Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Hati-Hati Melaksanakan Underplanting Sawit, Kenapa?

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Pelaku perkebunan kelapa sawit di Indonesia bisa-bisa saja mengadopsi teknologi atau ilham yang dikembangkan oleh negara jiran Malaysia. Namun harus hati-hati alasannya ialah malah sanggup memusingkan kita sendiri di kemudian hari.


Salah satunya ialah Teknik UNDERPLANTING dari Malaysia. Underplanting ialah penanaman bibit gres di bawah pohon usang yang sengaja tidak ditebang pada dikala replanting. Pohon usang dibiarkan hidup dan terus dipetik buahnya.


Teknik underplanting berbeda dengan teknik replanting. Pada teknik replanting, tumbuhan renta ditumbangkan seluruhnya terlebih dahulu gres ditanami dengan bibit sawit yang baru.


Bahaya penerapan teknik underplanting, jika dilakukan secara sembarangan malah sanggup menghancurkan perkebunan kelapa sawit kita dalam waktu yang tidak terlalu lama.


 Pelaku perkebunan kelapa sawit di Indonesia sanggup √ Hati-hati Melakukan Underplanting Sawit, Kenapa?


Beberapa perkebunan yang pernah saya kunjungi telah mengalami nasib ibarat itu. Kasihan mereka telah tergoda ilham yang semula dipandangnya unggul. Memang ada laba teknik underplanting dibanding teknik replanting. Diantaranya: hasil pemetikan buah sanggup dipakai untuk menutup atau mengurangi beban biaya replanting.


Sebagian biaya replanting akan sanggup tertutupi dan manajer kebun tentu akan menerima nilai ”A”. Namun tunggu 8 hingga 10 tahun kemudian, bisa-bisa pohon sawit di lokasi tersebut sudah banyak bertumbangan. Akibatnya manajer kebun penggantinya menerima nilai ”D” alasannya ialah produksi kebun merosot terus. Mengapa terjadi demikian? Karena terjadi serangan ganoderma yang berat.


Ganoderma ialah cendawan patogen. Serangannya sanggup menyebabkan pembusukan pada pangkal batang kelapa sawit. Oleh alasannya ialah itulah disebut basi pangkal batang. Jika pangkalnya basi sudah barang tentu tumbuhan akan mati dan tumbang.


Sementara ini hanya ganoderma yang sanggup menumbangkan pohon sawit dewasa, meskipun mungkin bisa. Kejadian serangan ganoderma pada perkebunan kelapa sawit biasanya semakin meningkat dari tahun ke tahun dan dari generasi ke generasi.


Lahannya yang Sakit


Lalu mengapa pelaksanaan underplanting harus dicermati? Meskipun serangan ganoderma sanggup dilihat terjadi pada tumbuhan kelapa sawit namun pada hakekatnya yang sakit ialah lahannya. Lahan perkebunan kelapa sawit yang sakit ditandai dengan terdapatnya inokulum ganoderma dalam kuantitas dan kualitas yang tinggi.


Sesuci apapun bibit yang ditanam pada lahan tersebut sanggup dipastikan akan terjangkit ganoderma. Makara sebaiknya underplanting pada lahan dengan tingkat serangan ganoderma yang tinggi tidak dilakukan alasannya ialah kerugian yang diderita sanggup jauh lebih tinggi daripada penghematan biaya yang diperoleh dikala replanting.


Tidak hanya itu, underplanting yang dilakukan pada lahan dengan tingkat serangan yang tinggi berarti melestarikan ganoderma di lahan perkebunan. Ganoderma semestinya jangan dilestarikan tetapi diputus siklus hidupnya.


 Pelaku perkebunan kelapa sawit di Indonesia sanggup √ Hati-hati Melakukan Underplanting Sawit, Kenapa?


Untuk mengetahui tingkat serangan ganoderma sudah dalam tingkat yang tinggi ialah bila lebih dari 10% tumbuhan pada generasi sebelumnya tumbang alasannya ialah ganoderma. Penyakit ini tidak ada obatnya, alasannya ialah cendawannya di dalam tanah. Untuk memutus siklus ganoderma, tanahnya dibongkar, diberakan (minimal dua tahun) dan diikuti dengan pengolahan tanah yang intensif, atau ditanami tumbuhan lain yang bukan inang ganoderma.


Saran kami, jangan melaksanakan teknik underplanting bila diketahui lahannya sudah tercemar dengan ganoderma, utamanya dengan kontaminasi tinggi.


Ditulis oleh: Darmono Taniwiyono, PhD, Ahli Ganoderma pada Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, LRPI).


Simak juga Mematikan Tanaman Kelapa Sawit Tanpa Menebang, Guna Peremajaan Sawit



Sumber https://kabartani.com