Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Panduan Cara Menciptakan Pupuk Kompos Super

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Kompos merupakan hasil penguraian materi organik menjadi materi sederhana dengan proteksi mikroorganisme pada kondisi terkontrol. Proses pengomposan harus dalam kondisi terkontrol sehingga proses penguraian berjalan baik hingga terbentuk kompos yang stabil dan berkualitas tinggi. Sebaliknya, apabila kondisi tidak terkontrol akan terjadi pembusukan sehingga timbul wangi yang menyengat.


Kompos sanggup dibentuk dari aneka macam jenis bahan, antara lain sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, sabut kelapa), serbuk gergaji, kotoran ternak, limbah media jamur, limbah pasar, limbah rumah tangga dan daun-daun .


Selama pengomposan, pada ahad kedua dan ketiga suhu akan meningkat hingga 70°C. Peningkatan suhu menerangkan pengomposan berlangsung baik. Suhu tinggi ini sanggup membunuh bibit penyakit flora dan biji flora pengganggu (gulma). Untuk menghasilkan kompos berkualitas baik (super) kandungan kotoran ternak minimal 40%. Semakin tinggi kandungan kotoran ternak, semakin tinggi kualitas kompos.


Untuk menghasilkan kompos berkualitas tinggi, diharapkan persyaratan sebagai berikut:


1. Bangunan yang baik


Bangunan sanggup dibentuk dengan materi yang sederhana yang ada di lokasi, menyerupai bambu, kayu, atap rumbia. Atap bangunan tidak gampang bocor dan terhindar dari limpasan air hujan.


2. Kadar air 60%


Kadar air dipertahankan pada 60% semoga kuman pengurai kompos bekerja baik untuk mempercepat proses penguraian. Bila terlihat kering, maka materi kompos perlu disiram dengan air hingga lembab.


3. Suplai oksigen


Suplai oksigen pada timbunan kompos harus cukup. Untuk mencukupi oksigen yang diharapkan mikroorganisme pengurai, kompos harus dilakukan pembalikan.


4. pH kompos bersifat basa


Supaya proses penguraiannya berlangsung cepat, pH dalam tumpukan kompos dihentikan terlalu rendah, oleh sebab itu perlu dibubuhi kapur atau bubuk dapur.


5. Tinggi tumpukan minimal 1 meter semoga tumpukan kompos tetap panas.


Tahapan pembuatan kompos super


1. Kumpulkan bahan-bahan kompos menyerupai kotoran ternak dan limbah pertanian. Timbang bahan-bahan kompos sesuai keperluan.


Untuk menciptakan 1 ton kompos diharapkan :



  • Kotoran ternak: 400 kg

  • Jerami padi: 400 kg

  • Arang sekam: 100 kg

  • Kaptan (dolomit, gamping): 20 kg

  • Serbuk gergaji: 80 kg

  • Mikroorganisme pengurai: 5 kg (contoh Orgadec)


2. Campurkan 10 kg arang sekam dengan 5 kg mikroorgnisme pengurai.


3. Campurkan kotoran ternak, jerami padi, arang sekam, kaptan, serbuk gergaji, diaduk hingga merata.


4. Bila kering materi kompos disiram dengan air hingga kadar air mencapai 60%. Cara gampang mengukur kadar air 60% yaitu dengan menggenggam materi dengan tangan. Apabila genggaman tangan dilepas dan materi masih dalam bentuk genggaman tangan (tidak buyar), artinya materi memiliki kelembaban 60%.


5. Hamparkan materi kompos setebal 10 cm kemudian taburi di atasnya dengan mikroorganisme pengurai secara merata. Kemudian hamparkan lagi materi kompos di atas materi kompos pertama setebal 10 cm. Demikian selanjutnya hingga ketinggian minimal 1 meter.


6. Tutup rapat tumpukan tersebut dengan plastik untuk menjaga kelembaban dan panas tetap konstan.


7. Cek temperatur dengan memasukan tangan kedalam tumpukan materi kompos pada hari ke-2. Apabila panas, berarti proses penguraian berjalan dengan baik.


8. Lakukan pembalikan untuk menambah suplai udara (oksigen) dan materi tercampur merata setiap 7 hari dengan cara mengalihkan tumpukan ketempat lainnya (sebelahnya) sambil diukur kelembabannya semoga 60%. Apabila kadar air berkurang (kering) sanggup dilakukan penyiraman dengan air hingga kelembabaan mencapai 60%.


9. Proses penguraian telah berakhir ditandai dengan penurunan temperatur (di bawah 30°C). Hal ini menunjukkan proses pembuatan kompos telah selesai dan tutup rapat kembali tumpukan tersebut dengan plastik untuk menjaga kadar air dan panas tetap konstan. Pembalikan dilakukan hingga 2 kali (21 hari).


10. Cek kembali temperatur tumpukan pada hari ke-21 hingga warna kompos cokelat kehitaman.


11. Saring kompos yang sudah jadi dengan saringan kawat harmonika untuk mendapat partikel kompos yang relatif sama.


12. Masukkan ke dalam karung dan disimpan pada ruang yang terlindung dari terik matahari maupun hujan.


Kualitas Kompos Super


Hasil pengkajian BPTP Jawa Barat dalam pembuatan kompos super menghasilkan kompos dengan kandungan unsur hara menyerupai disajikan pada tabel di bawah ini.









































Komposisi KimiaKadar (%)
Kadar Air51.15
pH8.8
Total N0.89
P2O50.36
K2O1.46
CaO1.48
MgO1.46
C/N Rasio12

Tabel 1. Kandungan unsur hara kompos super


Simak juga :



Nilai C/N kompos super yaitu 12. Nilai C/N 12 sangat baik sebagai pupuk organik. Warna kompos coklat kehitaman, bertekstur remah dan tidak berbau. Secara umum, kandungan hara kompos lebih rendah daripada pupuk kimia sehingga dosis penggunaannya lebih besar.



Sumber https://kabartani.com