√ Materi Aktif Alami Dan Kimia Pengawet Daging
Kabartani.com – Masa simpan daging yang lebih usang merupakan kepentingan dunia industri, perdagangan dan komsumen daging. Wajar jika teknologi pengawetan daging terus dikembangkan di manca negara.
Pengawet daging bertujuan memperpanjang masa simpan dengan kualitas dan kebersihan tetap terjaga oleh ketahanan terhadap perusakan oleh banyak sekali jenis mikroba. Teknologi pengawetan murah maupun mahal terus berkembang, sehingga pilihan semakin banyak bagi industri kecil sampai besar, pedagang dan konsumen.
Oleh lantaran itu seyogyanyaindustri dan perdagangan tidak perlu menempuh jalan pintas memakai cara atau materi pengawet terlarang jenis ataupun dosisnya yang sanggup merusak kesehatan konsumen.
Dalam kecenderungan remaja ini akan makanan sehat dan alami, pemanfaatan materi aktif alami yang murah tetapi efektif dalam teknologi pengawetan daging ikut berkembang dan ditawarkan kepada masyarakat.
Dalam suatu uraian oleh Sri Ismiati dari BB Pascapanen Pertanian Bogor, dijelaskan bahwa pengawetan dengan materi aktif alami termasuk metode pengawetan kimia. Dua metode lainnya ialah pengawetan secara fisik (pelayuan, pemanasan, pendinginan dan secara biologi (fermentasi).
Pengawetan cara kimia mencakup pengawetan dengan materi aktif alami dan dengan materi kimia sintetis. Bahan-bahan yang mengandung materi aktif alami yang efektif untuk pengawetan daging mencakup rempah-rempah, metabolit sekunder basil (bakteriosin), dan lainnya yang bersifat anti mikroba.
Beberapa diantara jenis rempah yang dikemukakan layak dijadikan materi untuk memperpanjang masa simpan daging ialah bawang putih, bawang b0may, kunyit, lengkuas dan jahe. BAwang putih dan bawang b0may mengandung senyawa alisin sebagai materi aktif yang antimikroba.
Kunyit mengandung kurkumin dari golongan fenol sebagai materi aktif yang bersifat mematikan basil (bakterisidal). Pada lengkuas juga terdapat senyawa fenolik yang bersifat menghambat pertumbuhan basil dan jamur. Sedangkan jahe mengandung senyawa antioksidan yang sanggup dipakai mengawetkan minyak dan lemak.
Bakteriosin yakni protein prouk ekstraseluler oleh basil asam laktat, materi tersebut bersifat antibakteri. Perlu dipastikan bakwa bakteriosin yang dipakai dalam pengawetan pangan memenuhi kriteria kondusif bagi konsumen.
Sementara itu, penggunaan materi kimia sintetis untuk pengawetan makanan termasuk daging diatur oleh pemerintah dalam hukum mengenai penggunaan materi aksesori pangan, yakni melalui Peraturan Menteri Kesehatan (yang terakhir tahun 1999).
Untuk pengawetan daging, materi kimia industri yang diperbolehkan antara lain garam dapur, sodium tripolyphospate (STPP), gula pasir, sodium nitrit, sodium laktat, sodium asetat dan sendawa (kalium nitrat, kalsium nitrat, natrium nitrat), masing-masing dengan takaran atau takaran tertentu.
Simak juga:
- Cara Mengawetkan Cabe Secara Alami Tanpa Bahan Pengawet
- Cara Menfermentasi Pakan Ternak Hijauan Agar Lebih Awet
Sedangkan materi kimia yang dihentikan penggunaanya sebagai materi pengawet makanan yaitu formalin, asam boraks, asam salisilat, kalium khlorat, khloramfenikol, dan sebagainya.
Sumber https://kabartani.com