√ Cara Merangsang Pembungaan Tanaman Jeruk Di Luar Ekspresi Dominan Dengan Tehnik Stressing Air Oleh Sutopo
KABARTANI.COM – Cara Merangsang Pembungaan Tanaman Jeruk Di Luar Musim Dengan Tehnik Stressing Air Oleh Sutopo. Induksi (merangsang) pembungaan pada beberapa tumbuhan tahunan sanggup dilakukan dengan cara kimia dan mekanis. Prinsip cara kimia ialah merubah fisiologis tumbuhan dengan menghambat fase pertumbuhan vegetatif melalui tugas hormon atau senyawa kimia tertentu, biar muncul fase generatif, bunga dan buah. Zat pengetur tumbuh (ZPT) yang sering dipakai untuk induksi ialah NAA, Auxin, Gibberelin, Paklobutrazol dan Potasium Klorat (KClO3). Hasil cara kimia lebih pasti, tetapi tidak diajurkan pada tumbuhan jeruk alasannya ialah imbas sampingnya tidak baik terhadap kondisi tumbuhan dan kesehatan manusia. Induksi pembungan secara kimia sering mengakibakan tanam semakin hari semakin merana, daunnya banyak yang dan rontok, dahan ranting mengkerut dan gampang patah dan bahkan tumbuhan mati.
Induksi pembungaan secara mekanis sanggup dilakukan dengan beberapa cara :
- Pengeratan batang/cabang : mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang lingkaran pohon hingga kelihatan pembuluh xylem (kayu pohon).
- Pemangkasan cabang (pruning) : memangkas cabang dan ranting, hingga pohon tidak terlalu lebat.
- Pelukaan : melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya sanggup dengan mengerok, mencacah, memaku atau mengiris kulit kayu.
- Pengikatan : mengikat bersahabat pohon dengan kawat hingga transpor hasil fotosintesa pembuluh floem terhambat.
- Pengeringan (Stressing air): Mengeringkan lahan hingga waktu tertentu, kemudian dilakukan pengairan hingga jenuh.
Bagi tumbuhan jeruk yang mempunyai perakaran efektif relatif dangkal, kombinasi cara pengeringan, pemangkasan dan pemupukan merupakan cara induksi pembungaan yang teruji paling tepat. Induksi pembungaan yang menimbulkan pelukaan kulit tidak dianjurkan alasannya ialah batang tumbuhan jeruk peka terhadap penyakit Diplodia dan hasilnyatidak memberi kepastian. Prinsip induksi pembungan secara mekanis ialah merubah perbandingan unsur carbon (C) dan nitrogen (N) dalam badan tumbuhan alasannya ialah faktor tumbuhan yang banyak menghipnotis induksi pembungaan ialah kandungan nitrogen, karbohidrat, dan nisbah C/N yang terdapat dalam tanaman.
Faktor lingkungan antara lain acara pemupukan dan unsur iklim menyerupai suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, kekeringan, panjang hari, dan intensitas radiasi menghipnotis induksi pembungaan melalui kiprahnya dalam proses fisiologis tanaman.
Penerapan Tehnik Induksi Pembungaan
- Lakukan pemupukan dikala 4 bulan sebelum panen dan pertahankan biar tanah tetap lembab.
- Kurangi pengairan dikala sekitar 1 – 2 bulan sebelum panen. Pengurangan kelembaban tanah akan menghambat pertunbuhan vegetatif tumbuhan yang berarti hasil fotosintesis lebih banyak dipakai tumbuhan untuk memulai pembentukan organ generatifnya.
- Setelah panen lakukan pengeringan dan jaga biar tidak ada air yang masuk kebun. Stressing air tidak pribadi mengakibatkan tumbuhan berbunga, tetapi mengakibatkan terjadinya induksi bunga atau terjadinya transisi dari fase vegetatif menuju fase generatif. Induksi bunga terjadi alasannya ialah adanya perubahan perimbangan produksi hormone giberelin, sitokinin dan ABA serta meningkatnya rasio karbon dan nitrogen pada pucuk tanaman. Produksi hormon giberelin dan sitokinin pada dikala stress air menurun sebaliknya kandungan ABA meningkat yang merupakan salah satu ciri awal tumbuhan mulai berbunga. Jika masa pengeringan terlalu pendek bunga yang dihasilkan hanya sedikit, sebaliknya bila terlalu panjang bunga yang muncul berlebihan tetapi banyak yang gagal.
