Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Menjaga Dan Mengembalikan Kesuburan Tanah Pada Tanah Yang Sakit Dengan Agensia Hayati

Konten [Tampil]

KABARTANI.COM –  Menjaga Dan Mengembalikan Kesuburan Tanah Pada Tanah Yang Sakit Dengan Agensia Hayati. Seperti yang kita ketahui sebagian besar tanah kita sedang menderita sakit. Kenapa tanah kita dikatakan sakit ?


Inilah alasan mengapa dikatakan kalau tanah kita sedang sakit :



  1. Jika tanah kita tidak sakit tentu apabila untuk menanam niscaya akan menghasilkan tumbuhan yang sehat walaupun tanpa penggunaan materi kimia

  2. Jika tanah kita tidak sakit niscaya akan menghasilkan tumbuhan yang bisa berproduksi maksimal

  3. Jika tanah kita tidak sakit tentu tidak ada tumbuhan yang mengalami anyir pangkal batang apabila ditanam di tanah tersebut

  4. Jika tanah kita tidak sakit tentu tidak ada tumbuhan yang layu alasannya yaitu terekena serangan jamur dan bakteri

  5. Jika tanah kita tidak sakit niscaya tidak ada istilah tanah masam

  6. Jika tanah kita tidak sakit tentu tidak ada tanah yang gampang mengering kalau kekurangan air


Kenapa tanah kita bisa sakit ? 



  1. Karena kita telah mengeksploitasi unsur hara secara terus-menerus (menanam terus-menerus) sehingga kandungan unsur hara makro dan mikro dalam tanah menjadi rendah

  2. Kita telah mengurasi materi organik secara terus-menerus (tanpa mengembalikan sisa tumbuhan ke dalam tanah ) sehingga kandungan materi organik dalam tanah menjadi rendah

  3. Rendahnya kandungan materi organik tanah akan mengakibatkan KTK tanah rendah dan daya simpan air tanah menjadi rendah

  4. Rendahnya materi organik juga mengakibatkan kehidupan mikroorganisme yang menguntungkan tumbuhan menjadi lemah alasannya yaitu kekurangan energi atau makanan

  5. Penambahan pupuk kimia yang berlebihan justru akan membunuh mikroorganisme perakaran yang membantu pertumbuhan tumbuhan (mikroorganisme penambat N, P, K dan mikroorganisme penghasil hormon tanaman)

  6. Karena mikroorganisme yang menguntungkan lemah maka tanah kita menjadi banyak dihuni oleh mikroorganisme (jamur dan bakteri) yang merugikan tanaman

  7. Tanah kita sudah banyak kehilangan mikroorganisme (jamur dan bakteri) yang menguntungkan tumbuhan sehingga tidak ada yang untuk melawan mikroorganisnme jahat

  8. Tanah kita sudah banyak kehilangan pengurai / dekomposer yang menguntungkan tumbuhan tetapi justru yang berkembang yaitu pembusuk materi organik sehingga bisa menjadi penyebab penyakit tanaman.

  9. Tanah kita sudah terjadi pencemaran oleh logam berat dan materi kimia


Lalu bagaimana solusinya ?



  1. Jangan membuang atau memindahkan sisa tumbuhan keluar dari lahan

  2. Tambahkan materi organik/ pupuk organik setiap ekspresi dominan tanam

  3. Tambahkan kapur untuk menetralkan pH tanah

  4. Berikan pupuk anorganik secukupnya saja untuk mensuplay kebutuhan unsur NPK dalam tanah

  5. Tambahkan agensia hayati perombak materi organik atau biasa disebut sebagai dekomposer

  6. Tambahkan agensia hayati yang bisa melawan penyebab penyakit perakaran/ penyakit layu atau disebut dengan pestisida hayati

  7. Tambahkan agensia hayati penyubur tumbuhan (penambat unsur hara dan agensia hayati penghasil hormon tanaman) atau biasa disebut sebagai pupuk hayati


Agensia hayati apa yang bisa berfungsi ketiganya, sebagai dekomposer, sebagai pestisida hayati dan sebagai pupuk hayati ?


Untuk menentukan agensia hayati dipasaran memang agak sulit alasannya yaitu memang begitu banyak dijual di pasaran dengan banyak sekali brand dan harga. Ada yang berbentuk tepung/ padat ada yang berbentuk cair. Karena ilmu selalu berkembang dan pendapat para andal mikrobiologi tanah tanah juga sifatnya belum mutlak maka banyak sekali pendapat ihwal agensia hayati ini juga sangat luas.


Pada prinsipnya untuk menentukan agensia hayati yang terpenting yaitu kandungannya.



  1. Usahakan agensia hayati yang akan kita gunakan mengandung mikroorganisme golongan basil dan golongan jamur.

  2. Usahakan agensia hayati yang akan kita gunakan terdiri dari banyak sekali jenis mikroorganisme (bukan single) tapi sifatnya yang saling sinergis bukan saling membunuh

  3. Pilih agensia hayati yang gampang pengaplikasiannya

  4. Pilih agensia hayati yang pembuatanya standar pabrik sehingga sangat minim terjadi kontaminasi atau kemasukan mikroorganisme lain yang merugikan, alasannya yaitu kalau kita pilih sembarang agensia hayati justru tanpa kita sadari terkadang kita memasukkan mikroorganisme jahat (kontaminan) pada tanah kita.




Sumber https://kabartani.com