√ 9 Penyebab Kerusakan Hutan | Pengertian, Macam Dan Akibatnya
Bencana alam di Indonesia tidak hanya berupa banjir, tsunami dan gempa bumi, namun juga kerusakan hutan.
Pengertian Kerusakan Hutan
Pengertian dari kerusakan hutan ialah berkurangnya luasan areal hutan lantaran kerusakan ekosistem hutan yang sering disebut degradasi hutan ditambah juga penggundulan dan alih fungsi lahan hutan atau istilahnya deforestasi.
Kerusakan hutan di Indonesia sangatlah parah. Setidaknya ada 1,17 juta hektar hutan di Indonesia terbakar pertahun. Data tersebut dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan, terhimpun pada tahun 2003 hingga 2006.
Selaras dengan The UN Food & Agriculture Organization (FAO) yang mengeluarkan sebuah data mengejutkan berupa State of the World’s Forest 2007, hampir 1,8 juta hektar/tahun hutan di Indonesia mengalami kerusakan pada tahun 2000 hingga 2005.
Hal tersebut semakin diperparah dengan proteksi “gelar kehormatan” oleh Guiness Book of The World Record yang menobatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kerusakan hutan tercepat di dunia.
Kondisi Kerusakan Hutan di Indonesia Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan menyebutkan 21 persen dari 135 juta hektar lahan hutan di Indonesia telah musnah. Itu berarti, 26 juta hektar hutan di Indonesia sudah tidak sanggup ditanami flora lagi.
Di lain sisi, sekitar 48 juta hektar atau 25% dari total luas hutan yang ada juga mengalami kerusakan akhir bekas area Hak Penguasa Hutan (HPH). Hanya 43 juta hektar atau 23% dari luas hutan di Indonesia masih sanggup ditanami dan dilestarikan. Hutan-hutan yang tidak terkena deforestasi tersebut merupakan hutan primer yang benar-benar terjaga.
Kerusakan hutan di Indonesia sebagian besar berasal dari aktifitas beberapa perusahaan, khususnya perusahaan pengolah kayu.
Bagaimana tidak? Mereka telah melaksanakan penyalahgunaan Hak Penguasa Hutan (HPH) yang sudah ditetapkan. Hingga alhasil berakhir pada pembalakkan liar.
Setidaknya ada 40 juta meter kubik dalam setahun telah terjadi penebangan hutan besar-besaran di Indonesia.
Data yang dirilis oleh World Bank terkait penebangan hutan yang disarankan oleh Departemen Kehutanan Indonesia berupa sustainable alias lestari lestari berkelanjutan, hanya sekitar 22 juta kubik meter setahun.
Pengalihan fungsi hutan menyumbang sebagai penyebab kerusakan hutan atau deforestasai di Indonesia kedua.
Lebih dari 7 hektar hutan mengalami perubahan menjadi wilayah perkebunan, semisal kelapa sawit hingga simpulan tahun 1997.
Manfaat Hutan Bagi Keberlangsungan Mahkluk Hidup di Bumi
Hutan merupakan salah satu proteksi Allah SWT yang harus kita rawat dan syukuri. Karena banyak sekali manfaaat hutan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di bumi ini.
Misal, hutan sanggup mentransformasi udara dari gas karbokdioksida menjadi oksigen. Tidak hanya tumbuhan, hutan juga menjadi habitat lingkungan hidup bagi para para binatang buas dan sebagainya. Oleh alasannya ialah itu, tak heran kalau hutan sangat berperan dalam kehidupan ini.
Di Indonesia sendiri, kita mengenal bahwa negara ini memiliki hutan hujan tropis. Mekanisme dari hutan tersebut yaitu siklus hara tertutup.
Apabila diamati dari luar, hutan hujan tropis terkesan luas dan besar. Sayangnya itu hanya sebatas penampilan luar saja. Sebetulnya tanah yang ada pada kawasan hutan hujan tropun cenderung minim akan kandungan unsur hara.
Setidaknya beberapa tumbuhan hutan tersebut mengandung kurang lebih 70% unsur hara. Sementara sisanya berada di bawah tanah.
Usut punya usut, hal tersebut terjadi lantaran curah hujan yang cenderung lebar. Proses pembersihan unsur hara pun alhasil menjadi sangat cepat. Di sisi lain, sebagian besar unsur tanah didalmnya terdiri atas partikel lempung illite dan kaolinite.
