Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ 3 Pola Kalimat Utama Dalam Paragraf Bahasa Indonesia

Konten [Tampil]

Kalimat utama merpuakan sebuah kalimat yang berisi pokok pikiran atau pembahasan utama dalam suatu paragraf. Letak kalimat ini sanggup di mana saja, terkadang di awal paragraf, di tengah, bahkan di simpulan sebuah paragraf tergantung jenis-jenis paragrafnya. Bahkan, dalam satu jenis paragraf tertentu–dalam hal ini paragraf campuran–kalimat utama sanggup berjumlah sebayak dua buah, baik di awal maupun di simpulan paragraf.


Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui beberapa rujukan kalimat ini kalau diletakkan dalam suatu paragraf. Adapun contoh-contoh tersebut ialah sebagai berikut ini!


Contoh 1:


Masih banyak yang belum memahami ancaman membuang sampah elektronik di sembarang tempat. Padahal, sampah elektronik sanggup menjadikan sejumlah efek jelek bagi lingkungan kalau dibuang tidak pada tempatnya. Sampah elektronik sendiri merupakan sampah yang jauh lebih sulit diurai secara alami dibanding sampah plastik. Belum lagi beberapa komponen sampah ini mengandung banyak sekali materi kimia berbahaya seprti timbal dan PVC yang akan membahayakan bila hingga terbakar.


Pada kalimat di atas, letak kalimat utama ada di awal paragraf (kalimat yang dimiringkan). Adapun isi dari kalimat utama tersebut ialah mengenai kurangnya masyarakat luas dalam memahami ancaman sampah elektronik kalau di buag ke sembarang tempat.


Contoh 2:


Mendidik bawah umur tidak sanggup dengan cara menjejalkan nasihat melalui ucapan saja. Melainkan, juga harus dibuktikan dalam perbuatan yang nyata. Oleh karena, mendidik anak dengan keteladanan merupakan suatu hal yang perlu dilakukan orang bau tanah kepada anaknya. Pemberian keteladanan itu mesti dilakukan di setiap acara sehari-hari orang tua, terutama pada dikala sang anak berada dalam asuhan orang bau tanah di rumah.


Pada kalimat ini, kalimat utama diletakkan di tengah-tengah paragraf (kalimat yang dimiringkan). Adapun isi atau maksud dari kalimat ini ialah keharusan orang bau tanah untuk mendidik anaknya dengan cara memperlihatkan keteladanan secara kasatmata di mata anak-anak.


Contoh 3:


Ada kalanya, bulan dan bintang yang ada di langit malam sanggup kita lihat dengan terang dengan mata telanjang. Namun, ada kalanya pula bulan dan bintang tidak sanggup kita lihat dengan mata telanjang kita sebab terhalang oleh awan hitam legam. Perumpaan hal tersebut serupa dengan kehidupan kita yang serba tidak pasti, terkadang membahagiakan dan terkadang pula menciptakan hati sedih. Adapun cara atau perilaku yang mesti kita punya dalam menghadapi ketidakpastian tersebut ialah dengan senantiasa bersabar dan tegar menjalani semua ketidakpastian hidup. Tak lupa, sematkan juga doa dan kepasrahan kepada-Nya semoga Dia menguatkan kita dalam menghadapi kepastian hidup. Dengan demikian, kita mesti sabar dan tegar, serta terus berharap dan berpasrah kepada-Nya dalam menghadapi ketidakpastian hidup yang diibaratkan mirip panorama bintang dan bulan di malam hari yang kadang terlihat kadang tidak.


Kalimat utama yang ada pada rujukan di atas terletak pada penggalan simpulan paragraf tersebut (yang ditulis dengan abjad miring). Adapun isi kalimat tersebut ialah simpulan dari kalimat-kalimat sebelumnya.


Demikianlah beberapa rujukan kalimat utama dalam paragraf bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa rujukan kalimat lainnya, maka pembaca sanggup membuka artikel contoh kalimat berpola dasar S-P-O-K, contoh kalimat simpleks berpola S-P-O-K, contoh kalimat definisi perihal hewan, contoh kalimat deskripsi perihal hewan, dan contoh kalimat klasifikasi. Semoga bermanfaat dan maafkanlah bila terdapat kekurangan di dalamnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com