Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Pterosaurus, Reptil Terbang Terbesar Yang Telah Punah

Konten [Tampil]

Pterosaurus – Pterosaurus ialah jenis reptil terbang yang telah punah. Pterosaurus hidup di seluruh dunia dan juga di segala jenis lingkungan. Mereka hidup pada 225 hingga 65 juta tahun yang lalu. Mereka mengalami kepunahan besar pada simpulan periode kretasea (cretaceous).


Pterosaurus ialah binatang yang sangat unggul khususnya dalam urusan kemampuan terbangnya dan terlihat sangat berbeda dengan kerabat terdekat mereka.


Perlu diketahui bahwa pterosaurus bukan dinosaurus, namun mereka kerabat dekat. Lengan-lengan pterosaurus sangat pendek dan mempunyai jari keempat yang sangat panjang yang berkhasiat untuk menopang sayap-sayapnya, sehingga ketiga jari lainnya sanggup bebas berfungsi sebagai tangan.


Sayapnya berbentuk selaput tipis menyerupai kulit yang terbentang mulai dari tiap jari keempat hingga ke sisi-sisi tubuhnya, dan terkadang hingga ke kaki-kaki belakangnya. Rentang sayap pterosaurus berkisar dari 50 cm hingga 13 m.


Quetzalcoatlus


Tulang-tulang dari Pterosaurus mempunyai rongga yang berkhasiat untuk mengurangi berat mereka. Fosil salah satu spesies pterosaurus yang berhasil ditemukan, yaitu Quetzalcoatlus, mempunyai bentangan sayap lebih dari 15 meter.


Tentu akan lebih besar kalau dibandingkan dengan sayap sebuah pesawat terbang sederhana. Para ilmuwan pun terkesima dengan inovasi Quetzalcoatlus tersebut. Dengan inovasi ini, Quetzalcoatlus merupakan makhluk hidup terbesar yang pernah terbang di Bumi.


Di udara, pterosaurus ialah penerbang yang mahir. Beberapa jenis pterosaurus terkecil tidak sanggup melayan secara efektif sehingga perlu mengepakkan sayapnya menyerupai burung modern. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh pterosaurus-pterosaurus raksasa, yang tentu hanya merupakan penerbang murni.


Berbagai pterosaurus mempunyai sayap yang lebih menyerupai sayap kelelawar ketimbang sayap burung. Meski demikian, pterosaurus mempunyai lapisan kulit berbulu. Ini membuktikan bahwa pterosaurus berdarah panas, sebab binatang berdarah dingin, contohnya reptil modern, tidak perlu menyekat panas tubuhnya.


Petrodactylus


Petrodactylus ialah reptil terbang yang berukuran sangat kecil, lebih kecil dari merpati masa sekarang dan lebih ringan struktur tubuhnya. Bentangan sayapnya sekitar 40 cm, yang berarti bahwa binatang ini sanggup terbang dengan gesit dan cepat.


Rhamporhynchus


Rhamporhynchus ialah pterosaurus berukuran sedang dengan bentangan sayap selebar 1,75 m. Ekor panjangnya mempunyai bandulan kulit berbentuk berlian yang berfungsi membantu keseimbangan badan ketika terbang.


Para ilmuwan tidak sangat yakin ihwal bagaimana pterosaurus bergerak di dataran. Kita tahu niscaya bahwa sayap pterosaurus yang besar tidak sanggup dilipat serapi burung modern, sehingga pterosaurus sangat tidak efektif di dataran.


Kebanyakan hebat palaentologi beropini bahwa pterosaurus bergerak di daratan dengan kedua tangan dan kedua kaki belakangnya, dengan sayap dalam keadaan terlipat dan terseret di belakang.


Satu pendapat lain menyebutkan bahwa pterosaurus bergerak di daratan dengan tegak, berlari pada sepasang kaki di belakangnya. Beberapa orang beranggapan bahwa pterosaurus ialah sejenis burung pemakan bangkai, tapi anggapan itu sukar dibayangkan sebab ukuran badan dan ketidakefektifannya ketika bergerak di daratan.


Pteranodon


Pteranodon ialah penerbang berukuran besar yang efisien. Kepalanya mempunyai mahkota berupa batang besar yang mengarah ke belakang dengan fungsi yang tidak diketahui. Barangkali, mahkota ini berkhasiat sebagai kemudi ketika terbang dan melayang


Meski terdapat beberapa kesamaan, tetapi struktur pterosaurus sangat berbeda dari struktur burung, dan pterosaurus tidak pernah membuatkan otot-otot dada yang berpengaruh untuk mengepakkan sayap menyerupai pada burung.


Selain itu, pterosaurus tidak sanggup melipat sayapnya menyerupai burung modern, sehingga pterosaurus selalu tampak janggal ketika berjalan di daratan.


Burung modern tidak mempunyai gigi, dan ekornya susut menjadi penggalan ujung kecil, yang disebut “hidung parson”. Fosil-fosil dinosaurus yang berbulu menyerupai burung sekarang ditemukan di banyak negara, terutama Cina.


Semua binatang ini berkembang dari garis keturunan yang sama menyerupai burung. Beberapa di antaranya niscaya merupakan dinosaurus, dan hewan-hewan ini telah memakai tungkai-tungkai depannya yang berbulu menyerupai burung untuk membantunya berlari lebih cepat.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com