Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Tradisi Unik, Beri Makan Pohon Dengan Nasi Dipercaya Dapat Suburkan Tanaman

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Ada tradisi unik yang biasa dilakukan para penduduk desa di Provinsi Hubei yang berada di Tiongkok, dalam membantu proses pertumbuhan pada pohon. Penasaran?


Dalam ilmu pengetahuan dipelajari bahwa proses pertumbuhan pohon dimulai saat masih berupa biji atau bibit, kemudian beberapa hari kemudian mulai tampak bab batang dan daun-daun kecil yang bermunculan, lama-kelamaan batang pohon menjadi kulit kayu dan daun-daun mulai tumbuh lebat.


Sama menyerupai halnya makhluk hidup lainnya, pohon juga memerlukan asupan makanan, namun yang membedakan, dalam pertumbuhannya pohon memerlukan sinar matahari, karbon dioksida, dan unsur mikro maupun makro yang berasal dari dalam tanah.


Namun, sebuah desa yang berada di Tiongkok, mempunyai tradisi unik dalam memberi makan pohon, mereka benar-benar memberi makan pohon selayaknya memberi makan kepada insan maupun hewan.


Penduduk Enshi Tujia dan Miao, sebuah desa yang terletak di Provinsi Hubei di Tiongkok, mempunyai tradisi unik yaitu memberi makan pohon dengan nasi putih setiap tahun, terutama pada awal ekspresi dominan semi atau tahun gres Imlek. Mereka mempercayai bahwa memberi makan pohon dengan nasi putih ini bisa membantu menyuburkan pohon itu, sehingga dibutuhkan bisa menghasilkan buah yang banyak.


Ada segelintir orang mungkin beranggapan bahwa hal yang dilakukan oleh penduduk desa tersebut merupakan suatu hal yang sangat bodoh, alasannya ialah untuk membantu menyuburkan dan meningkatkan pertumbuhan pohon sehingga menghasilkan buah yang banyak seharusnya memakai pupuk.


 Ada tradisi unik yang biasa dilakukan para penduduk desa di Provinsi Hubei yang berada di √ Tradisi Unik, Beri Makan Pohon dengan Nasi Dipercaya Bisa Suburkan Tanaman


Beberapa orang merasa bahwa tradisi ini merupakan hal yang sadis, karena dalam proses proteksi makan kepada pohon, penduduk desa harus merobek bab batang pohon, sehingga kulit pohon akan mengelupas, sesudah itu nasi akan diletakan di batang pohon. Hal ini justru akan melukai tanaman.


Di lain sisi, para penduduk desa yang menjalankan tradisi ini beropini bahwa apa yang mereka lakukan bukan hanya menyerupai yang dilihat kebanyakan orang, yaitu sekadar memberi makan pohon, tapi mereka mengaku juga memberi makan kepada “roh pohon”.


Para penduduk percaya bahwa setiap pohon mempunyai roh yang patut dihormati dengan cara memberi mereka makan dengan nasi putih. Satu hal yang pasti, tradisi ini begitu menarik dan banyak menjadi pembicaraan di banyak sekali penjuru dunia.


Oleh: Yulia Yulee



Sumber https://kabartani.com