√ 10 Dilema Dan Pengaruh Negatif Kependudukan Di Indonesia Serta Cara Mengatasinya
Macam – Macam Permasalahan Kependudukan dan Cara Menanggulanginya
Daftar Isi :
Permasalahan Kependudukan Berkaitan dengan Kuantitas dan Kualitas Penduduk – Pertumbuhan penduduk yang pesat dan tidak merata serta tanpa diimbangi dengan pencapaian kualitas SDM yang tinggi asuh terutama menjadikan muculnya banyak sekali permasalahan-permasalahan masyarakat d kependudukan.

Kemiskinan
Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan materiil dasar menurut standar tertentu. Adapun standar ini lebih dikenal dengan garis kemiskinan, yaitu tingkat pengeluaran atas kebutuhan pokok yang mencakup sandang, pangan, papan secara layak. coba Untuk menanggulangi kemiskinan tersebut, pemerintah Indonesia mencanangkan Inpres Desa Tertinggal. Program ini dilakukan dengan melalui dua tahap.
Pertama pemerintah memilih desa-desa yang mempunyai pemusatan penduduk miskin yang tinggi, yang disebut desa tertinggal. Jumlah desa tertinggal mencapai sepertiga dan jumlah seluruh desa di Indonesia. Kedua, pemerintah menghimpun penduduk-penduduk di desa tertinggal ke dalam suatu wadah di bawah naungan lembaga kesejahteraan desa, contohnya KUD, kelompok tani, dan sebagainya.
Kemudian pemerintah menunjukkan anggaran bagi hap desa tertinggal yang sanggup dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok di sana untuk memulai perjuangan yang sanggup berjalan, berkelanjutan, ramah lingkungan, dan tepat.
Upaya untuk menanggulangi kemiskinan :
Meningkatkan sumber daya ekonomi yang dimiliki penduduk miskin
Misalnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan spertanian yang sempit dengan intensifikasi pertanian, menunjukkan bekal keterampilan untuk mengolah barang-barang bekas di sekitarnya, contohnya kaleng bekas, besi bekas, plastik bekas, membimbing penduduk untuk jeli memerhatikan dan memanfaatkan peluang perjuangan di sekitarnya, ibarat penduduk yang tinggal di kawasan rawa memanfaatkan enceng gondok untuk materi kerajinan, penduduk di kawasan gunung memanfaatkan bunga pinus sebagai kerajinan, dan lain-lain.
Memberikan aktivitas penyuluhan dan pembekalan keterampilan
Pemerintah hendaknya intensif terjun ke masyarakat untuk menunjukkan pengajaran dan pembinaan keterampilan bagi penduduk miskin semoga sanggup menghasilkan sesuatu guna menunjang pendapatannya. Pemerintah mencarikan bapak asuh terutama para pengusaha-pengusaha untuk menggandeng masyarakat dalam menyebarkan usaha.
Menyediakan pasar-pasar bagi penjualan produksi penduduk
Pasar merupakan kemudahan penting dalam menunjang pendapatan penduduk. Selain sebagai tempat memasarkan hasil produksi masyarakat, keberadaan pasar juga bisa memotivasi masyarakat untuk lebth produktif lagi. Karena masyarakat tidak perlu kawatir lagi akan mengalami kesulitan memasarkan hasil produksinya.
Kesehatan
Kualitas penduduk yang diuraikan sebelumnya yang kuat terhadap kemiskinan, ternyata juga kuat pada kesehatan penduduk. Kemiskinan akan berdampak pada kesehatan. Penduduk miskin cenderung mempunyai referensi hidup kurang higienis dan tidak sehat. Kondisi kehidupan yang memprihatinkan mengharuskan penduduk miskin bekerja keras melebihi standar kerja penduduk yang lebib mampu, sehingga mengesampingkan aspek kesehatannya.
Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara layak berdampak pada kesehatan mereka. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara sehat dan bergizi berdampak pada rendahnya gizi.
Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan rumahan mengharuskan mereka tinggal di kolong jembatan, bantaran sungai, atau rumah seadanya, sehingga kebutuhan akan sanitasi air higienis juga tidak terpenuhi. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pakaian secara layak berdampak pada kesehatan kulit dan organ-organ badan lainnya. Dampak dan tingkat kesehatan penduduk yang rendah tersebut ialah tingginya angka janjkematian (terutama bayi dan ibu).
Permasalahan Kependudukan Berkaitan dengan Masyarakat Mobilitas Penduduk
Berbagai jenis migrasi yang terjadi membawa dampak yang berbeda-beda bagi masyarakat asal maupun masyarakat tujuan.
