√ Registrasi Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Hingga Oktober 2017
Konten [Tampil]
Dibawah ini yaitu Pendaftaran Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki :

I. Latar Belakang
Sosok Basoeki Abdullah
Nama pelukis Basoeki Abdullah bukanlah nama yang absurd di masyarakat Indonesia. Basoeki Abdullah dikenal sebagai pelukis naturalis terkenal, sekaligus duta seni lukis Indonesia. Tidak terhitung sudah berapa karya Basoeki Abdullah yang menghiasi istana Negara, galeri-galeri dan museum terkenal, bahkan hingga ke istana-istana negara/kerajaan di luar negeri.
Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 6 September 1948, bertempat di Niew Kerk, Amsterdam, Basoeki Abdullah berhasil memenangkan sayembara melukis yang diselenggarakan dalam rangka penobatan Ratu Juliana, dengan mengalahkan 87 pelukis Eropa. Sejak dikala itu dunia mengenal sosok Basoeki Abdullah, putera Indonesia yang membuktikan pada dunia bahwa Bangsa Indonesia bukan Bangsa kuli, tetapi Bangsa yang mempunyai seni budaya yang tinggi.
Basoeki Abdullah yaitu sosok yang berjuang dengan tidak mengangkat senjata, melainkan dengan memakai kuas. Tercatat bahwa Beliau yaitu pelukis pertama yang melukis Pangeran Diponegoro, dan pahlawan-pahlawan lainnya. Sehingga tanpa disadari kita mengenali pahlawan-pahlawan tersebut dari lukisan-lukisan yang dibentuk oleh Basoeki Abdullah. Kepiawaian Basoeki Abdullah dalam melukis juga diakui oleh dunia. Sehingga Beliau kerap diminta untuk melukis tokoh-tokoh dunia, mulai dari Bung Karno, hingga lima lukisan wajah para pemimpin Gerakan Non Blok (GNB).
Jika merunut pada klasifikasi diatas maka sanggup ditarik pedoman bahwa Basoeki Abdullah yaitu sosok yang inspirasional, dan sanggup menjadi contoh bagi para generasi muda, terutama para seniman-seniman muda di Indonesia, dalam berkarya dan mempelajari teknis menggambar/melukis. Namun apa daya, kurangnya penyebaran gosip menciptakan generasi muda tidak mengenal sosok Basoeki Abdullah.
Museum Basoeki Abdullah
Berdirinya Museum Basoeki Abdullah, tak pernah lepas dari sosok pelukis kenamaan Indonesia, Basoeki Abdullah, yang mewasiatkan kepada hebat warisnya untuk menyerahkan rumah dan karya-karya lukisnya, serta koleksi pribadinya kepada Pemerintah Republik Indonesia, guna diijadikan museum untuk sanggup diapresiasi oleh masyarakat dan generasi muda. Inilah salah satu bentuk nasionalismenya bagi Indonesia.
Penyerahan rumah dan karya-karya lukis serta koleksi dilakukan oleh para hebat warisnya, yakni: Saraswati Kowenhouven, Cicilia Sidhawati, dan Nataya Narerat, kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan cq. Direktorat Permuseuman. Bangunan rumah dua tingkat seluas +- 600 m2 dan luas tanah +- 450 m2 tersebut kemudian direnovasi sedemikian rupa biar sanggup difungsikan sebagai museum.
Museum Basoeki Abdullah merupakan salah satu dari sedikit museum seni rupa yang berada di Jakarta. Sebagai sebuah destinasi, Museum Basoeki Abdullah tidak hanya mengatakan wisata yang berhubungan dengan benda-benda seni rupa yang dipamerkan saja. Museum ini juga sanggup menjadi sarana bagi pengunjung untuk berguru sejarah, seni rupa –khususnya seni lukis-, hingga sumber ide bagi masyarakat dalam mengapresiasi dan mengekspresikan seni dan budaya, khususnya bagi para perupa di Indonesia.
