√ Nilai-Nilai Kehidupan Pada Cerpen
Konten [Tampil]
Nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen, antara lain :
1. Nilai moral
Nilai moral yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak/budi pekerti/susila atau baik jelek tingkah laku.
2. Nilai sosial/kemasyarakatan
Nilai sosial yaitu nilai yang berkaitan dengan norma-norma yang terdapat dalam masyarakat.
3. Nilai religius/keagamaan
Nilai keagamaan yaitu nilai yang berkaitan dengan agama
.
4. Nilai pendidikan/edukasi
Nilai pendidikan yaitu nilai yang berkaitan dengan pendidikan/pelajaran hidup
5. Nilai estetis/keindahan
Nilai estetis yaitu nilai yang berkaitan dengan hal-hal yang menarik/menyenangkan/keindahan (nilai seni).
6. Nilai etika
Nilai etika yaitu nilai yang berkaitan dengan sopan santun dalam kehidupan.
7. Nilai politis
Nilai politis yaitu nilai yang berkaitan dengan situasi politik (pemerintahan).
8. Nilai budaya
Nilai budaya yaitu nilai yang berkaitan dengan kebudayaan (adat istiadat).
9. Nilai kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yaitu nilai yang bekerjasama dengan sifat-sifat manusia. Nilai-nilai kemanusiaan sanggup berupa ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, edukasi, dan sebagainya.
Sebagai latihan tentukanlah nilai kehidupan yang terdapat dalam cerpen di bawah ini!
Curiga
(Humam S. Chudori )
Saya diam. Ini ada duduk perkara apa? Saya membatin. Kenapa tiba-tiba Suhono bicara status pekerjaan. "Jangan suka nyindir keluarga satpam, Pak," lanjutnya.
"Apa maksud Pak Suhono," kata saya. "Lagi pula siapa yang menyindir?"
"Tadi istri bapak mengatakan, 'biar jadi satpam segala'. Apa sih maunya?" Saya diam. Pasti telah terjadi miss comunication, pikir saya. Tapi, saya berusaha untuk tidak meladeninya. Percuma, pikir saya. Lelaki yang tinggal satu RT dengan kami itu memang bawaannya selalu curiga. Mungkin alasannya ialah profesinya sebagai satpam.
Benar. Sikap dan tabiat seseorang, diakui atau tidak, seringkali akan sangat dipengaruhi profesi yang digelutinya. Nah, alasannya ialah menjadi seorang satpam (pekerjaannya menuntut biar selalu waspada, apalagi semenjak bom meledak di mana-mana. Tuntutan kewaspadaan ini acapkali diterjemahkan mereka sebagai harus bersikap curiga kepada siapa pun), tak heran kalau pembawaan Suhono selalu curiga. Bahkan terhadap tetangga sendiri. Segala sesuatu ditafsirkan secara picik. Pola pikir lelaki berhidung sempok itu selalu negative thinking.
"Kalau memang istri saya salah, maafkan dia. Nanti biar saya kasih tahu."
"Mestinya bapak harus sanggup mengajar istri." Saya diam. Saya berusaha mencari kalimat yang sempurna untuk disampaikan kepada orang yang satu ini. "Terima kasih atas peringatannya, Pak," kata saya sehabis menemukan kalimat yang pas untuk disampaikan kepadanya. "Orang hidup bertetangga memang perlu saling mengingatkan.
Ya, kadang kala apa yang kita anggap tidak mengganggu orang lain namun kenyataannya, tanpa kita sadari yang kita lakukan mengganggu orang lain. Ya, contohnya saja kita menyetel radio keras-keras. Benar. Radio itu milik sendiri. Disetel di rumah sendiri. Tapi, kalau bunyi radio itu terlalu keras sanggup mengganggu tetangga."
"Kalau itu lain, Pak," Suhono memotong kalimat saya. Seketika itu pula wajahnya berubah. Merah. Entah alasannya ialah aib atau bertambah tersinggung.
"Lain bagaimana? Apa kalau ada tetangga sedang sakit gigi, kita tahu? Kalau kita menyetel lagu keras-keras tidak mengganggu tetangga kita yang sedang sakit? Karena itu, kalau kita bilang menyetel lagu keras-keras." "Assalamualaikum," sebuah uluk salam menghentikan kalimat yang belum usai saya lontarkan. Karena saya buru-buru menjawab salam yang diucapkan Pak RT yang gres tiba itu. Ketika Pak RT masuk, suami Wulan itu eksklusif pulang. Entah kenapa. Yang pasti, menyerupai kata orang-orang, Suhono gotong royong kurang pede. Untuk menutupi kekurangannya itu, ia selalu bicara dengan bunyi keras. Terkadang bernada kasar. Namun, kalau ada yang meladeninya, lelaki itu tak sanggup berbuat apa-apa.
Hanya saja, memang, jarang sekali orang mau melayaninya. Ia juga kurang bergaul dengan tetangga sekitar. Jika ada pertemuan warga, misalnya, pun ia tidak mau datang.
* * *
Selamat Belajar... :)
Sumber http://web-bahasaindonesia.blogspot.com
