Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Eradikasi Tanaman Pisang Terjangkit Penyakit Layu

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Layu merupakan penyakit pisang yang paling berbahaya. Baik layu Fusarium yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum Schlecht f. sp, cubense (FOC), maupun layu bakteri yang disebabkan oleh basil Raistonia solanacearum biofar 2.


Saat ini, kedua patogen telah menyebar hampir di seluruh pertanaman pisang di Indonesia. Kedua patogen ini merupakan patogen tular tanah dan sangat gampang terpindahkan, menyerang banyak sekali fase pertumbuhan tumbuhan pisang, baik fase bibit, anakan, maupun tumbuhan dewasa.


Di Indonesia, kerusakan yang ditimbulkannya mencapai lebih dari 8 juta rumpun pisang dalam kurun waktu 5 tahun. Salah satu perjuangan untuk menekan perkembangan serangan kedua penyebab penyakit ini yaitu dengan menghilangkan sumber inokulum melalui pemusnahan tumbuhan sakit atau eradikasi.


Kapan Tindakan Eradikasi Harus Dilakukan?


Tindakan eradikasi ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan tumbuhan sakit yang menjadi sumber inokulum di lapangan. Eradikasi harus dilakukan terhadap tumbuhan remaja dan anakan yang berpenyakit beserta rumpunnya.


Pemusnahan tumbuhan sakit atau eradikasi dilakukan pada tumbuhan dalam kebun dengan kriteria sebagai berikut:



  • Serangan patogen hingga dengan 40%, musnahkan tumbuhan sakit beserta rumpunnya dan beberapa tumbuhan di sekitarnya.

  • Serangan lebih dari 40%, lakukan eradikasi total.


Pelaksanaan Eradikasi


Bahan dan peralatan yang perlu disiapkan yaitu: minyak tanah, jarum suntik (spet) dan injektor yang terbuat dari bambu atau pipa besi yang diruncingkan.


Takaran/Dosis


Tanaman remaja 25-40 ml (3-5 sendok makan), tumbuhan muda 15-25 ml (2-3 sendok makan) dan 5-15 ml (1-2 sendok makan) untuk anakan.


Tahapan Pelaksanaan Eradikasi


1. Persiapan Peralatan


 Layu merupakan penyakit pisang yang paling berbahaya √ Eradikasi Tanaman Pisang Terserang Penyakit Layu


Keterangan gambar : alat yang dipakai yakni: (a), (b) alat pembuat lubang injeksi pada batang pisang, (c) alat injeksi (spet).


2. Pembuatan Lubang Injeksi


 Layu merupakan penyakit pisang yang paling berbahaya √ Eradikasi Tanaman Pisang Terserang Penyakit Layu



  • Tusukkan injektor pada pseudostem dengan kemiringan 45-60 derajat.

  • Jarak dari permukaan tanah kurang lebih 40 cm,

  • Tusukkan hingga menyetuh empulur,

  • Keluarkan injektor dari pseudostem dengan cara menarik sambil diputar,

  • Keluarkan potongan pseudostem yang terbawa dari lubang injektor,


3. Injeksi dengan Minyak Tanah


Masukkan kembali injektor kedalam lubang yang sudah dibentuk tadi. Melaui lubang injektor, masukkan minyak tanah sesuai dosis dengan memakai spet (jarum suntik).


Penyuntikan sanggup dilakukan lebih dari sekali tergantung dari kondisi tumbuhan dan cuaca. Bila tumbuhan kokoh dan sedang trend hujan, paling tidak menyuntikkan dengan dosis yang sama harus dilakukan 2 kali, dengan selang waktu satu ahad sehabis penyuntikan pertama. Setelah tumbuhan mati, lakukan pembakaran hingga sisa-sisa tumbuhan pisang habis.


Untuk lahan bekas tumbuhan pisang yang terjangkit layu fusarium, sehabis eradikasi disarankan untuk tidak menanam pisang yang rentan terhadap ras yang ditemukan pada lokasi tersebut.


Sedangkan untuk lahan bekas serangan layu bakteri, sehabis eradikasi, lahan sanggup ditanami kembali dengan pisang sehabis digilir dengan tumbuhan lain, terutama dengan tumbuhan gandum, jagung dan padi selama 2 tahun.


Simak juga:



Sumber: Nasril Nasir, Jumjunidang & Hendri (Balitbu Solok, 2004)



Sumber https://kabartani.com