Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Cara Mengatasi Penyakit Keriting Daun Tembakau

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Penyakit keriting daun tembakau atau yang juga disebut penyakit kerupuk ini banyak menyerang tumbuhan tembakau di tempat tropik, terutama di awal isu terkini kemarau.


Gejala: tanda-tanda pada tumbuhan tembakau biasanya diawali dari bentuk daun yang mengerut dan berubah bentuk. Pada permukaan bawah daun terlihat pertulangan daun menebal dan berwarna hijau tua.


Pada stadia generatif, bentuk bakal bunga dan bunga sedikit menyimpang dan terpelintir, sementara bentuk buahnya menjadi tidak normal. Jika dicabut, akan terlihat sistem perakaran mengecil. Batang akan terlihat lebih pendek dan berbentuk Roset. Keseluruhan tumbuhan akan terlihat kerdil.


Penyebab: Penyakit ini disebabkan oleh tobacco leaf curl virus (TLCV) dari keluarga Geminiviridae, genus Begomovirus yang tidak mempunyai amplop (selubung). TLCV termasuk kelompok gemini virus lantaran zarah virus berbentuk isometrik kembar, masing-masing berukuran antara 25-30 mm.


Penularan: TLCV tidak sanggup ditularkan secara mekanis melalui sentuhan, penggosokan sairan daun sakit, atau melalui benih tumbuhan sakit, tetapi ditularkan oleh vektor kutu putih Bemisia tabaci atau yang biasa disebut kutu kebul (gambar 1) secara persisten. Ada juga yang menyebutkan tungau Polyphagotarsonemus latus, dan Thrips Scirtothrips dorsalis.


 Penyakit keriting daun tembakau atau yang juga disebut penyakit kerupuk ini banyak menyer √ Cara Mengatasi Penyakit Keriting Daun Tembakau


Bemisia tabaci bisa menularkan virus sesudah 30 menit akuisisi. Virus bisa bertahan dalam badan vektor 12-17 hari atau bahkan selama sisa hidup serangga tersebut. Namun belum ada laporan virus ini berkembang biak dalam badan vektor atau ditularkan jikalau kutu berganti kulit, ataupun melalui penyambungan batang sakit dengan batang yang sehat.


 Penyakit keriting daun tembakau atau yang juga disebut penyakit kerupuk ini banyak menyer √ Cara Mengatasi Penyakit Keriting Daun Tembakau


Inang lain: Cabai, tomat, leunca, pepaya, crotalaria, kecubung, wijen, babandotan, kembang kertas, patikan kebo, sidaguri, rumput minjangan, dan sawi langit (gambar 5).


Simak juga: ZPT Menghambat Pertumbuhan Tunas Samping pada Tanaman Tembakau


Faktor yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Penyakit



  • Meningkatkan populasi Bemisia tabaci, terutama pada awal isu terkini kemarau,

  • Bibit/tanaman muda lebih rentan dibandingka tumbuhan tua,

  • Pemupukan N yang berlebihan,

  • Meningkatkan takaran pupuk P dan K akan mengurangi keparahan penyakit.


Pengendalian:



  • Mengendalikan serangga vektor, contohnya dengan asefat atau imidakloporit 2x (saat tanam dan 45 hari sesudah tanam).

  • Menanam bunga matahari atau jarak kepyar sebagai pagar pembatas di sekitar bedengan untuk mencegah Bemisia tabaci.

  • Menggunakan tumbuhan resisten.


Simak juga : 




Sumber https://kabartani.com