√ Mesin Pemisah Biji Cabe Mendukung Perbenihan Cabe Berkelanjutan
Kabartani.com – Cabai merupakan salah satu komoditi sayuran yang penting dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Hal ini dikarenakan peranannya yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan domestik baik sebagai bumbu masak, materi industri pangan dan industri obat obatan serta materi komoditi ekspor.
Mengingat begitu pentingnya manfaat cabe bagi masyarakat Indonesia, maka harga cabe seringkali fluktuatif bergantung pada jumlah produksi yang dihasilkan. Pada dikala produksi menurun harga cabe melambung tinggi. Kondisi tersebut sanggup memicu laju inflasi.
Oleh alasannya itu, cabe menjadi salah satu komoditas unggulan yang diprioritaskan untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang sangat memilih hasil produksi ialah benih unggul yang bermutu. Benih cabai yang bermutu umumnya didatangkan dari luar negeri atau impor. Masih jarang benih cabe bermutu yang diproduksi oleh penangkar benih atau produsen benih dalam negeri.
Proses pengolahan benih cabe dimulai dari pemisahan biji cabe dari kulitnya hingga ke pengeringan biji cabai. Proses pemisahan biji cabe dari kulitnya yang dilakukan oleh petani biasanya masih dilakukan dengan membelah buah cabe satu per satu dengan memakai pisau dan memisahkan bijinya secara manual.
Cara ini membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang cukup banyak. Dalam satu hari satu orang hanya bisa memisahkan biji cabe sebanyak 20 kg cabe segar dengan hasil biji cabe kering sebanyak 15-20 gram untuk setiap 1 kg cabe segar. Untuk menghasilkan 1 kg benih cabe kering dibutuhkan cabe segar sebanyak 50-67 kg dan tenaga kerja sekitar 3-4 orang.
Mesin Pemisah Biji Cabai
Dalam rangka mendukung sistem perbenihan hortikultura khususnya benih cabai, maka BBP Mektan berbagi mesin pengolahan benih cabe diantaranya ialah mesin pemisah biji cabai. Mesin pemisah biji cabe berfungsi untuk memisahkan biji cabe dari daging buah yang akan dipakai sebagai benih.
Prototipe mesin pemisah biji cabe terdiri atas beberapa komponen utama yaitu motor penggerak, silinder pemisah biji, hopper pengumpan, kerangka utama, sistem transmisi, dan ayakan.
Penggerak utama mesin pemisah biji cabe ialah motor listrik 1 Hp, 1 phase, 1.400 rpm. Mesin pemisah biji cabe dari daging kulitnya yang dikembangkan memakai sistem pembubur buah (pulper) yang telah direkayasa oleh Astu Unadi, et. al. (2001).
Mesin pemisah biji cabe dari daging kulitnya memakai prosedur memotong dan mencacah buah cabe oleh pisau pencacah. Hasilnya berupa cabe utuh segar yang dilewatkan ke dalam silinder pemisah biji. Silinder tersebut dilengkapi dengan saringan pengeluaran biji dan daging sehabis terpisah dari biji cabai.
Hasil uji fungsional prototipe mesin sanggup berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan pada komponennya. Uji unjuk kerja mesin pemisah cabe dilakukan terhadap 2 jenis varietas cabe yaitu cabe keriting dan cabe besar.
Mesin ini dioperasikan pada putaran motor penggagas sekitar 1.470 rpm (dengan beban), putaran silinder pemisah biji sekitar 600 rpm dan putaran ayakan eksentrik saringan yaitu 305 rpm dengan tingkat kebisingan 84,7 db (tanpa beban) dan 86,67 db (dengan beban).
Kapasitas mesin pemisah cabe ialah 40,7 kg/jam (kapasitas input) dan 9,5 kg/jam (kapasitas output) untuk cabe besar dengan nisbah biji 9,1%. Sedangkan untuk cabe keriting 56,4 kg/jam (kapasitas input) dan 11,9 kg/jam (kapasitas output) untuk cabe keriting dengan nisbah 12,9%.
Efisiensi pemisahan biji masing–masing adalah 99,7% (cabai besar) dan 99,7% (cabai keriting). Tingkat kebersihan hasil pemisahan biji ialah 54,4% untuk cabe besar dan 56,7% untuk cabe keriting.
Melalui pengembangan teknologi mekanisasi untuk kebijaksanaan daya cabe dibutuhkan sanggup meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, mutu benih cabai, serta mendorong berkembangnya industri perbenihan cabe di dalam negeri.
Simak juga:
- MESIN PANEN JAGUNG Tipe Kombinasi Solusi Jitu Peningkatan Usaha Tani
- Persingkat Waktu Olah Tanah dengan Mesin Pengolah Tanah AMFIBI
- D’Ozone Mesin Pengawet Sayuran dan Buah Zaman Now
Sumber: Suparlan dan Reny J. Gultom (BBP Mektan, 2017)
Sumber https://kabartani.com
