Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Amoniasi, Tingkatkan Kualitas Jerami Jagung Sebagai Pakan Ternak Ruminansia

Konten [Tampil]

Kabartani.comJerami jagung merupakan limbah pertanian berupa batang, daun, tongkol dan kelobot jagung yang mempunyai potensi besar sebagai sumber pakan, hanya saja kualitasnya rendah. Struktur jaringan yang sudah tua, telah mengalami proses pengerasan dan tingginya kandungan silikat, rendahnya protein garang (4,5%) dan mineral, sehingga sulit dicerna kalau hanya diberikan secara tunggal (Haryanto dkk, 2002).


Oleh alasannya yaitu itu dibutuhkan perlakuan semoga kualitasnya sanggup ditingkatkan antara lain dengan cara amoniasi-molase. Setelah melalui amoniasi kandungan protein jerami jagung menjadi 11-15% dan sangat disukai ternak, serta mempunyai daya simpan yang lebih lama, sehingga sanggup menjadi cadangan pakan disaat kemarau panjang.


Amoniasi yaitu cara perbaikan mutu pakan melalui pertolongan urea sebagai Non protein nitrogen (NPN) yaitu urea yang hanya sanggup dimanfaatkan oleh ternak ruminansia terutama kambing dan sapi, sedangkan ternak monogastrik menyerupai kuda tidak cocok diberikan sebagai pakan.


Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kandungan protein dalam ransum, sehingga mutu pakan sanggup ditingkatkan. Perlu diperhatikan bahwa urea yang dipakai hanya dalam jumlah sedikit, alasannya yaitu kalau berlebihan akan berakibat fatal bagi ternak.


Molase yaitu hasil samping agroindustri dalam proses pembuatan gula (tetes tebu). Manfaat molase yaitu sebagai sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh ternak. Molase dicampurkan pada jerami jagung yang telah diamoniasi, sehingga diperoleh pakan yang memenuhi nutrisi protein dan energi.


Pembuatan amoniasi jerami jagung ini sanggup juga ditambahkan beberapa materi tambahan sebagai suplemen pelengkap, menyerupai garam, dedak, mineral atau materi tambahan lainnya.


Karakteristik umum jerami jagung :



  • Kandungan air tinggi utamanya pada dikala panen,

  • Kandungan serat garang tinggi,

  • Kandungan protein dan mineral rendah,

  • Masih potensial sebagai sumber energi untuk ternak ruminansia


Untuk menciptakan adonan adonan 100 kg, maka dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:



  • Jerami jagung kering (batang, daun, tongkol dan kelobot)

  • Urea 0,5% atau 500 gram per 100 kg jerami jagung

  • Molase 20% atau 20 kg per 100 kg jerami jagung

  • Air 10 liter untuk melarutkan urea

  • Timbangan gantung kapasitas 50 kg

  • Timbangan duduk kapasitas 3 kg

  • Karung goni (karung gabah) 10 lembar

  • Terpal plastik ukuran 4m x 5m, 1 lembar

  • Ember kapasitas 10 liter

  • Tali plastik (tali rafia) 1 roll


Cara Pembuatan:


1. Timbang urea 500 gram dilarutkan dengan 10 liter air bersih, aduk hingga larut merata.


2. Siapkan jerami jagung (berupa batang, daun, tongkol dan kelobot jagung) yang sudah dilayukan kemudian dicacah dengan ukuran kira-kira 3-5 cm (menggunakan mesin chopper), kemudian masukkan kedalam karung-karung dan ditimbang keseluruhannya hingga mencapai 100 kg.


 merupakan limbah pertanian berupa batang √ Amoniasi, Tingkatkan Kualitas Jerami Jagung Sebagai Pakan Ternak Ruminansia


3. Jerami kering yang sudah dicacah di hamparkan di atas terpal plastik kemudian dipercikkan larutan urea secara merata. Lakukan bertahap hingga semua jerami cukup lembab. Bisa kita tambahkan materi tambahan (dedak, garam, mineral, dan materi lainnya) bila ada, aduk hingga merata.


4. Masukkan kembali jerami ke dalam karung-karung dan ditutup rapat dengan terpal plastik hingga proses amoniasi berlangsung hingga 3 – 4 minggu. Simpan ditempat terlindungi dan kontrol suhu jerami jagung semoga berada pada suhu 27 – 35°C. Bila terlalu panas sanggup dibuka sebentar dan dibolak-balik.


5. Setelah proses amoniasi maka jerami dikeluarkan dari dalam karung dan hamparkan diatas terpal plastik untuk di angin-anginkan selama 6 jam semoga amis amonia berkurang.


6. Selanjutnya jerami dilumuri dengan molase (tanpa dicampur air). Lakukan bertahap hingga semua jerami jagung terlumuri secara merata. Setelah itu, dimasukkan kembali ke dalam karung untuk disimpan dan siap diberikan ke ternak.


7. Amoniasi yang baik ditandai dengan aroma khas yang segar, berwarna kehijauan tidak berbau busuk dan tidak menggumpal.


Pemberian ke Ternak


Ternak yang belum terbiasa mengonsumsi fermentasi jerami jagung perlu adaptasi, dengan memberikannnya sedikit demi sedikit.


Takaran pertolongan pakan untuk kambing remaja sebanyak 250 gram per ekor per hari dan untuk sapi remaja sebanyak 1 kg per ekor per hari. Selebihnya diberikan pakan hijauan berupa rumput-rumputan. Pakan ini tidak cocok untuk kuda, alasannya yaitu kuda bukan ternak ruminansia (tidak memamah biak).


Hal penting yang perlu diperhatikan:


Sisa amoniasi yang tidak diberikan harus tetap dalam silo, drum atau plastik tertutup, terlindung dari sinar matahari dan hujan, semoga selalu dalam kondisi anaerob. Amoniasi yang baik dan penyimpanan yang benar sanggup bertahan selama 12 bulan (Haryanto dkk, 2002).


Amoniasi yang tersisa masih layak dikonsumsi ternak selama tidak berubah amis dan warnanya. Namun kalau beraroma busuk dan ditumbuhi jamur berwarna merah atau hitam, jangan diberikan pada ternak. Karena telah tercemari oleh jamur atau basil yang sanggup membahayakan bagi ternak.


Kesimpulan


Pengelolaan jerami jagung untuk dijadikan sebagai pakan ternak ruminansia sangat berpotensi sebagai sumber pakan alternatif selain rumput, utamanya di wilayah yang beriklim kering dengan demam isu kemarau yang panjang. Selain potensi yang melimpah maka perbaikan mutu jerami jagung perlu ditingkatkan dengan perlakuan amoniasi-molase.


Simak juga:



Sumber: Syamsu Bahar (BPTP Jakarta, 2016)



Sumber https://kabartani.com