Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Dampak Iklim Yang Tak Menentu Terhadap Tanaman

Konten [Tampil]

KABARTANI.COM – Pengaruh Iklim Yang Tak Menentu Terhadap Tanaman. Sobat akhir-akhir ini kondisi iklim dan trend di Indonesia sangat sulit diprediksi. Dengan kondisi yang demikan maka peluang untuk terjadinya kegagalan dalam menanam tumbuhan sangat besar. Untuk itu kita harus lebih waspada dan berhati-hati terhadap perubahan iklim yang tak menentu ini.


Berikut ini 5 efek jelek perubahan iklim terhadap pertanian:



  • Pengaruh Suhu dan Radiasi Matahari


Pengaruh iklim terhadap tumbuhan diawali oleh efek eksklusif cuaca terutama radiasi dan suhu terhadap fotosintesis, respirasi, transpirasi dan proses-proses metabolisme di dalam sel organ tanaman. Fotosintesis hanya berlangsung siang hari. Adapun intensitas respirasi daun sepenuhnya dipengaruhi oleh suhu udara dan berlangsung secara terus-menerus sepanjang umur tanaman.


Maka semakin rendah suhu udara harian akan semakin rendah penggunaan karbohidrat untuk respirasi. Produksi gugus karbohidrat netto harian pada tumbuhan merupakan produk bruto fotosintesis siang hari dikurangi pemanfaatan untuk respirasi selama 24 jam. Maka pada kisaran toleransi, semakin tinggi intensitas radiasi PAR yang berlangsung semakin lama, disertai suhu udara yang rendah akan menghasilkan produk fotosintesis netto yang semakin tinggi.


Fotosintesis : 6H2O + 6CO2 + Energi PAR → C6H12O6 (glukosa) + 6O2

Respirasi : C6H12O6 + O→ 6O2 + 6H2O + Energi


Proses fotosintesis dan respirasi tergantung pada efek radiasi surya, gas CO2 dan O2 di atmosfer, kadar air di kawasan perakaran (tanah), efek suhu udara dan suhu tanah. Sedangkan seluruh unsur khususnya iklim mikro di sekeliling tumbuhan saling berinteraksi. Dapat disimpulkan fotosintesis dan respirasi dipengaruhi eksklusif oleh unsur cuaca/iklim utama yaitu radiasi surya dan suhu sebagai faktor utama (main factors) dan unsur-unsur lainnya sebagai pendukung (cofactors).


Radiasi surya (matahari) terdiri atas :



  • intensitas radiasi (kal/cm2/menit , W/m2)Radiasi surya, suhu udara dan suhu tanah akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan perkembangan, kuantitas produksi dan mutu hasil panen.



  • intensitas cahaya/PAR (foot candle, lux, lumen) adalah ketersediaan cahaya sebagai sumber energi untuk pembuatan karbohidrat.  

  • lama penyinaran (jam/hari, %)

  • panjang hari (jam/hari).


Pengaruh suhu terhadap tumbuhan terutama pada proses fisiologi tumbuhan ibarat : bukaan stomata (mulut daun), laju transpirasi, laju perembesan nutrisi dan air, fotosintesa dan respirasi. Peningkatan suhu hingga titik optimum akan diikuti oleh proses diatas. Jika melewati titik optimum maka proses tersebut mulai  dihambat baik secara fisik maupun kimia, dan menurunnya acara enzim).



  • Pengaruh Angin dan Kecepatan Angin


Angin merupakan salah satu unsur cuaca yang sanggup besar lengan berkuasa terhadap lingkungan baik secara eksklusif maupun tidak langsung. Secara luas angin akan mempengaruhi unsur cuaca yang lain ibarat suhu, kelembaban udara maupun pergerakan awan. Arah datangnya angin akan besar lengan berkuasa terhadap kandungan uap air yang dibawanya. Ketika angin banyak mengandung air maka akan terbentuk awan. Hal ini terjadi pada ketika awal trend hujan. Selain itu, angin yang banyak mengandung uap air akan meningkatkan kelembaban udara dan sanggup pula menurunkan suhu udara.