Migrasi internasional
Dampak negatif adanya imigrasi dan cara penanggulangannya
- Masuknya budaya-budaya abnormal yang tidak sesuai
Makin banyak orang abnormal yang masuk ke Indonesia berarti makin banyak pula budaya yang masuk. Karena orang-orang abnormal tersebut juga membawa budaya negara asalnya yang sudah melekat. Banyak budaya abnormal yang tidak sesuai dengan budaya orisinil bangsa Indonesia. Hal tersebut lambat laun sanggup merusak budaya bangsa Indonesia. Contohnya ialah perilaku konsumtif dan pergaulan bebas.
Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, kita harus menjaga budaya bangsa semoga tidak terpengaruh dengan budaya luar. Di samping dengan itu penduduk juga harus bersikap selektif dan mempertebal dengan keimanan dan ketakwaan sehingga terhindar dan budaya- budaya yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya bangsa.
Pemerintah juga sanggup berperan dengan membuat iklim aman bagi berkembangnya budaya-budaya kawasan nasional, ibarat dengan menetapkan undang-undang dari kebijakan-kebijakan yang mendukung upaya pelestarian nilai dan budaya bangsa.
- Masuknya orang-orang abnormal yang bermasalah
Imigran-imigran yang masuk ke Indonesia tidak semuanya berniat baik. Ada kalanya beberapa di antara imigran tersebut mempunyai tujuan yang tidak baik, ibarat mengedarkan narkoba, menjual barang-barang ilegal, melarikan diri dari jeratan aturan di negaranya (buronan), untuk melaksanakan kegiatan memata-matai, dan lain-lain. Hal tersebut sangatlah mengganggu bagi kestabilan politik, ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia.
Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan ketahanan nasional yang tinggi dengan melibatkan semua elemen bangsa. Tentara Nasional Indonesia dan Poiri perlu meningkatkan kewaspadaan penjagaan terutama di daerah-daerah perbatasan dan melaksanakan investigasi rutin dan disiplin terhadap imigran (WNA).
Pemerintah melalui petugas keimigrasian dan bea cukai menerapkan aturan yang ketat dan disiplin dalam membuat ijin, memeriksa, dan menindak imigran beserta barang-barang yang masuk ke Indonesia.
Masyarakat sanggup bertindak proaktif dengan melaporkan ke pihak yang berwajib jikalau melihat kejanggalan-kejanggalan yang berkaitan dengan imigran (WNA).
Dampak negatif adanya emigrasi dan cara penangguIangannya
- Keengganan orang-orang Indonesia di luar negeri untuk kembali ke Indonesia
Banyak orang Indonesia yang bekerja di luar negeri enggan untuk kembali ke Indonesia. Mereka beralasan bahwa upah pekerja di luar negeri lebih tinggi bila dibandingkan dengan di Indonesia. Selain itu, juga suasana dan kehidupan di luar negeri dianggap lebih kondusif.
Keengganan para pekerja tersebut terutama tenaga mahir untuk kembali ke Indonesia sanggup mengurangi tenaga mahir di Indonesia.
Usaha untuk menanggulangi hal tersebut sanggup dilakukan dengan memperkokoh rasa nasionalisme. Juga sanggup dilakukan dengan membuat iklim dalam negeri yang kondusif, terutama dalam dunia industri dan investasi, sehingga memicu membaik dan meningkatnya kehidupan ekonomi masyarakat.
- Rusaknya gambaran Indonesia di mata negara lain
Rusaknya gambaran Indonesia di mata negara lain disebabkan oleh ulah orang-orang Indonesia di negara lain yang tidak bertanggung jawab, ibarat melaksanakan tindak kejahatan di negara lain, buron yang lan ke negara lain, dan lain-lain.
Untuk menanggulangi problem tersebut sanggup dilakukan oleh pemenintah melalui pihak keimigrasian untuk lebih memperketat perijinan pengajuan paspor/visa ke negara lain. Pemerintah juga bisa menjalin kolaborasi secara baik dengan aparat-aparat yang berwenang negara lain ataupun membuat Kebijakan-kebijakan dan perjanjian- perjanjian dengan negara lain, contohnya perjanjian ekstradisi dan lain-lain.
Migrasi nasional
Migrasi nasional antara lain transmigrasi dan urbanisasi.
