Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Gulma Babadotan Sebagai Pestisida Dan Pupuk Organik

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Siapa sangka gulma Babadotan atau Bandotan mempunyai kandungan kimia yang sanggup kita manfaatkan sebagai pestisida dan pupuk organik. Dalam pembagian terstruktur mengenai makhluk hidup, babadotan masuk dalam divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, kelas Dicotyledonae, bangsa Asterales.


Suku : Asteraceae/Compositae, warga Ageratum,

Jenis: Ageratum conyzoides Linn.


Peran tumbuhan/gulma rawa di dalam ekosistem pertanian sanggup dipandang sebagai organisme pengganggu tanaman, alasannya yakni mempunyai daya kompetisi yang tinggi, sanggup tumbuh secara cepat, dan daya serap yang tinggi terhadap unsur-unsur yang tersedia di tanah.


Namun tidak semua tumbuhan/gulma menjadi musuh bagi petani. Di sisi lain, penggunaan gulma secara pribadi maupun tidak langsung, sangat bermanfaat untuk materi baku pupuk, industri, obat-obatan, sayuran, biofilter, makanan ternak, makanan ikan, inang hama, dan alat penjernih limbah cair rumah tangga.


Penggalian banyak sekali potensi gulma itu, telah banyak yang melaporkan, dilakukan melalui pengetahuan kearifan lokal, Dari beberapa hasil penelitian diketahui bahwa gulma Babadotan atau Ageratum conyzoides Linn, sanggup dipakai sebagai pupuk organik dan materi insektisida nabati. Karenanya, gulma ini dirasakan cukup mengganggu di perkebunan.


Namun di balik itu, Ageratum sanggup dipakai sebagai obat, pestisida dan herbisida, bahkan untuk pupuk nabati pun sanggup meningkatkan hasil produksi tanaman.


Simak juga Membuat POC Dari Tanaman Marenggo & Bandotan Yang Kaya Akan Unsur N (UREA)


Kandungan kimia yang terkandung dalam babadotan yakni saponin, flavanoid, polifenol, kumarine, eugenol 5%, HCN dan minyak atsiri. Bagian tumbuhan yang dipakai sebaPupukgai pestisida nabati yakni daun. Cara kerjanya yakni penolak (repellent) dan menghambat perkembangan serangga. (S. Asikin)



Sumber https://kabartani.com