Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Cara Menciptakan Pupuk Dari Kulit Pisang

Konten [Tampil]

KABARTANI.COM – CARA MEMBUAT PUPUK DARI KULIT PISANG. Tanaman yang kita tanam dalam pot baik itu flora buah maupun flora bunga memerlukan banyak kalium (K) dan fosfor (P) untuk proses pembungaan. Tumbuhan di dalam pot memperoleh Kalium dan fosfor dari mineral-mineral yang berada di media tanam, akan tetapi jumlahnya sangat terbatas atau konsentrasi yang sedikit.


Agar flora dalam pot rajin berbunga dan berbuah, perlu adanya pelengkap suplai Kalium dan Fosfor di dalam media tanam untuk menunjang proses pembungaan dan pembuahannya.


Kulit buah pisang mengandung 15% Kalium dan 12% Fosfor lebih banyak daripada daging buah. Keberadaan Kalium dan Fosfor yang cukup tinggi sanggup dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk.


Pupuk kulit buah pisang yaitu sumber potensial pupuk potasium dengan kadar K2O 46-57% basis kering. Selain mengandung Fosfor dan Potasium, kulit pisang juga mengandung unsur Magnesium, Sulfur, dan Sodium.


Potasium yaitu unsur hara mikro yang membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula, serta membantu pengangkutan gula dari daun ke buah, memperkuat jaringan flora serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.


Potasium juga merupakan unsur hara mikro yang banyak dipakai petani kelengkeng khususnya petani kelengkeng itoh untuk membuahkan flora kelengkengnya. LembahPinus.Com sudah menerangkan manfaat penggunaan pupuk kulit pisang ini pada flora mangga namdokmai dan kelengkeng aroma durian yang sekarang tengah berbunga.


Magnesium yaitu unsur yang keberadaannya alasannya selain diharapkan di dalam pembentukkan klorofil juga berperan sebagai katalisator di dalam absorpsi unsur P dan K oleh tanaman.


Pupuk kulit pisang yang baik yaitu pupuk kulit pisang yang dilengkapi dengan mikroorganisme pelarut pospat alasannya flora tidak sanggup pribadi menyerap pospat pribadi dari media tanam. Pospat/Phosphorus oxide / phosphate sebagai unsur kimia dalam bentuk ikatan P2O5 tidak sanggup diserap pribadi oleh tanaman, melainkan akan diserap dalam bentuk ion PO4— di sinilah tugas mikroorganisme pelarut pospat diperlukan.


Demikian pula dengan unsur Kalium yang biasanya terdapat di dalam pupuk dalam bentuk ikatan K2O yang perlu diubah menjadi ion K+ oleh mikroorganisme.


Sodium atau Natrium (Na) yaitu unsur yang sanggup ditemukan pada garam dapur (NaCl), alasannya kemiripan Kalium dengan Natrium dalam hal mengatur rumah tangga air dalam badan flora sehingga proses fotosinthesis sanggup terus berlangsung, pada banyak perkara garam dapur bahkan vetsin (MSG – Mono Sodium Glutamat) sering dipakai sebagai pupuk flora oleh para ibu – ibu rumah tangga.


Unsur Sodium / Natrium mempunyai sifat higroskopis, artinya bahwa unsur ini gampang menyerap air dan menahan air cukup kuat, sehingga flora tahan akan kekeringan. Unsur Natrium membantu proses transportasi dalam badan flora sehingga hasil-hasil fotosintesis sanggup dibawa dan diakumulasi pada tempat-tempat penyimpanan.


Pupuk organik yang baik juga mengandung mikroba penambat nitrogen yang akan mengikat unsur nitrogen pribadi dari udara supaya gampang diserap oleh akar flora dan mikroba yang bersifat antagonis pada penyakit akar. Disinilah tugas bioaktivator dekomposisi diperlukan.


STARDEC yaitu bioaktivator yang dipakai di dalam proses pembuatan pupuk kulit pisang pada bahasan kali ini. Selain berisi mikroba-mikroba di atas yang bersifat probiotik, STARDEC dipilih untuk alasan kepraktisan. STARDEC yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di lingkungan aerob sehingga didalam proses pembuatannya tidak memerlukan penutupan timbunan materi pupuk oleh lembaran plastik. Proses pembuatan pupuk secara aerob mempunyai laba tidak mengakibatkan amis busuk dan gas metan yang merusak lapisan ozon bumi.


Langkah-langkah pembuatan pupuk kulit pisang berkualitas :

Bahan:

– 200 Kg kulit buah pisang dipotong kecil-kecil.

– 0,5 Kg Stardec

– 1/2 karung sekam bakar


Pembuatan:


– Campur secara merata Potongan kulit pisang, sekam bakar, dan bioaktivator STARDEC.

– Buat timbunan setinggi 60 Cm

– Buat timbunan setinggi 60 Cm

– Jaga kelembaban 60%

– Pupuk akan matang pada ahad ke 4 atau sehabis suhu kompos normal (37° C)



Sumber https://kabartani.com