Angin dalam budidaya pertanian dapat besar lengan berkuasa eksklusif ibarat merobohkan tanaman. Namun efek angin secara tidak eksklusif sangat komplek baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi tanaman. Dengan adanya angin maka akan membantu dalam penyerbukan tumbuhan dan pembenihan alamiah. Namun  kelemahannya juga akan terjadi penyerbukan silang dan penyebaran benih gulma yang tidak dikehendaki. Selain itu angin merupakan salah satu penyebar hama dan patogen yang sanggup mempertinggi serangan hama san penyakit yang akan sangat merugikan. 


Angin yaitu udara yang bergerak dari kawasan bertekanan tinggi ke kawasan yang bertekanan rendah. Dalam mengukur kecepatan angin terdapat istilah kecepatan angin rata-rata. Kecepatan angin rata-rata yaitu jumlah seluruh kecepatan angin pada ketika pengamatan di bagi dengan jumlah pengamatan tanpa memperhatikan arah angin. Alat untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer. Kecepatan angin sanggup diukur dalam satuan meter per detik, kilometer per jam, atau knot (1 knot– sekitar 0,5 m/s). Arah angin diukur dalam satuan derajat yaitu utara 360°, selatan 180°, timur 90°, barat 270°, dan seterusnya. Beberapa pola angin yang diberi nama sesuai dengan arah datangnya angin yaitu angin darat yaitu angin yang tiba dari darat menuju lautan dan angin laut, yaitu angin yang menuju darat dari lautan.



  • Pengaruh Curah Hujan


Curah hujan (mm) mempengaruhi tumbuhan melalui  proses evaporasi (proses kesediaan air pada pori-pori tanah yang menguap alasannya yaitu peningkatan suhu dan radiasi surya). Jika curah hujan tinggi maka cadangan air yang ada di permukaan tanah (pori-pori tanah) lebih besar dibandingkan dengan penguapan air jawaban proses evaporasi. Fungsi air bagi tumbuhan :



  1. Penyusun badan tumbuhan sekitar 70% – 90 %

  2. Sebagai pelarut dan media reaksi biokimia pada tanaman

  3. Medium (perantara) pembawa senyawa (molekul) nutrisi/hara (seperti ; nitrogen/kalium/kalsium/fosfor,dll) bagi tanaman.

  4. Berperan pada proses pembelahan sel pada tanaman

  5. Sebagai materi baku foto sintesa

  6. Menjaga suhu tumbuhan biar tetap konstan



  • Pengaruh Kelembaban udara


Perkembangan hama dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim baik eksklusif maupun tidak langsung. Yaitu oleh temperatur, kelembaban udara dan fotoperiodisitas (perbedaan lamanya siang dan malam) besar lengan berkuasa eksklusif terhadap siklus hidup, usang hidup, serta kemampuan diapause (masa hibernasi atau aestivasi ) serangga.


Hibernasi ; masa istirahat hewan/ binatang di musim dingin/ hujan.


Aestivasi : masa istirahat hewan/ binatang di musim panas/ kemarau.


Catatan : Pengaruh insiden iklim ekstrim sering kali menstimulasi ledakan (outbreak) beberapa hama dan penyakit utama tumbuhan padi, ibarat tikus, penggerek batang, wereng coklat dan tungro.



  • Pengaruh Tekanan Udara


Pengaruh tekanan udara terhadap tumbuhan mungkin tidak bersifat langsung. Tekanan udara mempengaruhi terhadap proses penyediaan lengas tanah (cadangan air pada permukaan atas tanah) melalui proses pengembunan uap air diudara.  Jika tanah memiliki lengas tanah yang tinggi, maka akan membantu proses perkecambahan benih tumbuhan yang ditanam di atas permukaan tanah.  Penurunan cadangan lengas tanah bisa dihindari dengan memasang mulsa, dan tumbuhan peneduh biar suhu udara dan suhu tanah tidak meningkat yang sanggup memacu peningkatan penguapan air pada permukaan tanah (evaporasi).




Sumber https://kabartani.com