√ Pengertian, Keutamaan Dan Tujuan Menuntut Ilmu (Ilmu Yaitu Jalan Menuju Surga)
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="2738828734"
data-ad-format="link"
data-full-width-responsive="true">
Pengertian, Adab, Keutamaan dan Tujuan Menuntut Ilmu – Di jaman sekarang, begitu banyak kaum muslimin yang seperti tidak tertarik dengan surga.
Hal ini lantaran banyak dari mereka lebih mengikuti hawa nafsu dan mengingkari perintah-perintah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, sehingga mengorbankan nirwana yang penuh dengan kenikmatan.
Sebenarnya yang menjadi alasan utama yaitu lantaran banyak di antara mereka tidak mengerti akan keutamaan dan kenikmatan surga.
Allah SWT telah menyampaikan bahwa nirwana yaitu ”daarun nikmah” yaitu perkampungan yang penuh dengan kenikmatan.
Salah satu cara untuk memperoleh nirwana yaitu dengan ilmu. Ilmu yang dimaksud disini yaitu ilmu syar’i (ilmu agama), yaitu dengan cara mencari, meyakini dan memahami ilmu tersebut kemudian mengamalkan dan menyampaikannya dengan niat yang tulus untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT.
style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="7622477994">
Pengertian Ilmu
Ilmu secara bahasa berarti kebalikan dari kebodohan, yaitu mengetahui sesuatu sebagai mana mestinya dengan pengetahuan yang sempurna.
Ilmu yang dimaksud di sini yaitu ilmu syariat yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu berupa klarifikasi dan petunjuk-petunjuk-Nya.
Rasulullah SAW bersabda ”Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, pasti Dia akan menjadkannya paham (mengerti) dalam urusan agama.” [HR. Bukhori dan Muslim]
Rasulullah SAW juga bersabda ”Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan uang dinar ataupun dirham, akan tetapi bergotong-royong mereka mewariskan ilmu. Barang siapa yang sanggup mengambilnya, maka ia telah mengambil untung yang sangat besar.” [HR. Abu Daud]
Yang diwariskan Nabi Muhammad kepada umatnya yaitu ilmu syariat Allah, bukan harta atau yang lainnya. Namun tidak dipungkiri kalau ilmu-ilmu duniawi juga banyak mendatangkan faidah.
style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="3640846867">
Ilmu duniawi sanggup memperlihatkan banyak faedah kalau mempunyai dua kriteria, yaitu kalau ilmu tersebut untuk ketaatan kepada Allah dan membantu dalam menolong agama Allah serta sanggup dinikmati oleh hamba-hamba Allah SWT.
Jika demikian maka ilmu itu menjadi suatu kebaikan dan mempelajarinya pun menjadi wajib dalam kondisi tertentu sesuai dengan perintah Allah, menyerupai dalam firman-Nya”Oleh lantaran itu, siap siagalah kepada mereka dengan segala kekuatan yang ada padamu, menyerupai pasukan berkuda guna menjadikan rasa takut pada musuh Allah dan musuhmu dan musuh lain lagi yang belum kau ketahui, tetapi Allah sudah mengetahui. Apa saja yang kau belanjakan untuk kepentingan fi sabilillah, maka kepadamu akan diberi ganti sepenuhnya dan sedikitpun kau tidak akan dianiaya.” (Al Anfaal: 60)
Mempelajari Ilmu Adalah Sebuah Kewajiban
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="6135148267"
data-ad-format="link"
data-full-width-responsive="true">
Belajar untuk mencari ilmu hukumnya sanggup wajib dan sanggup mustahab (sunnah). Yang bersifat wajib yaitu mempelajari segala hal yang dibebankan kepada setiap insan.
Setiap manusia dituntut untuk bersedekah (beribadah) untuk menghamba kepada Allah SWT, sedangkan ibadah yang dilakukan di atas kebodohan, maka tidaklah diterima.
Rasulullah bersabda, ”Barang siapa melakukan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka ia tertolak.” (HR. Muslim). Sebagai pola dari ilmu yang wajib dipelajari contohnya tata cara sholat.
Hal ini diwajibkan lantaran Allah mewajibkan kepada kita ibadah sholat. Oleh lantaran itu aturan mempelajari tata cara sholat juga wajib.
Keutamaan Ilmu Dalam Islam
Allah SWT telah memuji ilmu dan pemiliknya. Allah menganjurkan para hambanya untuk menuntut ilmu dan membekali diri dengan ilmu tersebut.
Ilmu yaitu amal saleh yang paling utama dan juga merupakan salah satu ibadah yang mulia. Ilmu termasuk dalam kategori jihad di jalan Allah, hal ini lantaran agama Allah sendiri ditegakkan dengan dua perkara, yaitu dengan ilmu (dalil/petunjuk) dan dengan pedang (senjata/perang). Kedua hal ini harus terus ditegakkan.
