbuhan yang telah di ujicoba yaitu tumbuhan Selada.
Seorang profesor dari Jepang, Yuichi Mori telah berhasil mempraktekan teknik Hydromembrane ini, dimana tumbuhan selada yang ia tanam, bisa tumbuh dengan baik dengan cara melekat di plastik meski posisinya di jungkirbalikan.
Konsepnya hanyalah menanam pada bentangan plastik yang bening dan tipis, plastik dibentangkan di atas kolam berisi cairan nutrisi untuk tanaman. Selanjutnya akar mengambil nutrisi dan air yang ada di bawah hidromembran.
Pori-pori membran berukuran kecil masih sanggup dilewati oleh molekul air dan nutrisi, tapi tidak merembes. Sementara bibit penyakit, bakteri, atau cendawan yang mungkin terbawa pada cairan nutrisi tidak bisa menembus pori-pori. Oleh lantaran itu tumbuhan tumbuh subur dan terbebas dari serangan penyakit.
Keunggulan Tehnik Hydromembrane:
TETAP KERING
Yuichi Mori menyebut budidaya tanpa tanah itu untuk menghasilkan pangan berkualitas dan kondusif dengan penggunaan air dan konsumsi nutrisi yang lebih sedikit. Teknologi ini menciptakan petani sanggup berkebun di lahan yang terkontaminasi, padang pasir, bahkan di atas lantai beton.
Pada budidaya itu tumbuhan dipisahkan dari media budidayanya dengan selaput terbuat dari hidrogel sehingga disebut hydromembrane. Selaput itu sangat tipis, hanya 0,06 mm. Pada penanaman selada, Yuchi memisahkan selada dari media air membisu alias penanamannya menyerupai teknik hidroponik statis. Selaput hidro yang digunakan pendiri perusahaan Mebiol Inc itu menyerupai mirip yang digunakan pada popok bayi.
Menurut doktor Teknik Rekayasa dari Universitas Waseda itu ,karena akar bisa mengambil nutrisi sebanyak mungkin eksklusif dari membran, maka tumbuhan tumbuh subur. Tanaman juga mensintesis banyak gula untuk meningkatkan tekanan osmosis sehingga akar bisa menyerap air (dan nutrisi) melalui membran lebih banyak.
Simak juga Bumina dan Yumina, Teknik Baru Budidaya Ikan Sekaligus Berkebun
Tanaman bebas serangan penyakit lantaran bibit penyakit yang mungkin terbawa dalam air tidak bisa menyusup ke pori-pori membran. Budidaya pun dilakukan di ruang tertutup sehingga minim penggunaan pestisida. Hasilnya sayuran berkualitas dan kondusif dikonsumsi.
HEMAT AIR
Teknik ini juga sudah dikembangkan pada tumbuhan sayur berdaun dan berbuah menyerupai tomat dan mentimun. Hal ini telah di ujicoba di Greenhouse seluas 1.200 m2 seluruh permukaan tanahnya tertutup plastik sehingga tidak ada rumput bisa tumbuh.
Di atas lantai plastik itulah menghampar bedengan-bedangan daerah penanaman tomat. Setiap bedengan dilengkapi pipa plastik sebagai jalur pasokan air dan nutrisi. Di atasnya dibentangkan selapis materi tahan air, selang irigasi, dan selembar kain bukan tenun. Barulah di dihamparkan hidromembran.
Simak juga Sistem Aquaponik Lele: Budidaya Ikan Lele Sambil Berkebun
Selanjutnya menebar peatmoss setebal 1-2 cm, memasang selang irigasi untuk pemupukan dari atas membran, papan styrofoam, dan mulsa. Pemupukan di atas membran mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Setelah itu bisa ditanami bibit tomat. Populasi tomat mencapai 4.300 tumbuhan di dalam 17 bedengan.
Dengan penanaman memakai Hydromembrane air sanggup di irit sampai 70-80%, lantaran tidak ada nutrisi yang terbuang. Biaya yang dikeluarkan dalam pertanian Hydromembrane ini tiga kali lebih mahal dibanding pertanian konvensional, akan tetapi perawatannya lebih gampang dan produk yang dihasilkan mempunyai kualitas dan harga jual yang lebih tinggi.
Simak video Berkebun Di Atas Plastik (Hydromembrane) KLIK DISINI
Sumber https://kabartani.com