Dampak negatif adanya transmigrasi dan cara penanggulangannya
- Memerlukan banyak biaya
Program transmigrasi terutama yang bukan swakarsa memerlukan banyak biaya. Biaya-biaya tersebut untuk pemberangkatan sejumlah transmigran dan pembukaan lahan baru. Untuk menanggulangi problem tersebut pemerintah sanggup memprioritaskan transmigrasi swakarsa, sehingga biaya ditanggung oleh transmigran sendiri.
Adapun pemerintah hanya sebatas menyediakan lahan barn saja. Namun untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat semoga melaksanakan transmigrasi swakarsa bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh lantaran itu pemerintah harus senantiasa menunjukkan penyuluhan-penyuluhan pada masyarakat.
- Sering timbulnya konflik antarmasyarakat
Masyarakat setempat, khususnya masyarakat tujuan transmigrasi yang berada di pedalaman sangat sulit mendapatkan pendatang baru, apalagi mereka menganggap bahwa transmigran mengambil lahan garapan mereka. Hal tersebut sering memicu kecemburuan antara masyarakat setempat terhadap para transmigran, bahkan di antara mereka sering teijadi konflilc.
Untuk menanggulangi problem tersebut perlu dilakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat setempat di kawasan tujuan transmigrasi.
Di samping itu, juga diberikan santunan berupa fasilitas-fasilitas yang serupa yang diberikan pada para transmigran sehingga sanggup meminimalisir kecemburuan sosial. Pemerintah juga bisa mengadakan lembaga bersama yang mempertemukan antara masyarakat setempat dan para transmigran, sehingga lebih mempererat hubungan di antara mereka.
Dampak urbanisasi dan upaya penanggulangannya
Urbanisasi yang terus menerus berlangsung sanggup meningkatkan jumlah penduduk di kota dengan ccpat. Di sisi lain jumlah penduduk di desa makin berkurang. Hal mi mengakibatkan ketimpangan pembangunan dan ketimpangan sosial antara desa dengan kota.
Dampak negatif urbanisasi bagi kota
- Meningkatnya jumlah pengangguran
Urbanisasi mengakibatkan, persaingan kerja makin tinggi dan kesempatan kerja makin kecil, sehingga orang sulit mencari pekerjaan.
- Meningkatnya angka kriminalitas
Kebutuhan hidup di kota sangatlah kompleks, namun perjuangan pemenuhannya kian sulit. Hal itulah yang membutakan mata sebagian orang, sehingga nekat menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan, ibarat merampok, menipu, mencuri, korupsi, dan lain-lain.
- Munculnya slum area (daerah kumuh)
Dengan adanya urbanisasi menjadikan lahan pemukiman makin sempit. Jumlah lahan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penduduknya, schingga sulit untuk mencari lahan untuk mendirikan rumah. Meskipun ada, lahan tersebut harganya sangat mahal, lantaran banyak orang yang menginginkannya. Mahalnya harga tanah tersebut menjadikan masyarakat tidak bisa membeli. Akhirnya mereka lebih memiih tinggal di kolong jembatan, bantaran sungai, membuat rumah kardus, bahkan ada yang tinggal di kawasan pemakaman.
Dampak negatif bagi desa
Urbanisasi ternyata membawa imbas yang besar bagi masyarakat di desa. Pembangunan dan dinamisasi desa menjadi menurun. Hal tersebut disebabkan karena:
- Tenaga terampil di desa berkurang lantaran berpindah ke kota.
- Penduduk desa yang bersekolah di kota umumnya enggan kembali ke desa.
- Tenaga yang tertinggal di desa, umumnya orang-orang bau tanah yang sudah tidak terampil dan produktif lagi.
Untuk menanggulangi atau bahkan mencegah munculnya dampak-dampak negatif urbanisasi tersebut, perlu diupayakanuntuk menekan dan memperkecil laju urbanisasi. Upaya tersebut sanggup dilakukan dengan:
- Pemerataan pembangunan industri hingga ke desa-desa.
- Pembangunan infrastruktur jalan ke desa-desa, sehingga memperlancar hubungan desa dengan kota.
- Mengoptimalkan perjuangan pertanian, sehingga tingkat pendapatan masyarakat desa.
- Pembangunan kemudahan umum di desa, ibarat listrik, puskesmas, sekolah pasar dan lain-lain.
Baca Juga :
- Distribusi Frekuensi : Pengertian, Rumus dan Contoh Tabelnya Lengkap
- Teks Cerita Sejarah : Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis dan Kaidah Kebahasaan Lengkap
Sumber aciknadzirah.blogspot.com