Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Menangani Penyakit Yang Sering Menyerang Kambing

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Penyakit ialah sesuatu (mikro organisme yang mengakibatkan keadaan abnormal dari badan yang mengakibatkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap makhluk hidup yang dipengaruhinya. Penyakit pada kambing sanggup digolongkan menjadi 2, yakni:





1. Penyakit menular yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, benalu darah, cacing dan kutu.

2. Penyakit tidak menular (antara lain lantaran kurang gizi, kurang mineral, tanaman beracun dan racun)





Adapun cara penularan penyakit ialah (1) kontak pribadi dengan binatang sakit, tanaman beracun, racun, (2) kontak dengan materi terkontaminasi penyakit/racun dan (3) dibawa serangga, pekerja kandang, angin, dll.





Ada banyak sekali macam penyakit pada ternak kambing, namun penyakit yang sering muncul pada pemeliharaan kambing antara lain mastitis (pada kambing tipe perah), scabies dan bloat.





A. Penyakit Mastitis





mikro organisme yang mengakibatkan keadaan  √ Menangani PENYAKIT yang Sering Menyerang Kambing




Mastitis ialah penyakit infeksi pada ambing oleh bakteri. Menjaga kebersihan/sanitasi merupakan cara terbaik mencegah mastitis, termasuk melaksanakan “teat dip” setiap kali pemerahan. Teat dip (larutan celup putting susu): 250 ml chlorohexadine 2% + 45 ml gliserin + air hingga menjadi 1 liter larutan.





Tanda-tanda mastitis antara lain ambing terasa panas, sakit dan membengkak, bila diraba terasa ada yang mengeras pada ambing. Warna dan kualitas air susu abnormal, menyerupai ada warna kemerahan (darah), pucat menyerupai air, kental kekuningan atau kehijauan.





Mastitis sanggup diobati dengan antibiotik melalui putting susu, sesudah ambing dikosongkan (diperah) terlebih dahulu. Pengobatan sanggup dilakukan 2-3 kali per hari, hingga ternak benar-benar sembuh.





B. Penyakit Scabies (Kudis)





mikro organisme yang mengakibatkan keadaan  √ Menangani PENYAKIT yang Sering Menyerang Kambing




Scabies ialah penyakit yang paling sering dan serius terjadi pada kambing/domba. Cara penularannya melalui kontak pribadi dengan ternak yang terinfeksi (sakit) atau kontak dengan alat atau sangkar yang terkontaminasi (bekas ternak sakit).





Pengobatannya ialah dengan injeksi invermectin (sub cutan/bawah kulit) atau cara tradisional dengan mengoleskan adonan belerang dengan oli. Pencegahan terhadap penyakit selalu lebih baik dari pengobatan. Simak juga Cara Ampuh Mengobati Kudis (Scabies) dengan Ekstrak Daun Gamal.





Menjaga kebersihan kandang, peralatan dan ternaknya harus selalu dilakukan dan bila ternak terinfeksi penyakit ini maka harus diisolasi (dipisahkan) dari ternak yang sehat.









Ternak yang terkena penyakit scabies akan selalu menggaruk-garuk pecahan tubuhnya yang terkena infeksi lantaran gatal, pecahan kulit yang terinfeksi mengalami penebalan, nafsu makan berkurang dan ternak jadi kurus, bulu berangasan dan rontok, serta produktivitas menurun. Pada penyakit yang akut tidak jarang akan berakhir dengan kematian.





C. Bloat/Tympani (Kembung Perut)





Penyakit ini terjadi akhir adanya gas dalam lambung secara berlebihan dan dalam waktu yang cepat. Kadang-kadang penyakit ini terjadi secara mendadak.





mikro organisme yang mengakibatkan keadaan  √ Menangani PENYAKIT yang Sering Menyerang Kambing




Pencegahan ialah hindari hijauan muda secara berlebihan atau hijauan yang masih mengandung embun pagi, dan ternak cukup menerima exercise (jalan-jalan/olahraga untuk menguatkan otot).





Hindari pemberian hijauan satu jenis/macam, terutama hijauan leguminosa. Berikan rumput kering sebelum menunjukkan legume. Pengalaman di lapangan, pengobatan dengan banyak sekali macam cara dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi antara lain dengan memakai minuman sprit, minyak nabati/goreng, asam jawa, obat antangin (obat untuk manusia) dll.





Jika cara tersebut gagal, cara terakhir ialah dengan mengeluarkan angin yang ada didalam lambung ternak kambing tersebut secara paksa. Caranya yaitu kambing ditambatkan pada sebuah tiang, sehingga kambing tersebut tidak sanggup lari kemana-mana, selanjutnya ternak kambing dijepit (bagian perutnya) dengan memakai kedua belah kaki dan tangan.





Biasanya ternak kambing akan mengeluarkan angin lewat sendawanya (melalui mulut), tahan beberapa usang sehingga gas yang ada didalam lambungnya akan keluar. Ulangi beberapa kali hingga ternak kambing segar kembali.





Simak juga:









Sumber : BPTP Bengkulu (2015)



Sumber https://kabartani.com