Namun agama Allah tidak sanggup ditegakkan dengan keduanya secara berbarengan. Kaprikornus kasus pertama harus didahulukan diatas kasus yang kedua.
Oleh alasannya itu, Nabi Muhammad SAW tidak pernah memerangi suatu kaum hingga mereka mendapatkan panggilan dakwah kepada Allah, dengan demikian ilmu mendahului perang.
style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="4295452985">
style="display:block; text-align:center;"
data-ad-layout="in-article"
data-ad-format="fluid"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="9136716124">
Ilmu yaitu kasus mulia yang membedakan antara orang yang tahu dan tidak tahu. Allah akan mengangkat derajad orang yang berilmu. Allah SWT berfirman”Adakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahuinya?” (Az Zumar: 9).
Allah SWT juga berfirman”Allah akan mengangkat derajad orang-orang yang beriman di antara kalian, serta orang-orang yang cerdik dengan beberapa derajad.” (Al Mujaadilah: 11).
Dengan ilmu jugalah sarana untuk memperoleh nirwana Allah SWT yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan hakiki dan abadi.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Tujuan Menuntut Ilmu
Hendaklah seseorang mempelajari dan mendalami ilmu agama dengan niat yang tulus dan untuk menghilangkan kekurangan dan kebodohan pada dirinya.
Allah SWT memberitahukan bahwa Dia mengeluakan kita dari perut ibu dalam keadaan bodoh.
Allah berfirman”Dan Allah telah mengeluarkan kau dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kau pendengaran, penglihatan dan hati biar kau bersyukur.” (An Nahl: 78)
Seorang penyair bertutur ”Ilmu mengangkat rumah yang tidak bertiang dan kebodohan merusak rumah yang kokoh dan tinggi.” Oleh lantaran itu hendaklah kita meluruskan niat dalam berguru sehingga Allah SWT berkenan untuk mengangkat derajat kita.
Seorang yang berguru agama atau menuntut ilmu, seharusnya tidak menjadikan ilmu hanya sebagai tujuan, namun ilmu merupakan wasilah atau sarana untuk bersedekah saleh baik dalam aqidah, ibadah, akhlak, budbahasa atau muamalah.
Seseorang yang mempunyai ilmu menyerupai seseorang yang membawa senjata, lantaran hal itu sanggup bermanfaat baginya atau justru sanggup membahayakan dirinya.
Nabi Muhammad SAW bersabda ”Al Qur’an itu hujjah (argumen) bagimu atau atasmu.” [HR. Muslim]
Dengan demikian ilmu ihwal Al Qur’an dan As Sunnah yaitu ilmu yang mempunyai keutamaan yang agung, di mana pemiliknya bersedekah atasnya dengan pemahaman yang benar, sehingga Allah SWT mengangkat derajat dan memuliakannya.
Dalil Quran Tentang Menuntut Ilmu
Hadist Menuntut Ilmu Beserta Ayatnya
Adab Menuntut Ilmu
Doa Untuk Menuntut Ilmu
اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً وَرِزْقًا وَاسِعًا وَاِلَى الْخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ بَعِّدْنَا
Latinnya : “Alloohumma Innii As-Aluka ‘Ilman Naaafi’an, Wa ‘Amalam Mutaqobbalaa’, Wa Rizqona’waasi’an, Wa Ilal Khoiri Qorribna’a, Wa ‘Anisy Syarri Ba’idnaa.”
Artinya : “Ya Allah, saya memohon kepada Engkau, ilmu yang bermanfaat, amal perbuatan yang diterima, rizqi yang lapang, dan dekatkanlah saya ke sikap yang baik serta jauhkanlah saya dari perbuatan yang buruk.”
#Doa sebelum belajar
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Artinya: “Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu bagiku.”
#Doa biar diberi komplemen ilmu syar’i
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Artinya: “Ya Allah, sungguh saya memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”
#Doa setelah belajar
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah, saya memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, saya minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
#Doa biar terhindar dari rasa malas
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya saya berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”
#Doa biar terhindar dari ilmu yang tidak bermanfaat
اَللَّهُمَّ إِِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ
Artinya: “Ya Allah, sungguh saya memohon kepada-Mu ilmu yang tidak bermanfaat”.
Semoga Allah SWT memperlihatkan kita ilmu yang bermanfaat, rejeki yang halal dan mendapatkan segala amal saleh kita. Amin
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="6135148267"
data-ad-format="link"
data-full-width-responsive="true">
Jika ada saran, kritik atau tambahan, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
style="display:block"
data-ad-format="autorelaxed"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="6399230277">
Sumber aciknadzirah.blogspot.com