√ 4 Film Petualangan Terbaik Yang Terinspirasi Dari Dongeng Nyata
Jika kau seseorang yang suka menantang diri, pastinya kau bakalan tertarik dengan film-film bergenre petualangan. Film petualangan biasanya akan memancing daya imajinasimu untuk ikut terlibat dalam film yang kau tonton, selain itu biasanya kau juga akan gampang mengikuti alur ceritanya sebab film petualangan biasanya lebih sistematis dan lebih sedikit flash back, mempunyai unsur dongeng yang fun, fresh, unik , cocok ditonton oleh semua kalangan usia, dan kondusif ditonton bersama keluarga tercinta menghabiskan waktu liburan dirumah.
Sedikit bercerita perihal petualangan. Dalam petualangan yang biasa dilirik ialah kemana kau akan pergi dan dengan siapa kau akan pergi, itu sangat penting sebab tujuan yang kau pilih akan memilih bagaimana perjalananmu akan berlangsung, sedangkan partnermu ialah orang yang akan mempengaruhi psikologismu dikala kau melaksanakan petualangan.
Banyak haru biru dalam melaksanakan petualangan, selain menantang adrenalin, kau juga akan diuji fisik dan mentalmu untuk bertahan di alam. Karena bicara pretualangan berarti menantang diri sendiri, mengendalikan diri. Apakah kau mampu melewatinya atau kau akan gugur di tengah jalan.
Tak lebih tak kurang persiapan perlengkapan yang memadai juga turut andil dalam memilih nasibmu dikala berpetualang.
Daftar Film Petualangan Terbaik
Berbagai film petualangan yang bersifat fantasi, action, fiksi, dan non fiksi. Kali ini kita akan mengulas beberapa film petualangan terbaik yang pernah ada dengan kategori non fiksi alias kisah konkret dari pelaku-pelaku petualangan yang pernah mengalaminya secara langsung. Apa aja sih???
1. Everest

Film ini merupakan kisah konkret yang pernah terjadi pada tanggal 10 Mei 1996. Dimana pada dikala itu terjadi tornado salju yang menerjang gunung Everest dan menewaskan kurang lebih delapan pendaki dalam sehari yang melaksanakan expedisi di gunung tersebut.
Peristiwa tersebut merupakan kejadian terburuk dalam sejarah korban tewas di Everest pada dikala itu. Seorang penulis, Jon Krakauer, yang berhasil mencapai puncak tersebut pada tahun 1996, menceritakan kembali insiden mengerikan tersebut dalam bukunya yang berjudul Into Thin Air.
Dari kisah konkret diatas diangkatlah film Everest ini pada tahun 2015, sebuah pertualangan pertahanan hidup melawan kematian. Dibintangi oleh sederet artis hollywood mirip Jason Clarke, Josh Brolin, Jhon Hawkes, Robin Wright, Michael Kelly, Sam Worthington, Keira Knightley, Emily Watson, dan Jake Gyllenhaal.
Pelajaran yang dibisa dipetik dari film ini ialah harus tetap melihat kondisi cuaca dan tidak melawan alam. Karena peralatan yang lengkap dan fisik yang berpengaruh tidak sebanding dengan kondisi alam yang sewaktu-waktu dapat saja tidak dekat dan tetap mendengarkan intruksi dari pemimpin lapangan. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa ya!!
2. 127 Hours

Berawal dari kisah nyata, kejadian naas yang dialami seorang petualang berdarah Amerika Serikat, yaitu Aron Ralston menciptakan orang yang menyaksikan film perihal dirinya dikabarkan banyak yang pingsan.
Pada tahun 2003, terjadi sesudah setahun ia tetapkan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai seorang teknisi di perusahaan terkemuka dunia yaitu Intel.
Dia tetapkan untuk mendaki ke semua gunung yang sudah ia angap sebagai rumah keduanya yaitu semua gunung yang menjadi serpihan dari Colorado’s Fourteeners dimana gunung-gunung di Colorado mempunyai tinggi lebih dari 14.000 ribu kaki.
Dari sinilah kisah bermula dan pada hasilnya ia terjebak dan agresi dimana ia harus mengamputasi tangannya sendiri. Tentu perjalanan kali ini bukanlah pertama kalinya bagi Aron.
Film ini diangkat dari buku yang ditulis oleh Aron sendiri yang berjudul Between a Rock and a Hard Place dan ditayangkan pada tahun 2010. Dengan dibintangi oleh bintang film James Franco, Kate Mara, dan Amber Tamblyn.
Film ini berusaha menceritakan persis bagaimana kejadian konkret itu berlangsung dan menekankan bagaimana seseorang yang melawan dirinya dalam keadaan hidup dan mati. Perjuangan untuk terus bertahan hidup, hingga mengalami halusinasi jawaban kurangnya oksigen dan juga haus serta lapar yang melanda.
Pelajaran yang dapat diambil dari film ini ialah pentingnya untuk mengabarkan kepada sanak kerabat kita, kemana kita akan berkelana apalagi meminta izin dan melihatkan betapa berharganya hidup yang kita miliki meski hanya 1 detik.
3. Into The Wild

