Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Teknologi Penghemat Penggunaan Air Pada Budidaya Ikan Hias Air Tawar

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Salah satu problem dalam perjuangan ikan hias di DKI Jakarta ialah semakin berkurangnya air bersih. Teknologi Pengawetan Air merupakan jawaban yang sempurna untuk mengatasi problem tersebut. Selain mudah, hemat biaya, hemat tenaga dan ramah lingkungan, teknologi ini juga hemat dalam penggunaan air.


Teknologi pengawetan air bekerja menurut dua prinsip, yaitu: 1) sistem resirkulasi air dengan aerasi, 2) manipulasi salinitas dan kesadahan air. Prinsip pertama ditujukan untuk meningkatkan oksigen, mengurangi CO2, NH3, dan limbah organik yang dihasilkan ikan. Sedangkan prinsip kedua untuk menambah garam-garam Na, Cl, K dan Ca yang berkurang alasannya ialah dipakai ikan.


Dengan kedua pronsip ini, kualitas air akan tetap baik untuk kehidupan ikan dan air tidak perlu diganti dalam waktu 2-3 bulan, kecuali jika dianggap perlu. Sistem ini cocok untuk dipakai pada budidaya ikan secara intensif terutama di kawasan dengan lahan dan air terbatas.


Alat dan Bahan



  • 5 buah akuarium, masing-masing berukuran 60 x 35 x 40 cm,

  • 1 buah pipa sedimentasi 0 1/2 inchi,

  • 1 buah pipa suplai air 0 3/4 inchi,

  • 1 buah pompa (power head) 8 watt,

  • 2 buah kolam filter, masing-masing berisi ijuk, arang dan zeolit,


 Salah satu problem dalam perjuangan ikan hias di DKI Jakarta ialah semakin berkurangnya air b √ Teknologi Penghemat Penggunaan Air pada Budidaya Ikan Hias Air Tawar


Cara Kerja


1. Air yang berisi limbah organik (sisa pakan dan kotoran ikan) dialirkan ke bak pengendapan. Dalam kolam tersebut, partikel organik yang berukuran besar dan tidak terlarut akan mengendap jawaban adanya perlambatan air. Endapan ini akan dibuang secara teratur melalui akses pembuangan yang ada di dasar bak.


2. Sementara limbah berukuran kecil yang tidak mengendap akan diteruskan ke bak filter I. Dalam kolam filter ini, air bergerak dari bawah keatas. Kemudian lapisan ijuk akan menyaring limbah padat, sedangkan lapisan arang dan zeolit akan mengikat kation ammonia. Proses ini diulang pada bak filter II, sehingga air yang keluar menjadi higienis dan bebas dari zat beracun.


3. Pada final proses, air yang telah benar-benar higienis dialirkan kembali oleh pompa ke dalam akuarium


Simak juga:



Sumber : IP2TP Jakarta. 2000, Laporan Hasil Penelitian Pengawetan Air untuk Mendukung Pengembangan Usahatani Ikan Hias di DKI Jakarta



Sumber https://kabartani.com