Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Pakkar Walk Out Dari Musrenbang

Konten [Tampil]
REMBANG - Paguyuban Kepala Desa dan Kepala Kelurahan Kecamatan Kota Rembang (Pakkar) menentukan walk out dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenmbang) di aula Kecamatan Rembang Kota, kemarin.
Dalam musrenbang tersebut Pakkar juga menentukan tidak memperlihatkan tawaran apa pun.
Ketua Pakkar Kasri mengatakan, walk out-nya kepala desa di Kecamatan Kota Rembang pada musrenbang itu alasannya selama ini aspirasi kepala desa tidak pernah direalisasikan dalam APBD.
’’Program-program di APBD selama ini bukanlah tawaran dari desa. Program-program di APBD entah tiba dari mana? Yang menciptakan kami prihatin, tawaran dari desa malah tidak pernah diperhatikan di APBD,’’ ujar Kasri.

Menurutnya, desa yaitu gerbang pertama yang mengerti kondisi masyarakat. ’’Kalau tawaran dari pihak yang mengerti kondisi masyarakat paling bawah tidak diperhatikan, untuk apa memperlihatkan tawaran musrenbang?’’ kata Kepala Desa Pandean yang sudah menjabat dua periode itu.
Isa Anshori, Kepala Desa Telogomojo mengatakan, sebelum walk out, kepala desa se-Kecamatan Kota Rembang sempat mengikuti paparan dari tim musrenbang kabupaten, beberapa saat.
’’Namun kami membisu saja dan tidak memperlihatkan usulan. Karena kami anggap jadwal musrenbang itu percuma dan tidak pernah ada realisasinya,’’ terang dia.
Isa menuturkan, di tengah acara, kepala desa menentukan walk out. Selain itu, kepala desa juga mengembalikan uang transpor yang disediakan oleh panitia. ’’Kami yang ada di desa sudah tidak mempunyai kepercayaan lagi terhadap lembaga musrenbang ini,’’ kata dia.
Sementara itu, pihak Kecamatan Kota Rembang, Kamis pagi ini berencana mengundang kembali Pakkar untuk audiensi.
Secara terpisah, Wakil Ketua Paguyuban Rukun Petinggi Dampo Awang (Guru Pendawa) Rembang Wasiman juga mengatakan, anggotanya, yaitu kepala desa di Kecamatan Sulang dan Kaliori juga menentukan tidak mengikuti musrenbang di kecamatan.
Menurutnya, musrenbang menjadi lembaga formalitas belaka untuk APBD Rembang. ’’Kami menganggap musrenbang sudah percuma,’’ tandas dia. (H19-60)

Sumber : Suaramerdeka.com

Sumber http://mtsmafaljpr.blogspot.com