Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Referensi Kebijakan Fiskal : Pengertian, Jenis, Tujuan Lengkap

Konten [Tampil]

Contoh Kebijakan Fiskal : Pengertian, Jenis, Tujuan Lengkap



Contoh Kebijakan Fiskal – Kebijakan fiskal merupakan sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, dengan cara meningkatkan atau mengurangi jumlah pendapatan dan belanja negara. Untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan, contohnya mengurangi jumlah pengangguran atau mencapai pertumbuhan ekonomi yang telah ditargetkan sebelumnya. Instrumen utama yang dipakai di sini ialah pengeluaran pemerintah serta pajak.


 Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara  √ Contoh Kebijakan Fiskal : Pengertian, Jenis, Tujuan Lengkap


Contoh Kebijakan Fiskal



  1. Menaikkan jumlah pajak dan juga menambah jenis pajak.

  2. Mewajibkan warga Indonesia mengenai kepemilikan NPWP.

  3. Melakukan penghematan pada pengeluaran negara.

  4. Melakukan pemberian negara contohnya dengan mengeluarkan obligasi pemerintah.


Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN)


Rencana belanja biasanya menjadi sasaran penerimaan yang ada di Indonesia. Yang telah diatur di dalam APBN. Pendapatan negara di dalam APBN secara umum dibagi menjadi dua macam yaitu pendapatan yang berasal dari pajak, dan pendapatan non pajak. Pendapatan non pajak pada umumnya diterima dari bab laba dari BUMN.


Pada umumnya belanja negara dibagi menjadi belanja pemerintah sentra dan transfer ke tempat serta dana desa.


Tujuan Kebijakan Fiskal 



  1. Untuk membuat stabilitas perekonomian negara.

  2. Untuk membuat pertumbuhan ekonomi sesuai dengan yang diharapkan.

  3. Untuk membuat sebuah lapangan pekerjaan.

  4. Untuk membuat keadilan di dalam distribusi pendapatan.


Jenis-Jenis Kebijakan Fiskal Menurut Teori :



  1. Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional. Yaitu kebijakan yang mengatur pengeluaran di dalam pemerintah, dengan memerhatikan pengaruhnya pada peningkatan kesempatan kerja.

  2. Kebijakan pengelolaan anggaran. Yaitu kebijakan yang mengatur pengeluaran pada pemerintah, penerimaan pajak dan juga pembiayaan untuk mencapai perekonomian yang stabil.

  3. Kebijakan stabilitas anggaran otomatis. Adalah kebijakan yang mengatur jumlah pengeluaran pemerintah, dengan cara menimbang dan menganalisa biaya dan manfaat dari segala macam pengeluaran yang dilakukan.


Berikut ini beberapa jenis kebijakan anggaran menurut perbandingan dari jumlah penerimaan dan jumlah pengeluaran :


1. Anggaran yang seimbang


Yaitu suatu anggaran yang disusun dengan jumlah dan total pendapatan yang sama dengan jumlah pengeluaran total. Sehingga stabilitas ekonomi sanggup selalu terjaga.


2. Anggaran yang dinamis


Memiliki ciri-ciri yang selalu meningkat dibandingkan dengan tahun anggaran yang sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan cara berusaha meningkatkan pendapatan dan melaksanakan penghematan, dari sisi pengeluaran sehingga tabungan yang dimiliki pemerintah sanggup lebih meningkat.


3. Anggaran yang defisit


Memiliki ciri yang dimana anggarannya disusun menurut jumlah pengeluaran yang lebih besar, kalau dibandingkan dengan pendapatan negara. Pada umumnya hal ini diatasi dengan beberapa macam kebijakan. Misalnya membuat uang baru, dan melaksanakan pemberian dalam atau luar negeri. Sejak tahun 2000 APBN di Indonesia disusun dengan memakai format anggaran defisit, yang didanai oleh beberapa sumber pembiayaan dari dalam negeri.


4. Anggaran surplus


Cirinya yaitu jumlah pendapatan lebih besar dibandingkan jumlah pengeluaran total di pemerintah.


Demikian klarifikasi mengenai contoh kebijakan fiskal. Yang dilengkapi dengan tujuan dan jenis-jenis anggarannya. Semoga memberi manfaat.


Baca Juga :




Sumber aciknadzirah.blogspot.com