Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Tumpang Sari Singkong-Kacang Tanah Dengan Teknik Double Row

Konten [Tampil]

Kabartani.comTumpang sari singkong-Kacang Tanah dengan Teknik Double Row. Singkong sanggup ditanam sebagai tumbuhan tunggal (monokultur), maupun bersama tumbuhan lain secara tumpang sari atau tumpang sisip.


Bagi sahabat tani yang mengutamakan hasil singkong, namun ingin memperoleh embel-embel penghasilan dari kacang-kacangan, jagung maupun padi gogo, maka sanggup memakai teknik double-row (baris ganda) ini.


Dengan menerapkan teknik ini, sahabat tani memungkinkan untuk menanam dua kali tumbuhan kacang-kacangan, tanpa mengurangi hasil panen singkong. Dengan sistem ini, petani lebih cepat mendapat hasil tunai dari panen kacang-kacangan sementara menunggu tumbuhan singkong sanggup dipanen.


Pada dasarnya teknik ini ialah menggabungkan tiga macam kebijaksanaan daya, yakni :



  • Budi daya monokultur tumbuhan kacang tanah pada ekspresi dominan pertama (awal ekspresi dominan hujan).

  • Tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang di atur secara baris ganda (double-row) (umur kacang tanah 20 hari).

  • Budi daya lorong tumbuhan kacang-kacangan di antara ubi kayu pada ekspresi dominan kedua (menjelang selesai ekspresi dominan hujan)


1. Penanaman kacang tanah (pada awal ekspresi dominan hujan-1)


Persiapan Benih


Benih berkualitas merupakan salah satu syarat utama dalam budidaya kacang tanah. Pengunaan benih bermutu akan mengoptimalkan populasi tumbuhan dan pertumbuhan yang seragam. Benih yang akan ditanam harus memenuhi kriteria sebagai berikut :



  • Varietas unggul yang memiliki potensi hasil tinggi, ukuran biji seragam, sehat dan terang asal usulnya.

  • Pemilihan varietas sebaiknya memperhatikan kesesuaian dengan lingkungan dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Saat ini tersedia beberapa varietas dengan sifat keunggulan masing- masing yaitu : varietas tahan karat daun (diantaranya Bison, Kelinci, Takar 1 dan 2), varietas tahan penyakit layu (Jerapah, Kancil, Tuban, Hypoma 1 dan 2), varietas adaptif lahan kering masam (Jerapah, Talam 1, 2 dan 3), varietas adaptif lahan kering alkali (Bison, Tuban, Domba)


Persiapan Lahan


Tanah dibajak 2x sedalam 15-20 cm, digaru, diratakan, dibersihkan dari sisa tumbuhan dan gulma , dan dibentuk bedengan selebar 3-4 m. Antar bedengan dibentuk terusan sedalam 30 cm dan lebar 20 cm yang berfungsi sebagai drainase pada ekspresi dominan hujan dan sebagai irigasi pada ketika ekspresi dominan kering.


Cara Tanam


Penanaman secara baris tunggal dengan tugal atau alur bajak dengan jarak tanam 30-40 cm x 10-15 cm, atau dengan baris ganda( 50 x30)x 15 cm, dengan jumlah 1 biji/lubang.


Pemupukan



  • Diberikan pupuk sangkar 2-4 ton/ha, pada permukaan bedeng dengan mencampur dengan tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam seminggu sebelum tanam.

  • Jika diberikan pupuk anorganik, cara yang paling efisien dilakukan secara larik atau tugal pada ketika tanam atau ketika tumbuhan berumur 7-15 hari dengan takaran SP 36 100kg/ha, ZA 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha.


Pengendalian Hama


Hama utama Kacang tanah antara lain Wereng kacang tanah, penggerek daun, ulat jengkal dan ulat grayak. Hama tersebut sanggup dikendalikan dengan insektisida endosulfan, klorfirifos, monokrotofos dan diazinon. Untuk pencegahan pestisida sanggup diaplikasikan pada umur 25, 35 dan 45 hari.


Penyakit utama kacang tanah antara lain layu bakteri, bercak daun dan penyakit karat. Pengendaliannya sanggup dilakukan dengan menanam varietas tahan atau dengan penggunaan fungisida benomil, mankozep ataupun klorotalonil yang diaplikasikan pada ketika tumbuhan berumur 35, 45 dan 60 hari.


Penyiangan dan pembumbunan


Penyiangan gulma dilakukan sebelum tumbuhan berbunga, penyiangan dihentikan dilakukan pada ketika ginofor(tangkai kepala putik) tananam sudah masuk kedalam tanah alasannya akan mengakibatkan kegagalan pembentukan polong. Pembumbunan sanggup dilakukan bersamaan dengan penyiangan I.


Pengairan


Pengairan dilakukan pada periode kritis tumbuhan yaitu pada periode pertumbuhan awal (umur hingga 15 hr), awal berbunga (25 hari), penbentukan dan pengisian polong ( 50 hari), dan pemasakan (65 hari).


