Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Suami Wajib Baca! Ternyata Pahala Mengajak Dan Menemani Istri Jalan-Jalan Lebih Baik Dari I’Tikaf Di Masjid Selama Sebulan

Konten [Tampil]

Pahala Menemani Istri dan Anak – Oke, tentu diantara kita (khusus para suami ^^) sering diajak pergi oleh mitra kita untuk suatu urusan, baik itu melihat pertandingan sepak bola, pergi meeting atau sekedar melihat pameran.


Dan tahukah Anda? Jika kita lapang dada ketika menemani saudara kita yang sesama muslim dalam suatu urusan (kebaikan), maka ketahuilah bahwa pahalanya itu lebih besar daripada I’tikaf di masjid Nabawi selama satu bulan.


Nah, apalagi bila kita pergi menemani istri dan belum dewasa kita, yang pastinya mereka yaitu paling berhak di antara kaum muslimin.


Hal ini pernah di sabdakan oleh Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA sebagai berikut:


 sering diajak pergi oleh mitra kita untuk suatu urusan √ Suami Wajib Baca! Ternyata Pahala Mengajak dan Menemani Istri Jalan-Jalan Lebih Baik Dari I’Tikaf di Masjid Selama Sebulan


Dari Ibnu Umar RA bergotong-royong dikisahkan suatu ketika ada seorang sahabat tiba kepada Rasulullah SAW kemudian diapun bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah insan yang paling dicintai Allah SWT? Dan adakah suatu amalan yang paling dicintai Allah SWT?”


Maka Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Orang yang paling Allah cintai yaitu orang yang paling memberi manfaat kepada sesamanya. Sedangkan amalan yang paling Allah SWT cintai yaitu engkau menggembirakan hati seseorang muslim, atau engkau menghilangkan suatu kesukaran dalam hidupnya, atau engkau melunaskan hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya.


Sungguh saya berjalan bersama seorang saudara (sesama muslim) di dalam sebuah keperluan itu lebih saya cintai daripada saya beriktikaf di dalam masjid ku (Masjid An-Nabawi) ini selama sebulan.” (Hadits Riwayat Ath-Thabrani dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Al-hadits Ash-Shahihah, no. 906.)


Berkata Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin rahimahullah,


 sering diajak pergi oleh mitra kita untuk suatu urusan √ Suami Wajib Baca! Ternyata Pahala Mengajak dan Menemani Istri Jalan-Jalan Lebih Baik Dari I’Tikaf di Masjid Selama Sebulan“Menunaikan kebutuhan kaum muslimin itu lebih utama dibanding beriktikaf, alasannya yaitu keuntungannya lebih menyebar, manfaat ini lebih utama dibanding manfaat yang terbatas (bagi dirinya sendiri). Terkecuali manfaat yang terbatas tersebut yaitu kasus penting dan wajib dalam Islam (misalnya shalat wajib atau lainnya).”


Masya Allah, sungguh besar bukan pahala bagi siapa saja yang menemani saudaranya sesama muslim dalam sebuah keperluan, hingga Rasulullah menyebutkan besar pahalanya melebihi I’tiaf di Masjid Nabawi selama satu bulan.


Dari hadits diatas, secaraumum memang dijelaskan ihwal besarnya keutamaan menemani sesama muslim dalam suatu urusan, tapi bukan mengesampingkan besarnya pahala I’tikaf di masjid.


Hal yang perlu dipahami yaitu apabila ada salah satu saudara kita sesama muslim yang membutuhkan pinjaman atau meminta tolong dalam suatu keperluan, maka kita sebagai sesama muslim hendaknya memenuhi permintaannya. Hal ini alasannya yaitu termasuk tawaran agama, sebagaimana hadits Rasulullah SAW:


خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ


“Sebaik-baik insan ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain (sesamanya)”


Syaikh Muhammad bin Shahih Al-Ustaimin mengatakan:


“Menunaikan kebutuhan kaum muslimin itu lebih utama dibanding beriktikaf, alasannya yaitu keuntungannya lebih menyebar, manfaat ini lebih utama dibanding manfaat yang terbatas (bagi dirinya sendiri). Terkecuali manfaat yang terbatas tersebut yaitu kasus penting dan wajib dalam Islam (misalnya shalat wajib atau lainnya).”


Seperti yang sudah disampaikan diatas, ketika kita dengan lapang dada menemani saudara sesama muslim untuk suatu urusan, maka bear pahalanya, apalagi bila menemani istri dan belum dewasa kita yang mereka yaitu paling berhak diantara kaum muslimin.


Hadits diatas memang tidak secara khusus berbicara ihwal istri, tetapi menyerupai kita ketahui bahwa istri, anak atau keuarga kita juga merupakan sesama muslim.


Jadi ketika kita dengan lapang dada menemani istri jalan-jalan, atau keperluan lainnya yang pada dasarnya kebaikan dan demi kebahagiaan istri juga InsyaAllah mendapat pahala yang besar pula.


Oleh alasannya yaitu itu, ketika istri kita mengajak:


“Abi, jalan-jalan ke pantai yuk, lagi pengen melihat sunset di pantai nih”

“Bi, ke pasar yuk, kebutuhan dapur udah mau habis nih, nanti saya masakin yang ennaaak deh”

“Abi, kita naik gunung yuk, nih belum dewasa udah pengen banget naik gunung”

“Abi, temani beli buku ya, saya mau kasih surprise buat belum dewasa kita”


Maka seyogyanya suami menurutinya dan mendahulukan istri dan anak-anaknya. Namun ketika ini, kebanyakan terbalik, ketika lebih semangat diajak teman-temannya daripada diajak menemani istri dan anak-anaknya. Padahal istri dan anak yaitu yang paling berhak mendapat kebaikan dari suami.


Rasulullah SAW bersabda:


 sering diajak pergi oleh mitra kita untuk suatu urusan √ Suami Wajib Baca! Ternyata Pahala Mengajak dan Menemani Istri Jalan-Jalan Lebih Baik Dari I’Tikaf di Masjid Selama Sebulan“Orang yang imannya paling tepat diantara kaum mukminin ialah orang yang paling elok akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya terhadap para istrinya” (Hadits Riwayat At-Thirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 284)


Nasihat untuk suami:


Usahakan sebisa mungkin untuk meluangkan waktu untuk menemani istri dan anak-anaknya. Menemani disini tidak hanya bermakna menemani jalan-jalan atau berbelanja saja, sanggup juga menemani untuk suatu urusan dan kebutuhan, terlebih lagi bila dalam urusan ibadah.


Tentu mengajak istri dan anak dalam ibadah atau kebaikan lainnya merupakan suatu keharusan. Anda juga sanggup menyisihkan waktu untuk sekedar bercanda dan berkumpul bersama keluarga.


Nasihat untuk Istri:


Jangan jadikan hadits diatas untuk dijadikan dalil semoga sanggup sering jalan-jalan atau berbelanja loh ya. Karena makna menemani disini bukan semata jalan-jalan dan berbelanja saja.


Cobalah untuk mengerti dan juga memahami para suami yang memang terkadang sibuk denga pekerjaannya. Para suami melaksanakan itu semua alasannya yaitu demi memenuhi kebutuhan dan membahagiakan istri dan anak-anaknya.


Jika dirasa bermanfaat, bantu share artikelnya ya. Semoga ini menjadi kebaikan buat para pembaca sekalian. Terima kasih.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com