√ Menciptakan Tape Jerami Untuk Solusi Alternative Pakan Ternak Di Trend Kemarau
KABARTANI.COM – Membuat Tape Jerami Untuk Solusi Alternative Pakan Ternak Di Musim Kemarau. Sobat Memasuki isu terkini kemarau bagi para peternak tentu sanggup menjadi kendala, pasalnya pakan hijauan akan berkurang jumlahnya dan sulit di dapat. Untuk itu para peternak harus sanggup menyiasati persoalan ini. Dalam hal ini, jerami menjadi solusinya. Pada isu terkini panen, banyak jerami yang disia-siakan. Padahal sanggup diolah menjadi pakan ternak sapi yang bermutu, bahkan sanggup tahan selama setahun.
Kita tahu bahwa jerami padi bergizi rendah (hanya mengandung protein 2-3% saja) serta sedikit vitamin dan mineral. Selain itu, jerami padi juga sulit dicerna alasannya kandungan serat kasarnya yang sangat tinggi. Namun jerami padi sanggup dimanfaatkan sebagai pakan utama ternak sapi kita, sebagai pengganti hijauan dengan cara diolah dengan teknologi sederhana.
Jerami Padi dapat Ditingkatkan Kualitasnya dengan mengolahnya menjadi Tape Jerami, sehingga kandungan protein meningkat menjadi sekitar 7 – 9%, serta lebih gampang dicerna. Aromanya harum karamel dan lebih higienis.
Berikut caranya
Waktu yang diharapkan hanya 2 hari.
Bahan:
• 1 ton jerami padi kering/basah (sekitar 3 colt), tidak terlalu kering juga tidak terlalu berair = “magel” lebih baik.
• 1 botol bioactivator “Ragi Tape Jerami”.
• 1 kg molasse/tetes tebu (bisa digantikan dengan 500 gr gula jawa/gula aren.
• air secukupnya (kecuali jerami basah) 300 – 400 liter (diperkirakan nantinya jerami mengandung air berkisar 50-60%).
Pengolahan
- Tempatkan jerami di tanah (usahakan teduh, tidak terkena panas dan hujan).
- Tumpuk jerami padi setebal 20 cm padatkan dengan cara diinjak-injak.
- Campur Ragi Tape Jerami dengan mollase dan air (jerami berair tidak perlu air).
- Siramkan ke seluruh permukaan jerami biar merata (jerami berair cukup dipercik-percikan dgn larutan ragi tape jerami + mollase, tidak perlu disiram).
- Tambah lagi dengan tumpukan jerami setinggi 20 cm, padatkan lagi.
- Begitu brulang-ulang sampai jerami habis.
- Lalu ditutup dengan plastik. Dan biarkan selama 2 hari.
- Pada hari ke 2 periksa aroma (bau) tumpukan jerami.
- Jika aroma jerami sudah berubah beraroma harum karamel atau tape dan serat-serat jerami sudah lunak (pegang dan remas-remas), serta tumpukan dalam jerami sudah mengeluarkan jamur berwarna putih dan kuning, maka proses pembuatan Tape Jerami sudah selesai.
- Jika belum, proses sanggup dilanjutkan sampai maksimum 4 hari.
“Paling gampang fermentasi dilakukan di dalam karung bekas pakan alasannya ada pori-pori sebagai ventilasi udara. Jika pakai karung jangan eksklusif diletakkan di atas tanah/lantai, beri landasan kayu atau bambu. Ini biar tidak terkotori jamur aflatoxin yang berbahaya.
Sumber https://kabartani.com