√ Kumpulan Doa-Doa Para Nabi Dan Rasul Yang Diabadikan Dalam Al Quran
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="2738828734"
data-ad-format="link"
data-full-width-responsive="true">
Doa Para Nabi – Manusia merupakan makhluk yang lemah dan tidak memiliki daya dan upaya. Tidak hal yang bisa dilakukan oleh insan tanpa pinjaman dan kehendak Allah SWT.
Namun alasannya yakni sifat sombong manusia, ketika sedang bahagia, dia lupa kepada Allah SWT. Namun ketika terkena petaka terkadang dia putus asa dan tidak sedikit yang bunuh diri.
Padahal Allah mengajarkan orang beriman untuk selalu berdoa pada Allah. Bersama Allah tidak ada duduk perkara yang tidak sanggup diselesaikan. Allah memiliki kekuatan dan kemampuan yang tidak terbatas.
”Dan Tuhanmu berfirman : Berdoalah kepada-Ku, pasti akan Ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina”. (QS. Al-Mukmin : 60)
Rasulullah bersabda: ”Doa itu yakni otaknya ibadah”. [Ibnu Hibban dan Tirmidzi]
style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="7622477994">
Rasulullah bersabda: ”Doa itu yakni senjata orang yang beriman dan tiangnya agama serta cahaya langit dan bumi”. [Hakim dan Abu Ya’la]
”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu wacana Aku maka (jawablah) sebenarnya Aku yakni dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku”. (QS. Al-Baqarah : 186)
”Berdoalah kepada-Ku, pasti akan Ku perkenankan bagimu”. (QS. Al-Mukmin : 60)
”Bedoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan bunyi yang lembut”. (QS. Al-A’raaf : 55)
”Maka serulah (sembahlah) Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya”. (QS. Al-Mukmin : 65)
style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="3640846867">
Dalam Al Qur’an terdapat banyak doa dari para nabi yang bisa kita amalkan sebagai doa dalam shalat atau diluar shalat.
Salah satunya yaitu doa Nabi Muhammad SAW untuk memohon keselamatan dunia dan darul abadi yang diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya Surat Al Baqarah ayat 201.
Selain doa Nabi Muhammad, ternyata ada beberapa doa-doa para nabi dan rasul lainnya yang doanya diabadikan dalam Al-qur’an. Berikut ulasan selengkapnya.
Doa Nabi Adam:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
”Ya Tuhan kami, kami telah dzalimkan diri kami sendiri, Jika Engkau tidak mengampuni kami dan Engkau rahmatkan kami, tentulah kami menjadi orang yang rugi”. (Al A’raf : 23)
Menurut keterangan Al-Qur’an sendiri doa inilah yang diucapkan Nabi Adam dan Siti Hawa sehabis dikeluarkan dari Surga dan diusir kedunia, dengan memohon ampun terhadap dosanya dengan doa ini.
Doa-doa Nabi Nuh:
قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya saya berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang saya tidak mengetahui (hakekatnya). Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, pasti saya akan termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Hud : 47)
Menurut Al-Qur’an sendiri, doa inilah yang diucapkan oleh Nabi Nuh As sehabis ditolak Allah, alasannya yakni memohon dilepaskan anaknya (Kan’an) yang kafir dan yang tenggelam.
“Ya Tuhanku tempatkanlah saya pada daerah yang diberkati dan Engkau yakni sebaik-baik yang memberi tempat”.
style="display:block; text-align:center;"
data-ad-layout="in-article"
data-ad-format="fluid"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="9136716124">
Menurut andal tafsir, doa inilah yang diucapkan Nabi Nuh As sehabis diselamatkan Allah dari ancaman taufan.
رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk kerumahku dengan beriman dan semua orang beriman yang pria dan yang perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang dzalim itu selain binasaan”. (QS. Nuh :28)
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi Nuh As dikala hendak meminta dibinasakan kaumnya karena ingkar, dia memohon dengan doa ini untuk diselamatkan beserta pengikut-pengikutnya.
Doa-doa Nabi Ibrahim:
رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami) sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah : 128-129)
Menurut riwayat Al-Baghawy, bahwa Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As membaca doa ini dikala membina Ka’bah.
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah saya dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah saya dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”. (QS. Ibrahim : 40 – 41)
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi Ibrahim As mengucapkan doa ini sehabis dia (telah) memperoleh anak Ismail dan Ishaq.
رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku nasihat dan masukanlah saya kedalam golongan orang-orang yang shaleh. Dan jadikanlah saya buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah saya termasuk orang-orang yang mempusakai Syorga yang penuh kenikmatan”. (QS. Asy-Syu’ara : 83-85)
Dan berdasarkan keterangan andal tafsir doa inilah yang selalu diucapkan oleh Nabi Ibrahim As.
