√ Panduan Perbanyakan Bibit Pisang Secara Konvensional
Kabartani.com – Walaupun secara nominal nilainya kecil, tetapi bibit memegang peranan yang sangat penting dalam perjuangan tani buah-buahan, sebab baik atau tidaknya bibit yang dipakai sangat memilih produksi tanaman.
Dalam budidaya tumbuhan pisang, bibit sanggup diperoleh dari tunas anakan, bonggol dan bit yang diperbanyak secara konvensional maupun kultur jaringan.
Perbanyakan tumbuhan pisang secara kultur meristem (in-vitro) membutuhkan investasi biaya yang cukup besar dan hanya sanggup dilakukan oleh perusahaan yang bermodal besar. Karena itu harga materi tumbuhan hasil perbanyakan in-vitro adakala tidak terjangkau oleh petani bermodal kecil.
Dengan sedikit sentuhan teknologi sederhana pada petani tersebut sanggup memproduksi materi tumbuhan sendiri dari materi induk yang telah dimiliki.
Pemilihan Pohon Induk
Tanaman yang dipilih sebagai pohon induk sanggup berupa rumpun remaja yang sudah berbuah dan menghasilkan anakan atau tumbuhan hasil kultur jaringan yang bonggolnya sudah berdiameter minimal 15 cm. Yang penting tumbuhan harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit.
Prosedur Perbanyakan Bibit Pisang
Tahapan-tahapannya yaitu:
- Bahan tumbuhan yang diambil dari anakan atau bonggol tumbuhan yang gres dipanen, dipisahkan dari rumpunnya, sedangkan materi tumbuhan yang berasal dari kultur jaringan tidak perlu dicabut.
- Bonggol dicuci dengan air higienis dan direndam dalam larutan fungisida yang mengandung benomil.
- Batang semu dipotong dan disisakan kurang lebih 20 cm dari pangkal bantang.
- Semua pelepah daun dibuang,
- Untuk anakan muda dilakukan pembuangan titik tumbuh utama, sedangkan untuk bonggol tumbuhan yang gres dipanen buahnya tidak perlu dilakukan pembuangan titik tumbuh sebab sudah tidak memiliki titik tumbuh utama.
- Bonggol yang telah dibuang titik tumbuhnya sanggup segera ditanam dalam media pasir dalam seedbed, pot atau polibag.
- Perawatan tumbuhan berupa penyiraman sehari sekali,
- Tunas-tunas yang tumbuh dan tingginya minimal 20 cm sudah sanggup dipindahkan ke polybag.
Keuntungan
- Tidak memerlukan teknologi yang rumit,
- Murah dan gampang dilaksanakan,
- Pemanfaatan bonggol pisang yang gres dipanen,
Simak juga:
- Cara Membuat Bibit Pisang Konvensional Dengan Cara Pemotongan Bonggol (BIT)
- Cara Membuat MOL Bonggol Pisang
- Cara dan Tehnik Penanaman Pohon Pisang Dengan Metode Bonggol Terbalik
Sumber: Agus Sutanto (Balitbu, 2007)
Sumber https://kabartani.com

