Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Cara Menciptakan Pupuk Organik Dari Brangkasan Kedelai

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Tanaman kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak diusahakan di Jawa Tengah, diantaranya di Kabupaten Grobogan yang merupakan penghasil kedelai terbesar. Limbah tanaman kedelai umumnya berupa brangkasan. Brangkasan ialah sisa-sisa bab tanaman yang tidak dipanen (Wikipedia, 2016). Brangkasan terdiri atas batang beserta kulit polongnya.


Pemanfaatan brangkasan kedelai pada umumnya dipakai untuk pakan ternak. Namun, pemanfaatannya masih terbatas, alasannya limbah yang ada sudah renta dan banyak mengandung serat kasar. Oleh alasannya itu dalam penggunaannya perlu perlakuan fermentasi untuk meningkatkan palabilitas dan kandungan nutrisi.


Selain itu, brangkasan kedelai juga sanggup dimanfaatkan sebagai materi baku pembuatan pupuk organik. Banyak dari petani kita masih bergantung pada pupuk kimia, alasannya hasil yang ditunjukkan lebih cepat terlihat. Namun, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus sanggup menjadikan keseimbangan hara tanah terganggu, sehingga kesuburan tanah akan terganggu pula. Untuk memperbaikinya sanggup dilakukan melalui penambahan materi organik dalam tanah.


Dengan penggunaan pupuk organik ini sanggup menawarkan manfaat diantaranya memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, meningkatkan daya simpan dan daya serap air, memperbaiki kondisi biologi dan kimia tanah, serta memperkaya unsur hara makro dan mikro.


Pemanfaatan brangkasan kedelai sebagai materi baku pembuatan pupuk organik sanggup mengurangi efek negatif (limbah) menjadi manfaat ekonomi, hal ini sejalan dengan sejalan dengan salah satu prinsip Sistem Pertanian BioIndustri yaitu Reuse (menggunakan ulang sisa proses industri).


Dalam pembuatan pupuk organik dari brangkasan kedelai, proses perombakan materi organik secara alami memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga diharapkan starter untuk mempercepat proses dekomposisi. Dalam training pembuatan pupuk organik dari brangkasan kedelai ini memakai Biofad sebagai starternya.


Bahan-bahan yang perlu disiapkan antara lain brangkasan kedelai yang telah mengering (dicacah lembut lebih baik), kawasan pembuatan pupuk organik (bangunan peneduh), starter, pupuk urea dan air secukupnya.


Proses Pembuatan Pupuk Organik dari Brangkasan Kedelai


1. Siapkan ganjal berupa terpal untuk meletakkan brangkasan kedelai.


2. Brangkasan kedelai diratakan (kurang lebih dengan ketinggian 20 cm), kemudian disiram dengan air hingga terlihat 60% basah.


3. Taburkan adonan Biofad dan urea pada brangkasan kedelai secara merata. Setelah itu, timbun kembali dengan brangkasan kedelai gres dengan kembali ditaburan Biofad serta urea, lakukan hingga kurang lebih 5 susun (lima tumpukan).


4. Tutup brangkasan kedelai dengan terpal hingga rapat.


5. Lakukan pembalikan brangkasan setiap minggu, pada ahad ke-3 pupuk pun siap digunakan.


 Tanaman kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak diusahakan di Jawa Tengah √ Cara Membuat Pupuk Organik dari Brangkasan Kedelai


Pada pembuatan pupuk organik/kompos dari limbah tanaman atau limbah ternak ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dikontrol, antara lain adalah:



  • Selama proses kadar air dijaga ± 60%

  • Apabila kondisi kurang basah, sanggup dilakukan penyiraman

  • Akumulasi energi berupa panas hingga 70°C dengan kadar air ± 40%

  • Pembalikan dilakukan setiap minggu, selama 3 ahad (untuk menjaga aerasi udara)


Simak juga :




Sumber https://kabartani.com