Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Panduan Lengkap Cara Menanam Timun Dalam Pot / Polybag

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Tanaman mentimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu jenis sayuran buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, baik dimakan segar segar sebagai lalapan maupun dijadikan materi dasar makanan olahan menyerupai jus atau acar.


Pertumbuhan optimum tumbuhan mentimun ialah pada iklim kering pada ketinggian 400 m dpl, cukup menerima sinar matahari, temperatur 21,1 – 26,7 °C, tidak terlalu banyak hujan dan tekstur tanah gembur dengan pH 6-7. Tanaman mentimun sanggup dibudidayakan di lahan rawa lebak dan rawa pasang surut.


Penggunaan polibag sebagai daerah media tanaman, sanggup dilakukan di lahan pasang surut. Karena sanggup mengurangi resiko tergenang dan efek cekaman lingkungan menyerupai kemasaman dan keracunan.


Persiapan Media Tumbuh


1. Campur media tanam pupuk kandang, dan sekam/serbuk gergaji/gambu dengan komposisi 1:1:1, tambahkan kaptan atau dolomite sebanyak 1/100 bab media dan pupuk dasar sebanyak setengah dosis. Tambahkan insektisida butiran untuk mencegah berkembangnya semut atau hama lain dalam polybag.


2. Masukkan ke dalam polibag kapasitas 8-10 kg. Susun rapi polibag dengan jarak 40 x 40 cm. Setiap 3 barisan polibag dibentuk alur searah timur-barat dengan lebar 75 cm. Setelah 1-2 ahad media sanggup ditanami.


Persiapan Rambatan Tanaman (Ajir)


 merupakan salah satu jenis sayuran buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat √ Panduan Lengkap Cara Menanam Timun dalam Pot / Polybag


Tiang penyanggah utama para-para dari kayu/bambu dengan diameter 7-10 cm. Sebagai para-para ditambahkan kawat kecil atau bilah bambu yang dipasang bersilang, untuk rambatan tumbuhan dipakai tali atau bilah bambu.


Penanaman


1. Penanaman sanggup dilakukan sehabis adonan media diistirahatkan selama 1-2 minggu, biar adonan media sudah bereaksi (dingin) dan tidak meracuni materi tanam.


2. Seleksi benih dengan cara merendam biji kedalam air beberapa saat. Apabila penanaman dengan bibit maka, perlu dilakukan penyemaian benih dengan memakai polibag kecil. Setelah tumbuhan berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke polibag. Penanaman dengan benih, pribadi ditanam di polibag dengan jumlah 1-2 biji perpolibag.


Pemeliharaan tanaman


1. Pengendalian hama dan penyakit tanaman


Jenis hama yang sering menyerang tumbuhan mentimun ialah orong-orong dan belalang (menyerang tumbuhan muda), kumbang mentimun, kumbang totol hitam dan apis (menyerang daun), lalat buah/ulat buah (menyerang buah). Pengendalian dengan membuang telur, larva dan imago hama tersebut atau dengan disemprot memakai insektisida hayati. Sedapat mungkin hindarkan penggunaan insektisida kimia secara berlebihan.


2. Penyulaman


Lakukan secepatnya terhadap tumbuhan yang mati, dan sehabis lebih dari 2 ahad sehabis tanam tidak perlu lagi dilakukan penyulaman.


3. Pemberian pupuk


Pemberian pupuk dasar sanggup dilakukan bersamaan dengan pencampuran bahan-bahan media tumbuhan sebanyak 1-2 ons NPK setiap 10 kg media tanam. Pemupukan susulan dilakukan dengan cara menyiramkan larutan pupuk NPK konsentrasi 7-10 gram/liter air sebanyak 200 cc/tanaman pada media tumbuhan di dalam polibag.


Pemberian larutan pupuk ini mulai dilakukan pada dikala tumbuhan berumur 2 ahad dan selanjutnya diulang setiap 1-2 ahad hingga tumbuhan menjelang tamat produksi. Selain itu perlu juga dilakukan pemupukan dengan pupuk nabati cair menyerupai Mamigro Super N atau NPK Istimewa atau dengan Gardena D dengan konsentrasi 2-5 g/l air mulai umur 7 hingga 30 hst dengan interval santunan 7-15 hari atau melihat kondisi tanaman.


Memacu pertumbuhan bunga dan buah, dianjurkan penyemprotan dengan pupuk daun Mamigro Super P atau NPK Spesial, Gardena B atau dengan Pupuk Mikro Fitomic. Konsentrasi untuk Fitomic ialah 1,5 – 2,5 cc/l dengan interval santunan 10-15 hari.


4. Penyiraman dan penyiangan


Pada masa awal pertumbuhan tanaman, penyiraman dilakukan pagi dan sore hari, sedangkan sehabis memasuki masa generatif cukup sore hari saja atau melihat kondisi cuaca Penyiangan gulma didalam polibag harus rutin dilakukan, sedangkan penyiangan di sekitar polibag sanggup dilakukan secara terpola atau melihat kondisi pertumbuhan gulma.


Panen


Setelah tumbuhan berumur 75-85 hari, pemetikan buah pertama sudah sanggup dilakukan. Pemetikan buah sanggup dilakukan 1-2 hari sekali sebanyak 1-2 buah/tanaman selama 1-1,5 bulan.


Simak juga : 




Sumber https://kabartani.com