Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Menguak Kabar Impor Kentang Menciptakan Para Petani Kentang Didataran Tinggi Dieng Mengalami Kerugian

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Menguak kabar Impor Kentang menciptakan para petani kentang didataran tinggi dieng mengalami kerugian, kerugian ditafsir sebesar Rp. 360 Miliar per Tahun, hal ini diketahui  setelah diketemukannya kentang-kentang impor segar yang beredar dan dijual di pasar tradisional, kabarnya kentang impor ini dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga kentang lokal, bersama-sama  impor kentang ini sudah terjadi semenjak awal tahun 2016 ini.


sepanjang Januari sampai September 2016, volume impor kentang mencapai angka 65.195,11 ton. Hal ini diungkapkan oleh Henry Saragih, Selaku Ketua Umum Serikat Petani Indonesia, selain itu Henry juga mengemukakan, argumentasi pembenaran dari pemerintah terkait kebijakan impor tersebut ialah bahwa impor hanya dilakukan untuk keperluan industri dan tidak akan dilepas di pasar tradisional untuk konsumsi rumah tangga.


Henry Saragih juga memaparkan bahwa pada bulan April 2016, Ditjen Hortikultura Kementan menyatakan bahwa impor kentang bukanlah kentang mentah, melainkan kentang yang sudah berbentuk olahan. Pernyataan tersebut merupakan pembohongan publik, dan pada kenyataannya banyak kentang impor beredar di pasar tradisional dalam bentuk kentang segar. Pernyataan tersebut juga bertentangan dengan data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik, yang mengatakan adanya impor kentang segar dengan Kode HS-0701900000 sebesar 18.674 ton sepanjang Januari sampai September 2016.


Henry juga mengemukakan, fenomena tingginya impor kentang, umumnya tidak sanggup disangkal lagi ialah dampak dari penerapan perdagangan bebas di Indonesia.




Sumber https://kabartani.com