√ 31+ Macam Permainan Tradisional Anak Orisinil Indonesia Yang Hampir Punah
Permainan Tradisional – Indonesia dengan keberagaman budayanya mempunyai banyak permainan tradisional. Bahkan hampir di setiap tempat ada permainan tradisional khasnya.
Permainan tradisional memang lebih terkenal dimainkan oleh belum dewasa di kampung ketimbang anak kota. Apalagi kini zaman semakin modern, banyak belum dewasa yang sudah meninggalkan permainan tradisional.
Mereka lebih bahagia bermain dengan smartphone nya atau bermain game online di warnet.
Permainan Tradisional Anak Asli Indonesia
Nah, dalam artikel kali ini kami akan sedikit mengulas apa aja sih permainan dan mainan tradisional yang sudah hampir punah, maksudnya sudah jarang peminatnya. Oke, coba kita ulas satu per satu.
1. Meriam Bambu
Permainan tradisional ini memakai bambu yang agak besar dan sudah tua. Biasanya Meriam bambu ramai dimainkan oleh belum dewasa ketika menjelang bulan puasa, lebaran atau di peringatan hari-hari besar lainnya.
Meriam bambu ini memakai karbit dan suara dentumannya sanggup terdengar hingga jarak 1-2 km. Memang permainan ini agak berbahaya, makanya Meriam bambu ini cuma ada di hari-hari tertentu saja.
Sekarang ini Meriam bambu karbit ini sudah jarang terdengar bunyinya. Anak-anak lebih bahagia memakai kembang api yang harganya lebih mahal
2. Pletokan atau Jedoran
Permainan ini biasanya dimainkan secara beregu. Setiap anak memegang pletokan dan mencari korban untuk dibidik. Bermain pletokan ini ibarat sedang menjadi seorang sniper. Kamu harus sanggup mengarahkannya dengan pas.
Pletokan terbuat dari bambu yang masih kecil tapi sudah kuat, diameternya sekitar 2-3 cm dan panjangnya sekitar 30cm. Pelurunya memakai kertas yang sudah dibasahi, atau sanggup juga dengan memakai bunga jambu air yang belum mekar.
Permainan tradisional ini sudah jarang banget ditemukan. Anak-anak zaman kini lebih menentukan bermain air soft gun, paint ball atau permainan tembak menembak ibarat Point Blank.
3. Congklak atau Dakon
Permainan tradisional coklak lebih popular dikalangan kaum perempuan dan sanggup ditemukan di banyak tempat di Indonesia. Permainan ini memakai papan dengan 16 lubang dan 98 butir biji congklak atau biji kerang.
Congklak dimainkan oleh dua orang pemain. Biji congklak dibagi rata ke dalam 14 lubang. Pemain yang sedang giliran bermain harus mengambil biji congklak dari salah satu lubang kemudian meletakkannya satu per satu ke setiap lubang di sebelah kanannya.
Alat yang diharapkan :
- 14 biji congklak
- papan dhakon/congklak yg telah dilubangi sebanyak 14 lubang kecil dan 2 lubang besar dibagian ujungnya
- 2 orang pemain
Permainan sudah dianggap selesai apabila sudah tidak ada biji lagi yg sanggup diambil. Pemain yang mendapat biji terbanyak maka beliau yaitu pemenang nya.
4. Engkleng atau Engklek
Permainan tradisional engkleng sanggup dimainkan oleh anak pria maupun perempuan dengan jumlah 2-5 orang. Cara bermainnya yaitu dengan menciptakan kotak-kotak pada halaman yang kosong.
Kotak yang dibuat sanggup berbentuk karakter T, 3 kotak vertikal, kemudian 3 kotak horizontal, 1 kotak vertikal dan 2 kotak horizontal.
Setiap pemain harus melompat melewati setiap kotak dengan memakai 1 kaki dan dihentikan melebihi atau keluar dari garis kotak.
Jika ada pemain yang terjatuh atau melanggar, maka harus meletakkan kerikil di satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran selanjutnya.
5. Ular Naga
Permainan ular naga sanggup dimainkan minimal oleh 7 orang anak, 2 orang bertugas sebagai penjaga dan sisanya akan berjalan melewati penjaga.
Ketika memulai permainan biasanya di acak dulu dengan hompimpa untuk menentukan siapa 2 orang sebagai penjaga. Sisa pemainnya berbaris dengan saling memegang bahu temannya dan berjalan melewati kedua penjaga.
Permainan ular naga dimulai dengan nyanyian lagu tempat atau lagu-lagu pilihan lainnya. Ketika lagu berhenti, penjaga akan menangkap salah satu orang dan yang tertangkap harus keluar dari permainan.