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku (seorang anak) dari belum dewasa yang shaleh”.
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi Ibrahim memohon dengan doa ini sebelum memperoleh anaknya Ismail.
رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ ﴿الممتحنة
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَٱغْفِرْ لَنَا رَبَّنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
“Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al-Mumtahanah :4-5)
Menurut keterangan andal tafsir Nabi Ibrahim As dan pengikut-pengikutnya selalu berdoa dengan doa ini.
Doa-doa Nabi Luth :
رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ
“Ya Tuhanku selamatkanlah saya beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan”. (QS. Asy-Syu’araa :169)
Menurut keterangan andal tafsir, doa inilah yang diucapkan Luth untuk memohon supaya dia dan keluarganya dipelihara Allah dari tindakan kaumnya yang jelek itu.
“Tuhanku, tolonglah saya terhadap kaum yang berbuat kerusakan”.
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi Luth berdoa dengan doa ini sehabis kaumnya meminta supaya mereka beri peristiwa oleh Allah sekiranya kalau Luth benar-benar seorang Nabi.
Doa Nabi Yusuf :
رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah saya dalam keadaan Islam dan gabungkanlah saya dengan orang-orang yang saleh”. (QS. Yusuf :101)
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi Yusuf memohon kepada Allah dengan doa ini dikala dia dijadikan wazir Negara Mesir.
Doa Nabi Ayyub :
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
“Ya Tuhanku, sebenarnya saya telah ditimpa bencana, dan Engkaulah Tuhan yang paling rahim dari segala yang rahim (Penyanyang)”. (Al Anbiyaa : 83)
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi Ayyub As dikala mendapat cobaan dari Allah kemudian berdoa dengan doa ini.
Doa Nabi Syu’aib :
رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَٰتِحِينَ …
“Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan yang hak (adil) dan Engkaulan Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya”. (QS. Al-A’raf : 89)
Menurut andal tafsir, Nabi Syu’aib setelah putus asa mengajak beriman kaumnya dia berdoa dengan doa ini.
Doa-doa Nabi Musa :
قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku”. (QS Thaahaa : 25)
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi Musa As dikala merasa takut menghadapi Fir’aun memohon kepada Allah dengan doa ini.
قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya saya telah menganiaya diriku sendiri alasannya yakni itu ampunilah aku”. (QS. Qashas : 16)
Menurut keterangan andal tafsir, doa ini yang diucapkan oleh Nabi Musa As setelah membunuh orang Kurby.
وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى
“Wahai Tuhan kami, lepaskanlah saya dari kaum yang dzalim”. (QS Thaahaa : 27)
Doa inilah yang diucapkan Nabi Musa As ketika meninggalkan Mesir dan menuju ke Mad-yan.
رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ ….
“Ya Tuhanku sesungguhnya saya sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (QS. AL-Qashash :24)
style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="4295452985">
Doa inilah yang diucapkan Nabi Musa As ketika hingga di Mad-yan dan menderita kelaparan.
قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
”Ya Tuhanku, ampunilah saya dan saudaraku dan masukanlah kami kedalam Rahmat Engkau dan Engkau yakni Maha Penyayang diantara Para Penyayang”. (QS. Al-A’raaf : 151)
أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ
أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ
“Engkaulah yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami Rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan didunia ini dan akherat. Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau”. (QS. AL-A’raaf :155-156)
Doa Nabi Sulaiman :
رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ ..
“Ya Tuhanku, berikanlah saya ide untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah saya dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh”. (QS. An-Naml : 19)
Menurut keterangan andal tafsir, doa inilah yang diucapkan Nabi Sulaiman As, sehabis memperoleh kerajaan yang besar dari Allah SWT.
Doa Nabi Yunus :
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau, Sesungguhnya saya yakni termasuk orang-orang yang dzalim”. (QS. Al-Anbiya :87)
Menurut keterangan andal tafsir, inilah tasbih yang diucapkan Nabi Yunus dikala dia ditelan ikan.
Doa Nabi zhadsfia :
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
“Ya Tuhanku, berilah saya dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (QS. AL-Imron :38)
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi zhadsfia setelah masuk kedalam mihrabnya dan menguncikan segala pintu, memohon kepada Allah supaya diberikan kepadanya seorang anak yang diterangkan dalam Al-Qur’an dengan doa ini.
وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
“Ya Tuhanku, Janganlah Engkau membiarkan saya hidup seorang diri dan Engkau lah waris yang paling baik”. (QS. Al-Anbiya : 89)
Menurut keterangan andal tafsir, doa inilah yang diucapkan Nabi zhadsfia As ketika dia belum memperoleh anak.
Doa Nabi Isa :
قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
“Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu kehidupan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang tiba sehabis kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, beri rezeki kami dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utama”. (QS. AL-Maaidah :114)
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi Isa As sehabis bersembahyang dua rakaat, kemudian menundukkan kepalanya sambil berdoa dengan doa ini serta sambil menangis.
Doa-doa Nabi Muhammad :
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
“Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan dunia dan kebaikan di darul abadi dan periharalah kami dari adzab neraka”. (QS Al Baqarah : 201)
Menurut riwayat Al-Baghawy dari Anas ra, doa inilah yang selalu diucapkan Nabi Muhammad [lihat tafsir Al-Baghawy I :158]
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
“Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau aturan kami jikalau kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Al-Baqarah : 286)
Menurut riwayat Al-Baihaqy, Nabi Muhammad bersabda : ”Dua ayat dari selesai AL-Baqarah, apabila seseorang membacanya dimalam hari, maka terpeliharalah ia dari segala bencana”.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
“Ya Allah, Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah mendapatkan petunjuk Engkau, dan berilah kami akan Rahmat dari Engkau. Sesungguhnya Engkau yakni Dzat yang banyak pemberiannya”. (QS. Al-Imran : 8)
Menurut riwayat AL-Baghawy, Nabi bersabda : ”Segala jiwa insan terletak antara dua tangan Tuhan, Tuhan memerengkan dan Tuhan melempangkannya”. Karena itu Nabi berdoa selalu mengucapkan : Allahumma ya muqallibal qulubi tsabit qulubana ’ala diinika.
رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan insan untuk (menerima pembalasan) pada hari yang tak ada keraguan padanya.” Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji”. (QS. Al-Imran : 9)
قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Katakanlah : Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau Cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kesiang dan Engkau masukkan siang kedalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisap”. (QS. Ali Imran : 26-27)
Menurut riwayat Al-Baghawy bahwa Rasulullah SAW bersabda : Fatihatul Kitab dan dua ayat dari Al-Imron yaitu dari ayat 26-27 bila dibaca dibelakang shalat, pasti Tuhan menjanjikan Surga untuknya.
وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا
“Ya Tuhanku, masukkanlah saya dengan cara yang baik dan keluarkanlah saya dengan cara yang baik dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong”. (QS. Al-Israa : 80)
Menurut keterangan andal tafsir, Nabi SAW berdoa dengan doa ini memohon kepada Allah supaya dia sanggup mengalahkan musuh-musuhnya sehabis berkediaman di Madinah.
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
“Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kau tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan“.
Menurut keterangan andal tafsir, doa inilah yang diucapkan Nabi untuk memperoleh faham yang luas dalam memahamkan ayat-ayat Allah.
قَٰلَ رَبِّ ٱحْكُم بِٱلْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
“Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kau katakan”. (QS. Al-Anbiyaa : 112)
Menurut keterangan andal tafsir, doa inilah yang diucapkan Nabi Muhammad sebelum dia memperoleh kemenangan perang Badar. (Al-Khazim 4 : 264)
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan saya berada diantara orang-orang yang dzalim”. (QS. Al_Mukminun : 94)
Menurut keterangan andal tafsir doa inilah yang diucapkan Nabi Muhammad supaya dipelihara Allah dari peristiwa yang mungkin menimpa kaum yang dzalim.
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
“Ya Tuhanku saya berlindung kepada-Mu dari bisikan – bisikan syaithan. Dan Aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku”. (QS. Al-Mukminun : 97-98)
Menurut keterangan andal tafsir inilah salah satu doa yang diperintahkan supaya Nabi membacanya : Karena doa ini sering sekali meminta proteksi dengan membaca doa ini, yang tersebut dalam Iftitah shalat. [Lihat Al-Khazim, 5 : 36]
Sebenarnya masih sangat banyak doa-doa Nabi Muhammad yang terdapat didalam Kitab Suci AL-Qur’an dan Al-Hadist.
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="6135148267"
data-ad-format="link"
data-full-width-responsive="true">
Demikian kumpulan doa para nabi dan rasul yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Doa-doa tersebut sanggup di amalkan setiap hari, baik setelah sholat wajib maupun sholat sunnah atau setelah mengaji. Semoga bermanfaat dan terimakasih.
style="display:block"
data-ad-format="autorelaxed"
data-ad-client="ca-pub-7354097963829271"
data-ad-slot="6399230277">
Sumber aciknadzirah.blogspot.com