- Lakukan pemangkasan. Bagian yang harus dipangkas ialah sisa tangkai pendukung buah, tunas liar, ranting tidak sehat, dan ranting yang rimbun.
- Lakukan pengolahan tanah, pencucian gulma, dukungan pupuk kandang, dan buat jalan masuk draenase yang dalam pada lahan sawah untuk mempercepat pengeringan lahan.
- Keringkan lahan selama 2 hingga 3 bulan sebelum waktu pembungaan yang dikehendaki. Selesai masa stressing air (sekitar 2 – 3 bulan dari panen), segera lakukan pemupukan (dosis anjuran) diikuti oleh irigasi yang cukup biar bunga berdiferensiasi dan berkembang lebih lanjut. Dengan kata lain, biar primordial bunga sanggup berkembang dan tumbuh menghasilkan bunga sempurna, tumbuhan memerlukan kondisi lingkungan yang optimal.
- Perlakuan stressing air di wilah yang mempunyai curah hujan tinggi sanggup dilakukan dengan menciptakan jalan masuk drainase yang dalam diantara 1 atau 2 baris tumbuhan dan lahan di bawah tajuk ditutup mulsa plastik hitam perak selama 2 – 3 bulan.
Tanaman yang akan diinduksi pembungaannya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
- Tanaman harus sudah melewati fase juvenile (vegetatif). Saat kritis proses pembungaan terletak pada tahap induksi bunga yaitu dikala terjadi transisi dari fase vegetatif ke fase generatif/reproduktif. Perubahan fase tersebut dipengaruhi oleh antara lain varietas dan lingkungan. Sebagai referensi kelompok jeruk siam biasanya mempunyai fase juvenile lebih singkat dibandingkan dengan jeruk keprok, pamelo dan jeruk manis. Jika fase juvenile belum terlewati, penerapan teknologi off season tidak memperlihatkan hasil yang baik bahkan berdampak merusak tanaman.
- Tidak sedang bertunas dan mata tunas matang fisiologis. Saat pertunasan banyak energi (karbohidrat) yang dibongkar untuk pertumbuhan tunas dan hanya sedikit yang sanggup dipakai untuk mendorong pembungaan. Induksi pembungaan pada kondisi ini lebih banyak kegagalannya. Selain tumbuhan tidak sedang bertunas, tanda tumbuhan siap dirangsang pembungaannya ialah mata tunas pada ranting telah bernas terutama ranting yang sebelumnya tidak mendukung buah.
- Tanaman harus sehat dari akar hingga ujung daun agar tahan terhadap cekaman yang kita berikan (stress air dan pemangkasan, dll). Hal ini sanggup dicapai bila dukungan nutrisi dan pengendalian hama penyakit sebelumnya dilakukan secara optimal.
- Lakukan dikala buah tidak terlalu lebat. Untuk menghasilkan buah yang lebat, tumbuhan menghabiskan sangat banyak energi (karbohidrat) sehingga ranting tidak mendapat nutrisi yang cukup untuk membentuk organ generatif. Jika dipaksakan dipacu pembungaannya, tumbuhan justru akan merana bahkan mati. Oleh alasannya ialah itu, dikala berbuah lebat harus dilakukan penjarangan biar energi untuk pertumbuhan buah seimbang dengan energi untuk menghasilkan tunas generatif.
- Tersedia pengairan. Masa stressing air yang optimal menimbulkan akumulasi energi pada mata tunas. Energi tersebut selanjutnya dipakai untuk pertumbuhan vegetatif (pertunasan) dan pembungaan pada dikala lahan dipasok air yang cukup melalui hujan atau irigasi. Munculnya bunga tersebut harus didukung oleh kondisi lingkungan yang optimum termasuk air biar bunga sanggup berubah menjadi buah. Oleh alasannya ialah itu bila sehabis pembungaan tidak ada pasokan air hujan maka proses pembuahan mengalami kegagalan.
Sumber https://kabartani.com