Dalam ruang lingkup seni rupa, Museum Basoeki Abdullah merupakan sebuah museum dengan aset internasional. Hal tersebut ditunjukan melalui sepak terjang sosok Basoeki Abdullah, yang merupakan pelukis bertaraf internasional dengan karya-karya yang banyak tersebar di luar negeri. Sedangkan sebagai sebuah aset dalam negeri, Basoeki Abdullah yaitu salah satu maestro lukis Indonesia yang jejak karyanya telah melalui aneka macam zaman, dari pra kemerdekaan hingga kurun orde baru. Sebagian besar karyanya yang sekarang terpampang di Museum Basoeki Abdullah tentunya menjadi aset dan warisan berharga bagi para generasi penerus Bangsa.
II. Ketentuan Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Abdullah
A. Ketentuan Umum
Peserta lomba yaitu masyarakat umum dan Warga Negara Indonesia (WNI).
Terdaftar sebagai penerima Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Abdullah (SFDP Mus BA) dengan syarat wajib mengisi formulir registrasi dengan melampirkan identitas pengenal.
Total Hadiah sejumlah Rp. 105,000,000 dan pajak hadiah ditanggung pemenang.
4. Keputusan Dewan Juri tidak sanggup diganggu gugat.
B. Pendaftaran
Karya akan diterima mulai 15 hingga dengan 31 Oktober 2017 cap pos atau diantarkan eksklusif ke panitia ke alamat: Jl. Keuangan Raya No. 19 Cilandak Barat.
Formulir registrasi sanggup diunduh di laman: http://museumbasoekiabdullah.or.id/
C. Syarat Ketentuan
Film menceritakan Museum Basoeki Abdullah dan tokoh Basoeki Abdullah.
Film yang dibentuk yaitu karya gres dan tahun produksi 2017.
Karya film yang dikirimkan belum pernah dipublikasikan atau diikutkan pada lomba-lomba sejenis.
Harus mencantumkan sumber data (jika ada) dan dicantumkan pada credit title film.
Format film dikirim dalam bentuk DVD Video dan DVD Data (mp4).
Durasi film minimal 15 menit dan maksimal 30 menit.
Biaya produksi film dibebankan kepada setiap peserta.
D. Diskualifikasi
Panitia berhak mendiskualifikasi penerima yang terbukti melanggar hak cipta dan kekayaan intelektual.
Panitia berhak mendiskualifikasi hasil karya penerima yang terbukti pernah dipublikasikan atau dilombakan.
Panitia berhak mendiskualifikasi kalau penerima mengambil logo, gambar, atau konten apapun yang melanggar hak cipta orang lain tanpa menyatakan sumbernya.
Panitia berhak mendiskualifikasi kalau data penerima tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Lampiran 2
Mekanisme pelaksanaan Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Abdullah:
Pendaftaran dimulai pada dikala lomba ini diumumkan.
Peserta lomba harus mengirimkan film dalam format yang telah ditentukan beserta form yang telah diisi dan dikirimkan kepada: Panitia Lomba Film Dokumenter Museum Basoeki Abdullah, Jalan Keuangan Raya No. 19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, atau ke alamat pos elektronik (posel) yang dipakai yaitu lombamuseumbasoekiabdullah@gmail.com
Lampiran 3
REGISTRASI
1. Registrasi Dilakukan pada dikala lomba diumumkan dan mengirimkan karya film dengan menyertakan:
a. Formulir registrasi yang telah diisi.
b. Kartu tanda pengenal dengan sebenar-benarnya.
c. Hard copy
film sesuai dengan format yang telah ditentukan.