6. Layangan
Salah satu permainan tradisional yang sangat terkenal pada jamannya, semua orang dulu memainkannya, baik anak kecil, remaja, remaja bahkan orang tua. Biasanya ada, waktu ekspresi dominan panas dan berangin.
Apalagi belum dewasa kecil niscaya sangat suka permainan ini alasannya yaitu sangat menyenangkan. Banyak yang suka mengejar layangan yang putus tanggapan sambitan.
Saat ini, permainan layangan masih ada tapi sudah sangat sedikit yang memainkannya. Andak-anak kecil pun juga sudah jarang memainkannya.
Layangan terbuat dari bambu yang diikat memakai benang dan ditempeli kertas atau plastic.
Cara memainkannya praktis tapi butuh banyak faktor pendukung, terutama angin. Karena yang sanggup membuatnya terbang tinggi yaitu angin.
Layangan sudah dibuat, diikat dengan benang kemudian terbangkan ke udara. Permainan ini sangat menyenangkan terutama bila diadu dengan layangan miliki orang lain. Asli, seru banget!
7. Kelereng atau Gundu
Kelereng yaitu suatu alat permainan berbentuk bundar yang terbuat dari materi kaca. Kelereng ini biasanya transparan yang didalamnya terdapat beberapa warna, sehingga membuatnya menjadi indah. Terkadang juga ada kelereng yang berwarna warni.
Kelereng ini biasanya dimainkan oleh anak pria dan menjadi permainan yang sangat disukai.
Cara memainkan permainan ini ada banyak, salah satunya yaitu dengan Anda menentukan guci atau kelereng utama.
Lalu sehabis semua pemain telah menentukan guci, maka ada satu orang yang mengumpulkannya dan ngopyok atau mengkocoknya kemudian melemparkannya ke dinding.
Yang kelerengnya terlemparnya paling jauh maka beliau yang pertama kali main. Pemain mencoba untuk mengincar kelereng pemain lain, kalau sekali tembakan kena, maka terus bermain dengan mengincar kelereng lawan yang lain.
Kalau dalam tembakannya beliau meleset, maka ganti dengan pemain lain setelahnya. Biasanya yang menang akan mendapat hadiah berupa kelereng dan jumlah hadiahnya sesuai dengan hukum yang disepakati di awal.
8. Ketapel
Ketapel merupakan sebuah mainan sederhana yang berbentuk karakter Y yang bab atas (kanan dan kirinya) disatukan dengan karet dan ditengahnya diikat sebuah kulit sebagai tempat kerikil yang akan dilontarkan.
Ketapel ini biasa dimainkan oleh belum dewasa kecil jaman dulu untuk berburu hewan ibarat burung.
Cara memainkannya sangat mudah. Setelah ketapel dibuat. Ambil batu, kemudian taruh pada kulit (tempat kerikil yang akan dilontarkan). Lalu tarik dengan kuat, arahkan pada target dan lepaskan batu.
9. Petak Umpet
Anak-anak jaman dulu sering sekali memainkan permainan ini alasannya yaitu memang seru. Biasanya dilakukan di sore hari di pelataran rumah atau di kebun.
Petak umpet yaitu permainan sederhana yang dilakukan di luar rumah dan dilakukan oleh beberapa anak atau pemain.
Cara memainkannya mudah, yaitu pilih beberapa pemain yang mau ikut, kemudian buat hukum permainannya, missal dihentikan bersembunyi terlalu jauh.
Setelah hukum sudah dibuat, maka para pemain berusaha bersembunyi dan berusaha jangan hingga ketahuan, dan ada satu orang yang mencari mereka sehabis beliau di tutup matanya sambil menghitung hingga 100.
Di tempat Jawa Timur permainan ini lebih dikenal dengan nama” jumpritan”. Para pemain nya pun tidak dibatasi, semakin banyak yang para pemainnya, maka semakin seru. asal gak sampek ratusan aja hehe. Cara mainnya praktis kok kita tinggal mengundi siapa yang harus jadi “si pencari” lewat langgar gambreng.
Nah kalau undiannya udah selesai, “si pencari” harus merem di tembok sambil mengitung waktu mundur. rata rata waktu mundur yang sering di gunakan yaitu mulai 30 detik hingga 50 detik, tergantung dari banyaknya pemain yang berpartisipasi. sambil “si pencari” menghitung mundur “si pengumpet”. secara bersamaan “si pengumpet” harus sembunyi di tempat2 yang sekiranya ga sanggup dilihat sama “si pencari”. Apabila “si pencari” udah ketemu sama “si pengumpet” maka ia harus menyebut nama “si pengumpet” kemudian menyentuh tembok di tempat “si pencari” merem . Pemain yang kalah yaitu pemain.
10. Lompat Tali
Anak-anak perempuan jaman dulu juga mempunyai banyak permainan, salah satu yang sering mereka mainkan yaitu lompat tali.
