Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Cara Memperpendek Jarak Beranak (Calving Interval) Sapi

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Pemeliharaan induk sapi potong harus dipandang sebagai sebuah perjuangan yang menguntungkan. Pemeliharaan induk sapi potong dalam jangka panjang bertujuan untuk menghasilkan pedet berkualitas dan mempunyai harga jual yang tinggi.





Sehubungan dengan hal tersebut, faktor reproduksi sangat penting diperhatikan. Efisiensi reproduksi mempunyai tugas yang besar dalam meningkatan laba perjuangan pemeliharaan induk sapi potong. Mengatasi permasalahan reproduksi yang menjadi hambatan efisiensi penting untuk diperhatikan.





Salah satu ukuran efisiensi reproduksi ialah jarak beranak calving interval (CI). Idealnya seekor induk melahirkan anak satu kali dalam satu tahun atau CI = 12 bulan. Keterlambatan bunting pasca melahirkan selama 1 bulan berarti pemborosan biaya pemeliharaan 1 bulan.





Jika taksiran biaya derma pakan dan perawatan seekor induk sapi dalam satu hari ialah Rp 10.000,- maka kerugian yang ditanggung akhir keterlambatan bunting tersebut ialah Rp. 300.000,- perbulan atau Rp. 3.650.000,- per tahun.





Faktor-faktor Penentu Jarak Beranak





Banyak faktor penyebab CI menjadi panjang, baik yang bersumber dari kekurangan pada induk betina pejantan atau pengelola. Penyebab CI menjadi panjang dalam prakteknya ialah lantaran terlambat kawin pasca melahirkan, kawin berulang dan kegagalan memelihara kebuntingan sampai lahir.





Terlambat kawin pasca melahirkan sanggup terjadi lantaran berahi yang tak kunjung datang, tidak bisa melihat tanda-tanda berahi dan tidak tersedia pejantan. Kasus kawin berulang terjadi disebabkan oleh kegagalan pembuahan dan maut embrio dini.





Berdasarkan hasil survei yang dilakukan BPTP Jambi terhadap kasus induk betina yang tidak mengatakan tanda-tanda berahi, paling sering disebabkan oleh hipofungsi ovarium. Hipofungsi ovarium sebagian besar akhir kekurangan asupan nutrien, sehingga permasalahan ini juga berakar pada pengelolaan.





Berikut ialah beberapa hal yang harus dilakukan peternak untuk sanggup memperpendek CI.





1. Mengupayakan munculnya berahi normal pasca melahirkan





  • Pemberian pakan berkualitas terutama 20 hari sebelum dan 30 hari setelah melahirkan.
  • Penyapihan sementara pedet 48 jam setelah melahirkan. Hasil penelitian menerangkan bahwa pemisahan sementara pedet umur 2 hari selama 24 jam akan menggertak bekerjanya kembali hormon reproduksi.
  • Penyuntikan hormon contohnya PGF2alfa




2. Mengawinkan induk sempurna waktu





  • Kawin gres sanggup dilakukan setelah lebih dari 50 hari setelah melahirkan, sehingga jikalau terjadi berahi sebelum itu induk jangan dikawinkan dahulu.
  • Tanda-tanda berahi berlangsung sekitar 18 jam, dan waktu optimal untuk mengawinkan ialah 9 – 24 jam setelah pertama kali tanda-tanda berahi muncul.
  • Sapi betina yang berahi kelaminnya akan terlihat Abang/Merah, Abuh/Bengkak dan terasa Anget/Hangat serta bertingkah laris berteriak-teriak melenguh dan cingkrak-cingkrik menaiki teman yang disebelahnya (walaupun sesama jenis). Awal munculnya tanda-tanda berahi sanggup terjadi kapan saja, namun paling sering lewat tengah malam sampai pagi.
  • Penentuan berahi atau kawin pada sapi yang dilepas bersama pejantan sanggup di lakukan dengan penandaan berupa cat atau stiker khusus pada tempat punggung akrab pangkal ekor yang berarti apakah sapi tersebut sudah dinaiki oleh pejantan.




 Pemeliharaan induk sapi potong harus dipandang sebagai sebuah perjuangan yang menguntungkan √ Cara Memperpendek Jarak Beranak (Calving Interval) Sapi
 Pemeliharaan induk sapi potong harus dipandang sebagai sebuah perjuangan yang menguntungkan √ Cara Memperpendek Jarak Beranak (Calving Interval) Sapi Tabel persentase waktu insiden birahi pada sapi induk




3. Memastikan terjadinya kebuntingan





Kemampuan untuk mendeteksi kebuntingan lebih dini mulai dari dua ahad setelah dikawinkan akan lebih menguntungkan lantaran kemungkinan penyebab dan cara mengatasinya lebih awal bisa diketahui. Hal ini sanggup dilakukan memakai reagen uji kebuntingan ternak.





4. Mencatat acara reproduksi





Pencatatan harus memuat antara lain tanggal melahirkan, kondisi kelahiran, tanggal berahi dan dikawinkan, pejantan yang digunakan, kelainan kebuntingan.





Simak juga :









Demikian isu mengenai Cara Memperpendek Jarak Beranak Sapi. Semoga bermanfaat bagi sobat ternak sekalian. Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa untuk membagikan ke peternak lainnya. Terima kasih.



Sumber https://kabartani.com