√ Apa Penyebab Buah Tomat Retak? Bagaimana Mengatasinya?
KabarTani.com – Beberapa hari yang lalu, ada sahabat tani yang membuatkan pengalamannya dalam mengatasi retak kulit pada tomat. Apa penyebab buah tomat retak? buah tomat sanggup retak atau pecah kulitnya lantaran terlalu cepat dalam menyerap air.
Indikasi tomat yang berkualitas sanggup dilihat dari fisiknya mulai dari warna, bentuk, ukuran, kemulusan, serta mengkilap atau tidaknya kulit buahnya. Selain itu kita juga sanggup dinilai dari segi kerenyahan, tekstur, bobot kering, rasa serta kandungan zat gizinya.
Namun apa jadinya kalau buah tomat mengalami cacat? ibarat retak buah, tentu hal ini sanggup menurunkan kualitasnya. Retak pada kulit tomat merupakan salah satu problem serius yang dihadapi oleh para petani tomat.
Simak juga Cara Menanam Tomat Dalam Polybag, Cocok Untuk Diterapkan Di Lahan Yang sempit
Menurut Ghebremariam (2005) pecah buah terbagi menjadi beberapa tipe yakni fruit bursting, radial cracking, concentric cracking serta cuticle cracking (russeting).
Menurut Dorais et al. (2001) umumnya, pecah buah disebabkan oleh kecepatan perpindahan air dan gula ke dalam buah dikala elastisitas kutikula dan resistensi kulit buahnya melemah saat periode pemasakan.
Banyaknya kultivar tomat yang tidak resisten terhadap pecah buah, dilaporkan merupakan salah satu penyebab utama yang memperparah kondisi pecah buah tomat (Dorais et al., 2001). Disamping sensitivitas genetik terhadap pecah buah, jenis tanah serta RH juga mempengaruhi terjadinya pecah buah (Simon, 2006).
Beberapa faktor lain yang dilaporkan menjadi penyebab terjadinya pecah buah yakni pruning pada daun dan buah, kelembaban tanah, kelembaban udara, cahaya dan suhu (Maboko, 2006).
Masarirambi et al. (2009) melaporkan bahwa pecah buah biasanya terjadi dengan cepat ketika terdapat banyak air dan suhu yang tinggi, khususnya terjadi ketika memasuki periode stres. Salah satu pola pecah buah pada tomat yakni radial cracking dan concentric cracking seperti gambar dibawah ini.

Pengendalian pecah buah memainkan peranan yang penting untuk mengurangi kerugian ekonomi di lapang. Pecah buah sanggup dikendalikan dengan memakai kultivar yang tidak gampang pecah sekalipun terjadi ketidakseimbangan air dan hara (Cline and Trought, 2007; Kennely, 2009).
Young (1959) melaporkan bahwa,pecah buah tipe radial cracking disandi oleh dua pasang gen mayor, yakni cr cr dan rl rl. Resistensi pecah buah ditemukan berasosiasi dengan warna merah muda pada buah, banyaknya jumlah buah pertanaman, jumlah lokus per buah, diameter buah serta teknik budidaya.
Cline dan Trought (2007) melaporkan bahwa proteksi GA3 kuat konkret terhadap penambahan ketebalan epidermis dan lapisan kutikula dari buah yang pada alhasil mempengaruhi resistensi terhadap pecah buah.
Simak juga Keunggulan Dan Cara Menanam Tomat Dengan Metode Terbalik
Yildirim dan Koyuncu (2010) menambahkan bahwa proteksi GA3 sebelum panen juga sanggup menurunkan index pecah buah pada cherry.
Beberapa cara lain yang sanggup dipakai untuk mengendalikan pecah buah pada tomat yaitu
- Memanen buah sebelum tomat terlalu masak (Cheryld et al.,1997),
- Menggunakan teknik budidaya yang rendah paparan suhu dan cahayanya (Maboko, 2006),
- Pemasangan ajir pada tomat (Cheryld et al.,1997), serta
- Meminimalisir terjadinya fluktuasi (berlebihan) air tanah (Peet dan Willlits, 1995).
Lalu apakah tomat yang retak kulitnya masih bisa dikonsumsi?
Tentu saja masih bisa. Petik buah tomat yang retak kulitnya secepatnya, sebelum didahului oleh seranggan lainnya, kemudian buang cuilan yang retak.
Simak juga Penyebab Tomat Gagal Berbunga dan Rontok
Demikianlah isu mengenai Apa Penyebab Buah Tomat Retak? Bagaimana Mengatasinya?, biar sedikit isu ini sanggup bermanfaat bagi sahabat tani sekalian, Terima kasih.
Sumber https://kabartani.com