Sebenarnya, anak pria juga boleh dan sanggup bermain lompat tali tapi biasanya tidak sebaik anak perempuan dalam memainkannya.
Ketika permainan ini dimainkan oleh belum dewasa pada jaman dulu, sudah niscaya ramai dan mereka memainkannya di lapangan atau halaman rumah.
Tali yang dipakai umumnya yaitu karet gelang yang dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk tali yang panjang.
Cara memainkannya mudah, biasanya membutuhkan minimal 3-4 anak. 2 anak yang bertugas untuk memegangi tali di setiap sisinya dan 1-2 anak berada di tengah untuk melompati tali yang diayunkan oleh 2 orang pemegang tali tadi. Asli seru banget.
11. Mobil-mobilan
Anak jaman dulu sanggup memanfaatkan barang apa saja menjadi mainan yang kreatif, salah satunya yaitu mobil-mobilan yang dibuat dari kulit jeruk bali.
Jeruk bali dipilih alasannya yaitu dulu jeruk ini sangat banyak di desa-desa dan praktis banget mencarinya.
Cara membuatnya sangat mudah, yaitu dengan mengiris kulit jeruk bali membentuk sebuah mobil-mobil atau sesuai harapan (bisa bentuk kotak atau ibarat perahu).
Setelah itu tinggal dipasang roda yang terbuat dari kulit jeruk pula, dibuat bundar (mirip roda) kemudian di pasang di tubuh kendaraan beroda empat dengan memakai kayu, bambu yang sudah dibuat ibarat tusuk sate atau lidi.
Terakhir pasang tali pada bab depan tali, dan mobil-mobilan pun sanggup dipakai dengan cara di tarik. Permainan ini sangat menarik, selain menambah kreatifitas juga memanfaatkan sampah yang tidak terpakai.
12. Bola Bekel
Bekel berasal dari tanah jawa, tepatnya di provinsi jawa tengah. Permainan ini lebih banyak dimainkan oleh anak2 perempuan usia 7-10 tahun.
Alat yang diharapkan :
- Bola bekel yang terbuat dari karet besarnya kira kira seukuran bola pingpong atau bola golf
- Biji bekel yang terbuat dari kuningan. Setiap permainan diharapkan sebanyak 10 biji bekel
- 3 hingga 4 orang pemain
Cara memainkanya yaitu pemain menggenggam biji bekel di sedangkan bola bekel ditaruh di ujung ujung ibu jari dan telunjuk kemudian bola dilempar setinggi kurang lebih 35 cm. S
esaat bola telah jatuh dan memantul pemain melepaskan biji secara acak, Lempar lagi bolanya, kemudian pemain harus mengambil biji bekel secara satu-satu, dua-dua begitu seterusnya.
Apabila pemain mengenai/menyentuh biji bekel maka pemain tsb gugur. Dan pemain yang menang yaitu mereka yang sanggup menyesaikan permainannya lebih dulu.
13. Gobak Sodor
Ya, permainan tradisional ini sarat akan kolaborasi tim dan strategi. Untuk memainkannya diharapkan 2 tim. 1 tim terdiri dari 4-5 orang. Untuk properti nyakita hanya menciptakan garis dilapangan ibarat ini
Tujuan dari permainan ini yaitu menghadang lawan supaya lawan tidak lolos mencapai garis akhir.
14. Egrang
Egrang terbuat dari 2 batang bambu yang setiap bambu nya dipasang kayu untuk pijakan kaki.
Pemain harus bangun di atas egrang sambil menjaga keseimbangan. pemain yang mencapai garis finish terlebih dahulu yaitu pemengang nya.
15. Bentengan
16. Boi-Boian
17. Bola Kasti
18. Dorong Ban atau Selang yang Dibentuk Seperti Ban
19. Gasing
20. Jentik atau Bentik atau Gatrik
21. Masak-masakan
22. Hujan-hujanan
23. Tarik Tambang
24. Balap Karung
25. Bakiak
26. Rorodaan
27. ABC an
28. Yoyo Kayu
29. Dam-daman
30. Dokter-dokteran
31. Karambol
32. Kapal Air Mainan atau Otok-otok
Sangat miris di abad ketika ini, dimana abad teknologi mulai berkembang dan belum dewasa mulai di fasilitasi orang renta mereka untuk bermain game dengan perangkat teknologi yang mumpuni. Tak heran bila belum dewasa ketika ini pun mulai menjadi lebih individualistik dan introvert.
Sebenarnya masih banyak permainan tradisional lainnya yang sudah hampir punah. Kami akan membahasnya di artikel selanjutnya.
Semoga kita sanggup terus melestarikan kebudayaan nenek moyang kita. Meskipun jaman sudah modern, tapi tidak ada salahnya bermain permainan tradisional.
Sumber aciknadzirah.blogspot.com