2. Pendaftaran Lomba Film Dokumenter Museum Basoeki Abdullah tidak dipungut biaya apapun atau gratis.
3. Informasi lebih lanjut sanggup menghubungi Panitia Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Abdullah:
Erwin Herianto – 0812 8168 0387
Livia Rahma – 0857 7706 5378
Sumber http://www.tomatalikuang.com

I. Latar Belakang
Sosok Basoeki Abdullah
Nama pelukis Basoeki Abdullah bukanlah nama yang absurd di masyarakat Indonesia. Basoeki Abdullah dikenal sebagai pelukis naturalis terkenal, sekaligus duta seni lukis Indonesia. Tidak terhitung sudah berapa karya Basoeki Abdullah yang menghiasi istana Negara, galeri-galeri dan museum terkenal, bahkan hingga ke istana-istana negara/kerajaan di luar negeri.
Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 6 September 1948, bertempat di Niew Kerk, Amsterdam, Basoeki Abdullah berhasil memenangkan sayembara melukis yang diselenggarakan dalam rangka penobatan Ratu Juliana, dengan mengalahkan 87 pelukis Eropa. Sejak dikala itu dunia mengenal sosok Basoeki Abdullah, putera Indonesia yang membuktikan pada dunia bahwa Bangsa Indonesia bukan Bangsa kuli, tetapi Bangsa yang mempunyai seni budaya yang tinggi.
Basoeki Abdullah yaitu sosok yang berjuang dengan tidak mengangkat senjata, melainkan dengan memakai kuas. Tercatat bahwa Beliau yaitu pelukis pertama yang melukis Pangeran Diponegoro, dan pahlawan-pahlawan lainnya. Sehingga tanpa disadari kita mengenali pahlawan-pahlawan tersebut dari lukisan-lukisan yang dibentuk oleh Basoeki Abdullah. Kepiawaian Basoeki Abdullah dalam melukis juga diakui oleh dunia. Sehingga Beliau kerap diminta untuk melukis tokoh-tokoh dunia, mulai dari Bung Karno, hingga lima lukisan wajah para pemimpin Gerakan Non Blok (GNB).
Jika merunut pada klasifikasi diatas maka sanggup ditarik pedoman bahwa Basoeki Abdullah yaitu sosok yang inspirasional, dan sanggup menjadi contoh bagi para generasi muda, terutama para seniman-seniman muda di Indonesia, dalam berkarya dan mempelajari teknis menggambar/melukis. Namun apa daya, kurangnya penyebaran gosip menciptakan generasi muda tidak mengenal sosok Basoeki Abdullah.
Museum Basoeki Abdullah
Berdirinya Museum Basoeki Abdullah, tak pernah lepas dari sosok pelukis kenamaan Indonesia, Basoeki Abdullah, yang mewasiatkan kepada hebat warisnya untuk menyerahkan rumah dan karya-karya lukisnya, serta koleksi pribadinya kepada Pemerintah Republik Indonesia, guna diijadikan museum untuk sanggup diapresiasi oleh masyarakat dan generasi muda. Inilah salah satu bentuk nasionalismenya bagi Indonesia.
Penyerahan rumah dan karya-karya lukis serta koleksi dilakukan oleh para hebat warisnya, yakni: Saraswati Kowenhouven, Cicilia Sidhawati, dan Nataya Narerat, kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan cq. Direktorat Permuseuman. Bangunan rumah dua tingkat seluas +- 600 m2 dan luas tanah +- 450 m2 tersebut kemudian direnovasi sedemikian rupa biar sanggup difungsikan sebagai museum.
Museum Basoeki Abdullah merupakan salah satu dari sedikit museum seni rupa yang berada di Jakarta. Sebagai sebuah destinasi, Museum Basoeki Abdullah tidak hanya mengatakan wisata yang berhubungan dengan benda-benda seni rupa yang dipamerkan saja. Museum ini juga sanggup menjadi sarana bagi pengunjung untuk berguru sejarah, seni rupa –khususnya seni lukis-, hingga sumber ide bagi masyarakat dalam mengapresiasi dan mengekspresikan seni dan budaya, khususnya bagi para perupa di Indonesia.
