√ Comfort V.S Champion
Ada yang bilang Sukses itu Instant. Menurut saya, TIDAK BENAR, yang saya jalankan, untuk menuju sukses, itu penuh perjuangan, butuh kerja keras, kerja cerdas, dan tentunya berssayar pada Tuhan. Setelah saya memilih tujuan saya, dan saya yakini, saya benar-benar PASSIONATE (TIDAK BISA TIDAK), itu gres usaha saya akan mencapai hasil.
Jika saya mau sukses namun hanya (SSO) SPEAK SPEAK ONLY, itu tidak akan tercapai, DIJAMIN 100%. Harus dengan motivasi yang HARUS (TIDAK BISA TIDAK), sehingga saya gak akan nyerah di perjalanan menuju sukses, sebab menuju sukses itu jalannya gak mulus, apalagi kalau saya gak pernah mencar ilmu dari jalan yang sudah dilalui orang-orang sukses. Saya berarti harus buka jalan sendiri, berapa usang saya mencapai tujuan saya kalau saya ingin membuka jalan sendiri. Mengapa tidak melewati tol saja, mungkin lebih cepat , walaupun TOL itu kan harus bayar. Namun, itulah harga yang harus dibayar untuk menuju SUKSES lebih cepat.
Ada dongeng mengenai 2 kentang yang bersahabat
karib, semenjak kecil. Lalu, sesudah mereka lulus, mereka berdua mengobrol, Kentang A tanya kepada kentang B, B, kau mau ga hidupnya bernilai lebih mahal? B menjawab, memang bisa? saya sih merasa udah cukup koq, saya pikir yang namanya kentang mah kentang aja, gak usah pikir macem-macem lah, saya diciptakan untuk di makan, sesudah itu, kalau orang tidak makan saya, ya sudah sesuai dengan alam, ya saya akan tua, kemudian bacin dan mati, itu siklus kehidupan kentang.
Si A bilang, iya sih, namun saya dengar ada yang bilang bahwa bergotong-royong kentang itu dapat bernilai lebih MAHAL dan lebih berdampak bagi banyak orang. Saya ingin kesana tujuannya. Lalu si B berkata, kalau demikian, saya beda tujuan hidup, Bro!..gua mau nerusin hidup gua begini aja, nikmatin aja apa yang ada, jangan khawatir..
Lalu mereka bersalaman, kemudian si A berangkat menuju daerah dimana kentang-kentang yang ingin bernilai mahal itu ada, di sana kentang-kentang sedang dikuliti, satu persatu sehingga kulitnya mengelupas semua… Terdengar teriakkan “AAAAh, Aduh…Perih ..” Si Kentang A, melihat itu, wah nanti saya juga akan menyerupai itu, kemudian sesudah dikuliti, kentang-kentang itu di potong-potong kecil-kecil menyerupai batangan, “waaaaah sakit sekali…!”. Kentang A, tetap bertekad saya (TIDAK BISA TIDAK) harus menuju kesana, dan melewati itu. Lalu, kentang-kentang yang sudah dikuliti dan dipotong-potong, di cemplungkan ke dalam minyak panas yang sudah di siapkan. “WAAAAAAHH…AAAWWW..panassss sekali…!” jerit kentang-kentang itu. Lalu, sesudah kentang itu di goreng, mereka ditaburkan garam, Jadilah KENTANG GORENG. Dan kentang goreng jauh lebih BERNILAI MAHAL untuk manusia. Dan, kentang goreng laku bagus menjadi masakan snack favourite untuk masyarakat dunia.
Apa yang saya pelajari dari dongeng ini? Untuk menjadi sukses, dan bernilai MAHAL siapkah saya melalui penderitaan dan perjuangan, penolakkan, penghinaan, pengucilan, dsb.
Saya melalui itu dalam pekerjaan saya, saya memulai karir dari seorang tukang basuh mobil, yang sering dimarahi boss, sebab saya tidak bekerja benar, lalu, menjadi tukang basuh piring, tukang pengantar pizza, manajemen merangkap kuli gudang, telemarketer, salesman, supervisor, manager, kepala cabang, marketing direktur, eksekutif utama, pemilik bisnis, hingga dikala ini saya mempunyai bisnis sendiri, bisnis keluarga yang sudah Autopilot dan saya dikala ini membantu para pemilik bisnis dan professional dalam mencapai goalnya LEBIH CEPAT. Karena saya sudah melewatinya, saya ingin bagikan pengalaman saya kepada saya semua, sehingga saya juga dapat LEBIH CEPAT menuju kesuksesan saya.
Kesimpulan dari goresan pena saya ini ialah bahwa, untuk menjadi Sukses, kita perlu mengasah diri, dan mencari tantangan yang baru, dan tantangan yang baru, sehingga kita mencar ilmu dari setiap tantangan itu, dan menjadi sukses dari setiap tantangan.
Sukses ialah perihal perjuangan, dan perihal berani mengambil tantangan baru. Belajar dari yang TERBAIK, Lakukan yang TERBAIK, Jadilah yang TERBAIK, maka KEAJAIBAN akan TERJADI!
Semoga Bermanfaat !
Hendra Hilman
Sumber aciknadzirah.blogspot.com