Apabila kerusakan hutan berlangsung, sanggup dipastikan beberapa flora di wilayah tersebut akan hilang. Hingga alhasil menjadi tanah tandus dengan tingkat kesuburan yang sangat rendah.
Loh kok bisa?
Iya, lantaran kesuburan memerlukan kandungan unsur hara sebanyak 70% yang mana itu hanya terdapat pada beberapa pohon dan tumbuhan sekitar.
Praktis! apabila sebagian insan merusak lahan hutan maka ia telah memusnahkan kesuburan area tersebut.
Hutan Sebagai Lahan Pekerjaan Bagi Penduduk Setempat
Tercatat ada 30 juta jiwa di Indonesia merupakan masyarakat miskin. Sebagian dari mereka telah menjadikan hutan sebagai ladang pencaharian. Sehingga masuk akal kalau hutan sangatlah penting bagi sebagian masyarakat pedalaman yang tinggal di kawasan hutan.
Tak sedikit pula masyarakat kota yang mengambil kekayaan alam pada hutan sebagai mata pencaharian mereka.
Sudah sepatutnya kalau eksploitasi tersebut juga dibarengi dengan pembaharuan pula. Bila tidak, hutan akan mengalami kerusakan, bahkan sanggup saja tidak sanggup ditanami lagi.
Hutan ialah sumber daya alam yang sanggup diperbaharui lagi. Meskipun begitu, tetap saja hutan ini mengalami kesulitan memperbaharui apabila sudah melewati ambang batas tertentu.
Macam Kerusakan Hutan

Beberapa macam bentuk kerusakan hutan antara lain ialah sebagai berikut:
Kebakaran hutan
Kebakaran hutan merupakan bentuk kerusakan hutan yang paling sering kita temui. Kebakaran hutan akan menimbulkan kerusakan hutan yang cukup serius. Kebakaran hutan tidak hanya akan merusak pohon- pohon yang menjadi penghuni utama hutan saja, namun juga akan merusak struktur tanah yang ada di hutan.
Penebangan hutan secara liar
Penebangan hutan secara liar ini terang terjadi akhir ulah insan yang tidak bertanggung jawab. Meskipun penebangan hutan ini kelihatannya tidak menimbulkan dampak yang serius secara langsung, Namun apabila banyak orang yang melaksanakan penebangan hutan ini maka pada alhasil juga akan menimbulkan dampak yang luar biasa hebat.
Penyebab Kerusakan Hutan
Kerusakan hutan ini sanggup disebabkan lantaran proses alam secara alami maupun lantaran ulah manusia. Berikut ini merupakan penyebab kerusakan hutan yang berupa proses alam maupun acara manusia:
1. Pembabatan hutan dengan sengaja
2. Pembakaran hutan dengan sengaja
3. Penebangan hutan secara liar dengan disengaja
4. Sistem cocok tanam perladangan yang berpindah
5. Usaha pertambangan yang berada di wilayah hutan
6. Transmigrasi
7. Musim kemarau yang berlangsung lama
8. Letusan gunung berapi
9. Tsunami
Akibat Kerusakan Hutan

1. Perubahan iklim
2. Kehilangan banyak sekali jenis spesies
3. Terganggunya siklus air
4. Mengakibatkan Banjir dan abrasi tanah
5. Mengakibatkan kekeringan
6. Rusaknya ekosistem darat dan laut
7. Menyebabkan Abrasi pantai
8. Kerugian ekonomi
9. Mempengaruhi kualitas hidup
Sebelum Kerusakan Hutan Terjadi, Kesadaran Akan Pelestarian Hutan Harus Dipahami
Setidaknya dibutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk mereboisasi biar kembali menyerupai sedia kala. Tentunya, aktifitas penebangan hutan yang sedang berlangsung harus tidak boleh paksa.
Jika tidak, maka ekosistem di dalamnya akan mengalami kerusakan. Beragam binatang dan flora berangsur punah. Tak lain hal tersebut disebabkan akhir keserakahan manusia.
Kerusakan hutan telah membawa dampak negatif yang signifikan bagi masyarakat di Indonesia. Aktifitas penebangan telah mengabaikan penurunan kualitas lingkungan hidup. Cepat atau lambat, insiden petaka menyerupai banjir bandang dan tanah longsor akan terjadi.
Dalam kasus ini, siapakah yang layak untuk bertanggung jawab atas kerusakan hutan di Indonesia yang kian hari kian bertambah parah? Lantas, siapa juga yang berhak/wajib menjaga kelestarian hutan? Cukup jawab, kita semua!
Sumber aciknadzirah.blogspot.com