Terinspirasi dari kejadian nyata, film ini dikembangkan menurut kisah seorang petualang yang meninggal di Alaska pada tahun 1992 berjulukan Christopher Johnson McCandless, Ia ialah seorang tumpangan Amerika dan menganti namanya menjadi Alexander Supertramp.
Christoper memulai petualanganya sesudah tahu bahwa orangtua yang ia sayangi seolah-olah telah membohonginya selama ini. Berlatarkan sebagai anak dari keluarga kolongmerat tidak membuatnya puas, sehingga ia pergi dari lingkungan sosialnya dan meninggalkan semua hal bersifat duniawi demi mencari jati diri.
Sepanjang perjalanannya dalam berpetualang ia menemukan banyak pelajaran perihal kebahagian yang diperoleh dari kekerabatan antar manusia, namun ia tetap bersikukuh pada dirinya bahwa kebahagian dapat diciptakan sendiri.
Seakan-akan ia menyatakan bahwa dirinya anti sosial. Hingga pada hasilnya sesampai di Alaska, berjuang untuk bertahan hidup dari rasa sakit yang ia alami sesudah memakan makanan yang mengandung racun, Cristoper berhalusinasi dan memimpikan orang-orang yang ia sadari.
Dari kejadian yang menimpanya timbulah rasa penyesalan dalam diri, bahwa kebahagian bergotong-royong yang ia cari sudah ada pada dirinya selama ini dan itu membuatnya kembali berharap untuk dapat diberi kesempatan hidup.
Namun, sayangnya janjkematian berkata lain. Christopher ditemukan meninggal di dekat danau Wentitika di Denali National Park Preserve dengan berat 30 kg.
4. Wild

Sama-sama memakai kata Wild, film ini dianggap ibarat film Into The Wild. Namun, dapat digaris bawahi meski alur ceritanya dapat dibilang sama tapi kisah konkret serta awal mula dari dongeng ini berbeda, tentunya gender yang memerankan tokoh utamanya pun juga berbeda.
Bertolak belakang dengan Christopher yang memulai petualangannya sebab mencicipi kekecewaan pada orang disekitarnya dan pergi untuk menyendiri menemukan jati diri, Chery Strayed memulai petualangannya menurut rasa penyesalan serta ingin menebus kesalahan yang telah ia lakukan di masa kemudian demi ibunya tercinta yang sudah usang meninggal.
Dengan berbekalkan perlengkapan seadanya dan tanpa pengalaman, ia menerobos masuk dalam dunia pertualangan ia menjelajahi Pacific Trail seorang diri, tanpa mempedulikan apa yang akan menunggunya di depan sana.
Sepanjang menyusuri Trail mengalami beberapa kali frustasi dan ingin menyerah, namun tekadnya semakin bundar sesudah ia sadar apa yang menjadi keputusannya itu.
Film ini didasarkan dongeng eksklusif yang ditulis Chery Strayed sendiri, yang menjadi penulis sesudah memperoleh hikmah dari perjalanannya.
Pelajaran yang dapat diambil dari film ini yaitu terkadang seseorang perlu merenungi diri sendiri untuk meratapi perbuatanya. Namun, bukan berarti harus frustasi dan terpuruk dalam waktu yang lama. Kita dapat mencari solusi dari dalam diri kita dan janji untuk melakukanya semoga tidak terjatuh pada kesalahan yang sama.
Sumber aciknadzirah.blogspot.com