Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Kisah Pemenang : Mimpi Yang Terbayar Di Osn 2017

Konten [Tampil]
Dibawah ini yaitu artikel osn 2017 yang diambil dari situs kemdikbud.

Cerita si Peraih Medali Emas OSN Sekolah Menengah Pertama Tahun 2017

OSN 2017 – Meraih medali emas pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan mimpi bagi Wulan Maulani, siswa akseptor OSN Sekolah Menengah Pertama tingkat nasional. Akhirnya mimpi tersebut terwujud pada ajang OSN ke-16 yang dihelat di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, 2-8 Juli 2017.
 Cerita si Peraih Medali Emas OSN Sekolah Menengah Pertama Tahun  √ Cerita Pemenang : Mimpi yang Terbayar di OSN 2017

Kesan Mengikuti OSN 2017 

“Saya sangat senang dan senang sanggup menerima medali emas. Akhirnya mimpi aku terwujud juga,” kata siswa kelas 8 Sekolah Menengah Pertama Bustanul Makmur, Bayuwangi, Jawa Timur ketika ditemui tim Media Center usai mendapatkan penghargaan di Gelanggang Remaja Kota Pekanbaru, Jumat (07/07).

Pengalaman Mengikuti OSN: Belajar dari Kegagalan..

Peraih medali emas bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini menceritakan bahwa dirinya semenjak sekolah dasar (SD) sudah mengikuti ajang OSN, tapi langkahnya terhenti pada tingkat provinsi. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.
Dia optimis apabila mimpi dibarengi dengan usaha yang sungguh-sungguh niscaya suatu ketika akan dijawab oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Waktu SD aku ikut lomba bidang Matematika. Dan sayang aku tidak sanggup mewakili Jawa Timur hingga tingkat nasional. Alhamdulillah kini aku mendapatkan emas,” kata siswa yang hobi membaca buku bergenre fantasi ini.
 Menurutnya, untuk meraih yang apa ia keinginan tidak terlepas dari tugas orang renta dan guru. Peran mereka yang senantiasa memperlihatkan energi konkret untuk bangun disaat terpuruk. Dan senantiasa mengingatkan pentingnya pendidikan di dalam dirinya.
 “Merekalah yang selalu mengingatkan aku untuk terus belajar. Dan jangan lelah terus optimis,” jelasnya.
 Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa apa yang ketika ini ia raih bukanlah simpulan dari perjuangannya. Masih ada usaha yang lebih berat, yakni sanggup mengikuti ajang yang sama di tingkat Internasional.
 “Belajar itu jangan gampang puas. Maka itu, aku akan terus ulet berguru dan berlatih untuk ikut ajang internasional. Selain berguru biologi dan fisika aku juga akan rajin berguru kimia, dan terus melaksanakan eksperimen-eksperimen,” jelasnya.
 Saat ditanya ketika mengerjakan soal-soal tes ketika lomba, menurutnya diperlukan ketenangan dan penuh dogma ketika mengerjakan soal.
Dengan dua modal tersebut niscaya ketika menjawab soal-soal yang dihadapkan akan mengalir begitu saja.
 “Yakin dan tenanglah dengan apa yang kita kerjakan. Yang paling utama yaitu persiapan dan dibarengi doa niscaya kita akan mendapatkan yang terbaik,” ujarnya.

Sumber http://www.tomatalikuang.com