Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Fermentasi Daun Dan Pelepah Sawit Sebagai Pakan Ternak

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Saat ini, penggunaan daun dan pelepah sawit sebagai sumber pakan hijauan sapi sudah banyak dipakai oleh peternak di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang mempunyai kebun kelapa sawit yang luas, menyerupai di provinsi Sumatera dan Kalimantan.





Namun, masih banyak juga peternak yang ragu akan hal tersebut. Alasannya yaitu daun dan pelepah sawit yang dihaluskan oleh Mesin Crusher, masih menyisakan lidi-lidi sepanjang 3-5 cm.





Pada kenyataannya, lidi-lidi tersebut sudah diseleksi sendiri oleh sapi, artinya sapi hanya memakan bab yang sanggup dimakan saja. Sehingga peternak tidak perlu merasa khawatir dengan lidi-lidi sawit yang masih belum sanggup dihaluskan oleh mesin.





Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang mempunyai multi guna, selain populer sebagai sumber minyak (Palm Oil Crude), hampir seluruh bab tanaman sawit sanggup memberi manfaat bagi industri limbah perkebunan sawit berupa daun dan pelepah sawit sanggup dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak ruminansia menyerupai sapi, kerbau, kambing dan domba.





Nilai kandungan serat agresif pelepah kelapa sawit mempunyai kandungan yang paling besar di antara yang lain, hal ini baik untuk pencernaan binatang ternak, terutama untuk sapi yang sanggup membantu dalam penggemukan.





Ada banyak manfaat dalam mengolah limbah pelepah kelapa sawit ini. Nilai nutrisi pelepah kelapa sawit hampir sama dengan rumput segar, sanggup juga mempunyai nilai yang lebih tinggi. Ternak akan lebih menyukai rasanya sehingga juga sanggup menambah nafsu maka ternak, sehingga sanggup menggemukan ternak.





Hal yang paling penting yaitu dengan memakai materi alternatif ini pakan ternak akan tersedia terus menerus tanpa perlu khawatir akan isu terkini kemarau. Inilah yang membedakan pakan berbahan dasar pelepah kelapa sawit dengan pakan berbahan dasar rumput, sebagai peternak sanggup beternak tanpa perlu khawatir di ketika datangnya isu terkini kemarau yang menciptakan sulit untuk mencari pakan ternak.





 penggunaan daun dan pelepah sawit sebagai sumber pakan hijauan sapi sudah banyak digunaka √ Fermentasi Daun dan Pelepah Sawit Sebagai Pakan Ternak




Pelepah sawit yang gres di potong dalam bentuk segar sanggup diberikan sebagai pakan kambing, sehabis lebih dahulu diolah dengan mencacah menjadi bentuk pendek atau digiling dengan mesin menjadi bentuk abon, walaupun sehabis diberikan masih kurang disukai kambing alasannya yaitu aromanya kurang disukai.





Salah satu metode biar limbah daun dan pelepah sawit disukai kambing yaitu melalui fermentasi dengan mikroba ragi “Trichoderma viride dan Rhizopus oligosporus“.





Kandungan protein daun dan pelepah sawit yang relatif rendah (5,3%) sehabis terfermentasi selama 14 hari, protein meningkat menjadi 8,85%, bentuk fisik menjadi lembut dan aromanya menjadi wangi dan disukai oleh kambing.





Mikroba sanggup diperbanyak melalui inokulum dengan cara memasukan dua liter biakan inokulum kedalam larutan air adonan bio reaktor, 3 kg gula pasir, 2 kg tepung beras, 2 kg ragi tempe, 1 kg urea, 1 kg KCl dan 1 kg SP-36. Biakan dalam bioreaktor dilakukan aerasi dan pengadukan selama tujuh hari.





Setelah tujuh hari, larutan mikroba siap dipakai untuk fermentasi daun dan pelepah kelapa sawit. 20 ekor kambing boerka jantan sedang tumbuh dengan bobot hidup rata-rata 13 kg sehabis mengkonsumsi daun dan pelepah sawit fermentasi selama 12 ahad membuktikan efek yang cukup baik terhadap pertambahan bobot final kambing rata- rata 4,3 kg selama 12 minggu, atau dengan bobot final rata-rata 17,5 kilogram.





Simak juga:









Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa daun dan pelepah sawit yang difermentasi sanggup dipakai hingga tingkat 30% sebagai pengganti (substitusi) rumput, selain itu juga sanggup meningkatkan efisiensi hemat dengan menurunkan biaya pakan sebesar 18-36,17% selama 12 minggu dibanding pakan daun dan pelepah segar tanpa fermentasi. (Suwarna, Penyuluh Pertanian BPPSDMP )





Sumber: Puslitbangnak 2015



Sumber https://kabartani.com