Panen


Umur panen tergantung pada varietas dan ekspresi dominan tanam. Tanaman kacang tanah siap untuk dipanen ciri-cirinya adalah: kulit polong mengeras, berserat, bab dalam berwarna coklat, jikalau ditekan polong gampang pecah. Jika biji telah terisi penuh tumbuhan harus segera dipanen, alasannya jikalau terlambat biji sanggup eksklusif tumbuh di lapang.


Pascapanen


Setelah panen polong harus segera dirontokkan kemudian polong dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 12 % yang ditandai oleh mudahnya kulit ari terkelupas. Penundaan polong berair lebih dari 24 jam mengakibatkan polong berlendir, gampang terinfeksi jamur Aspergillus plavus dan terkomtamimasi aflatoksin yang mengakibatkan kacang menjadi pahit dan beraroma pahit.


Pada ketika tumbuhan kacang tanah sudah berumur sekitar 20 hari maka dilakukan Tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang di atur secara baris ganda (doublerow) dengan teknik menyerupai denah gambar contoh tanam di bawah ini:


 Singkong sanggup ditanam sebagai tumbuhan tunggal  √ Tumpang Sari Singkong-Kacang Tanah dengan Teknik Double Row  Singkong sanggup ditanam sebagai tumbuhan tunggal  √ Tumpang Sari Singkong-Kacang Tanah dengan Teknik Double Row


2. Penanaman Ubi Kayu Double-row


Bibit / Stek



  • Bibit berupa stek diambil dari tumbuhan yang sehat dan berumur lebih dari 7 bulan namun kurang dari 14 bulan.

  • Yang dipakai untuk stek ialah bab tengah batang yang bagus. Bagian pucuk yang masih terlalu muda (sekitar 50 cm ) dan bab pangkal yang terlalu bau tanah (sekitar 20 cm) sebaiknya tidak dipakai untuk stek.

  • Apabila terpaksa memakai batang yang terjangkit hama/penyakit, maka stek perlu disemprot atau direndam dalam pestisida sebelum ditanam.


Varietas Unggul


Pemilihan varietas diubahsuaikan dengan keperluan. Saat ini banyak tersedia pilihan varietas unggul ubi kayu. Untuk konsumsi langsung, pilih yang kualitas rebusnya baik dan rasanya lezat (tidak pahit), menyerupai Malang-1 atau Adira-1. Untuk tepung/tapioca, pilih varietas unggul yang kadar patinya tinggi, walaupun rasanya biasanya pahit ( langu ).


Penanaman Ubi Kayu Double-row



  • Stek ubi kayu ditanam sehabis tumbuhan kacang yang berumur 20 hari,Ubi kayu ditanam secara baris ganda dengan jarak tanam (60 x 70 ) x 260 cm. jarak tanam 60 x 70 cm ialah jarak tanam ubi kayu (lihat gambar).

  • Dengan contoh tersebut, populasi ubi kayu sekitar 90% dari cara tanam monokultur (populasi monokultur 10.000 tanaman/ha).


Pengolahan Tanah dan Tanam



  • Tanah diolah sedalam sekitar 25 cm,

  • Pada awal pertumbuhan, ubi kayu memerlukan air yang cukup. Oleh alasannya itu, apabila tidak memakai irigasi, tanam sebaiknya dilakukan pda ekspresi dominan hujan.

  • Stek ditanam dengan cara menancapkan ke tanah sedalam sekitar 3-5 cm. posisi stek jangan hingga terbalik.


Pemupukan


Takaran pupuk yang diperlukan ialah 200 kg Urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per hektar, yang diberikan dalam dua tahap :



  • Umur 7-10 hari dipupuk dengan takaran 100 kg Urea, 100 kg SP36, dan 50 kg KCl per hektar.

  • Umur 2-3 bulan dipupuk dengan takaran 100 kg Urea dan 50 kg KCl per hektar.

  • Bila dianggap perlu, pada umur 5 bulan sanggup diambahkan Urea secara tugal, sekitar 15 cm dari tanaman.


Wiwil (membatasi jumlah tunas)


Pada umur 1 bulan tunas-tunas yang berlebihan dibuang/dirempes, menyisakan 2 tunas yang paling baik.


Penyiangan dan Pembumbunan


Penyiangan dilakukan sedikitnya 1-2 kali, sehingga tumbuhan bebas gulma hingga umur 3 bulan.  Pada umur 2-3 bulan perlu dilakukan pembumbunan.


Panen


Umur panen ubi kayu bervariasi berdasarkan varietasnya. Varietas unggul umumnya sanggup dipanen pada umur 8-11 bulan.


3. Penanaman kacang-kacangan kedua (akhir ekspresi dominan hujan/MH-2)


Setelah kacang-kacangan dipanen, maka tersedia ruang di antara baris ganda ubi kayu selebar 260 cm. Di antara lorong tersebut sanggup di tanam kacang-kacangan sebanyak 5 (lima) baris dengan jarak tanam 40 x15 cm atau 35 x 20 cm. Dengan jarak tanam ini populasi sekitar 70% daripada pertanaman secara monokutur.



Sumber https://kabartani.com