Dalam ruang lingkup seni rupa, Museum Basoeki Abdullah merupakan sebuah museum dengan aset internasional. Hal tersebut ditunjukan melalui sepak terjang sosok Basoeki Abdullah, yang merupakan pelukis bertaraf internasional dengan karya-karya yang banyak tersebar di luar negeri. Sedangkan sebagai sebuah aset dalam negeri, Basoeki Abdullah yaitu salah satu maestro lukis Indonesia yang jejak karyanya telah melalui aneka macam zaman, dari pra kemerdekaan hingga kurun orde baru. Sebagian besar karyanya yang sekarang terpampang di Museum Basoeki Abdullah tentunya menjadi aset dan warisan berharga bagi para generasi penerus Bangsa.
II. Ketentuan Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Abdullah
A. Ketentuan Umum
Peserta lomba yaitu masyarakat umum dan Warga Negara Indonesia (WNI).
Terdaftar sebagai penerima Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Abdullah (SFDP Mus BA) dengan syarat wajib mengisi formulir registrasi dengan melampirkan identitas pengenal.
Total Hadiah sejumlah Rp. 105,000,000 dan pajak hadiah ditanggung pemenang.
4. Keputusan Dewan Juri tidak sanggup diganggu gugat.
B. Pendaftaran
Karya akan diterima mulai 15 hingga dengan 31 Oktober 2017 cap pos atau diantarkan eksklusif ke panitia ke alamat: Jl. Keuangan Raya No. 19 Cilandak Barat.
Formulir registrasi sanggup diunduh di laman: http://museumbasoekiabdullah.or.id/
C. Syarat Ketentuan
Film menceritakan Museum Basoeki Abdullah dan tokoh Basoeki Abdullah.
Film yang dibentuk yaitu karya gres dan tahun produksi 2017.
Karya film yang dikirimkan belum pernah dipublikasikan atau diikutkan pada lomba-lomba sejenis.
Harus mencantumkan sumber data (jika ada) dan dicantumkan pada credit title film.
Format film dikirim dalam bentuk DVD Video dan DVD Data (mp4).
Durasi film minimal 15 menit dan maksimal 30 menit.
Biaya produksi film dibebankan kepada setiap peserta.
D. Diskualifikasi
Panitia berhak mendiskualifikasi penerima yang terbukti melanggar hak cipta dan kekayaan intelektual.
Panitia berhak mendiskualifikasi hasil karya penerima yang terbukti pernah dipublikasikan atau dilombakan.
Panitia berhak mendiskualifikasi kalau penerima mengambil logo, gambar, atau konten apapun yang melanggar hak cipta orang lain tanpa menyatakan sumbernya.
Panitia berhak mendiskualifikasi kalau data penerima tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Lampiran 2
Mekanisme pelaksanaan Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Abdullah:
Pendaftaran dimulai pada dikala lomba ini diumumkan.
Peserta lomba harus mengirimkan film dalam format yang telah ditentukan beserta form yang telah diisi dan dikirimkan kepada: Panitia Lomba Film Dokumenter Museum Basoeki Abdullah, Jalan Keuangan Raya No. 19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, atau ke alamat pos elektronik (posel) yang dipakai yaitu lombamuseumbasoekiabdullah@gmail.com
Lampiran 3
REGISTRASI
1. Registrasi Dilakukan pada dikala lomba diumumkan dan mengirimkan karya film dengan menyertakan:
a. Formulir registrasi yang telah diisi.
b. Kartu tanda pengenal dengan sebenar-benarnya.
c. Hard copy
film sesuai dengan format yang telah ditentukan.
2. Pendaftaran Lomba Film Dokumenter Museum Basoeki Abdullah tidak dipungut biaya apapun atau gratis.
3. Informasi lebih lanjut sanggup menghubungi Panitia Sayembara Film Dokumenter Pendek Museum Basoeki Abdullah:
Erwin Herianto – 0812 8168 0387
Livia Rahma – 0857 7706 5378