Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Ratusan Warga Terjangkit Malaria

Konten [Tampil]
JEPARA - Ratusan warga di Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara diduga terkena malaria. Hal itu terjadi dalam rentang waktu Desember 2011 sampai Januari 2012.

Awal mula ada warga yang sakit malaria di RT 8 RW 3. Kemudian menyebar ke RT 7 RW 3 selanjutnya melebar di Dukuh Pailus.

Kepala Desa Karanggondang Markadi mengemukakan, ada sekitar 150 warga yang sakit. Keluarga yang awalnya sakit ialah Kasri di RT 8 RW 3. ''Di rumah itu satu keluarga terdiri atas empat orang menderita sakit. Setelah itu merembet sampai satu dukuh. Petugas dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas sudah mengecek,'' ungkapnya.


Markadi menuturkan, sakit yang diderita warganya ialah malaria dan sudah diperiksa di Puskemas Mlonggo. Dia juga menyebutkan, sudah ada beberapa warganya yang terpaksa menginap di Puskesmas.

''Sudah ada juga dukungan obat dari DKK. Tapi, yang harus diperhatikan ialah kelanjutannya lantaran masih ada yang belum benar-benar pulih,'' ucapnya.

Pemerintah Desa, lanjut Markadi, juga berupaya mengantisipasi biar tidak semakin parah dengan melaksanakan gerakan kebersihan lingkungan pada Jumat (27/1) lalu.

Selain itu, pada Selasa (31/1) juga beberapa dokter muda Undip Semarang ikut tiba memberi penyuluhan.

''Kondisi ini gres kali ini terjadi di desa kami. Saya tidak tahu niscaya penyebabnya. Tapi, beberapa waktu kemudian memang ada beberapa warga kami yang merantau di luar Jawa pulang. Saya kurang tahu, apakah itu ada pengaruhnya atau tidak,'' tuturnya.

Dua kali

Terpisah, Endang Listiani (27), warga RT 8 RW 3, yang terkena penyakit tersebut mengungkapkan, dua kali masuk ke puskesmas. Pertama, pada final Desember. Kedua, awal Januari.

''Masuk puskesmas dua kali, lantaran sehabis masuk awal Desember, selama sepekan sudah sehat tiba-tiba drop lagi dan masuk lagi selama lima hari,'' tuturnya.

Dia menyebutkan, tanda-tandanya ialah demam, gemetar, dan linu. Dengan kondisi itu, Endang tidak sanggup beraktivitas. ''Rasanya lemas, kaki ini menyerupai tak berpengaruh untuk menopang,'' ujar dia.

Kristianto, perangkat desa, mengungkapkan, ketika warga ada yang sakit kesulitan mengurusi jaminan kesehatan. Dia menuturkan, ada beberapa warga yang keluar biaya lantaran dugaan sakit malaria.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Bambang Dwiposuwignyo ketika dimintai konfirmasi menyebutkan, deteksi awal Puskesmas Mlonggo ialah malaria. Itu diketahui sehabis dilakukan cek laboratorium pada salah seorang warga.

''Mendapat laporan itu, kemudian kami tindaklanjuti dengan laporan ke Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Pada final Januari, risikonya dinyatakan negatif. Meski demikian, kami tetap memperlihatkan dukungan obat dan vitamin,'' tuturnya.

Disinggung penyakit yang diderita warga tersebut, ujar Dwipo, sakit biasa yang disebabkan oleh hal lain, menyerupai lemas sanggup lantaran anemia.

''Yang jelas, langkap proaktif Puskesmas Mlonggo proaktif mendeteksi sudah baik. Tapi, ketika dicek lagi dari Jateng ternyata negatif,'' tuturnya. (H75-57)

Sumber http://mtsmafaljpr.blogspot.com