Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Budidaya Stroberi Tanpa Tanah (Soilless) Ramah Lingkungan

Konten [Tampil]

Kabartani.com – Stroberi merupakan salah satu jenis buah subtropika yang sanggup menyesuaikan diri di dataran tinggi Indonesia. Buah ini sangat digemari sebab penampilannya menarik, rasanya segar, dan kandungan gizinya sangat bermanfaat untuk kesehatan.





Antosianin, senyawa phenolic lainnya, dan asam-asam organik yang dikandung buah stroberi sanggup melawan beberapa penyakit pada insan (Silva et al., 2007) antara lain penyakit degeneratif ibarat kanker dan penyakit jantung (Olsson et al., 2006).





Selain berpotensi sebagai penghambat kanker, ellagic acid dalam buah stroberi terutama biji dan daunnya juga berpotensi mempercantik kulit, menimbulkan gigi putih, menghilangkan amis mulut, serta meningkatkan kekuatan otak dan penglihatan. Bukan hanya buahnya, akar stroberi juga mengandung zat anti radang (Budiman dan Saraswati, 2008).





Beberapa tempat penghasil stroberi yang populer antara lain Garut, Purbalingga dan Karanganyar. Kota Batu dan Sarangan, Bedugul dan lain-lain. Usahatani stroberi mempunyai prospek baik sebab sanggup memperlihatkan laba tinggi, investasinya akan kembali dalam waktu singkat, dan potensi pasar dalam negeri sangat besar.





Ke depan, ajakan terhadap buah stroberi tidak akan pernah menurun, tetapi yang dituntut konsumen yaitu buah yang bernilai gizi tinggi, kondusif untuk kesehatan, dan diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan. Salah satu cara memenuhi tuntutan tersebut yaitu melalui penerapan teknologi produksi tanpa tanah (soilless).





Dengan teknologi tersebut, lingkungan dan proses produksinya lebih gampang dikendalikan sehingga penggunaan materi kimia (pupuk dan pestisida) sanggup diminimalkan dan dampak negatif terhadap lingkungan sanggup diminimalisir.





Dalam kursus ini disampaikan warta dan praktek wacana budidaya stroberi tanpa tanah yang pengelolaannya mengutamakan pemanfaatan materi alami baik media, pupuk maupun pestisida sehingga produk yang dihasilkan mempunyai mutu lebih baik dan kondusif untuk kesehatan maupun lingkungan.





Bahan-Bahan:





  • Serbuk cocopeat (sabut kelapa)
  • Arang sekam
  • Dolomit
  • Benih stroberi
  • Pupuk kotoran kambing/pupuk kandang




Peralatan:





  • Pot plastik/polybag
  • Tempat perendam cocopeat
  • Timba
  • Pengaduk pupuk




1. Penyiapan Media Tanam





 Stroberi merupakan salah satu jenis buah subtropika yang sanggup menyesuaikan diri di dataran tin √ Budidaya Stroberi Tanpa Tanah (Soilless) Ramah Lingkungan
Gambar 1. Proses pembuatan media tanam Stroberi dari cocopeat dan arang sekam




Perlakuan cocopeat:





  • Siapkan serbuk cocopeat sesuai dengan kebutuhan,
  • Rendamlah cocopeat didalam air higienis selama beberapa hari, kemudian diaduk hingga air berbusa putih,
  • Buanglah air rendaman dan gantilah dengan air yang bersih,
  • Ulangi perendaman beberapa kali hingga busa tidak keluar lagi,
  • Jemurlah cocopeat hingga kering,




Pencampuran media:





  • Buatlah media tanam dengan mencampur cocopeat dan arang sekam dengan perbandingan volume 60% : 40%,
  • Siramlah media dengan 1 liter larutan dolomit (1-2 sendok dolomit/liter air) secara merata,
  • Biarkan media sekitar 5 hari,




2. Penyiapan Benih





 Stroberi merupakan salah satu jenis buah subtropika yang sanggup menyesuaikan diri di dataran tin √ Budidaya Stroberi Tanpa Tanah (Soilless) Ramah Lingkungan
Gambar 2. Persiapan benih stroberi dari biji dan stolon




Benih stroberi sanggup disiapkan sebagai berikut:





  • Membeli di Balitjestro atau penangkar stroberi. Varietas stroberi yang tersedia di Balitjestro antara lain Dorit, Lokal Berastagi, Sweet Charlie, Erlybright, Rosa Linda, Chandler, California, Holibert, Aerut, Festival, dll.
  • Membuat sendiri dengan stolon atau anakan. Induk yang dipakai untuk perbanyakan benih sebaiknya disiapkan khusus, bukan diambil dari tumbuhan untuk produksi. Induk tumbuhan harus sehat, unggul, produksi dan mutu buah baik, dan berumur 6-10 bulan.




Cara menyiapkan benih dari anakan:





Benih dari anakan disiapkan dengan memisahkan anakan dalam rumpun tumbuhan induk menjadi beberapa penggalan (1 benih = 1 anakan). Selanjutnya, masing-masing anakan sanggup ditanam eksklusif pada media tanam atau ditanam di dalam polibag kecil.





Cara menyiapkan benih dari stolon (geragih):





Stolon yang telah mempunyai akar 1-2 cm dipotong dari tumbuhan induk, kemudian ditanam dalam tray (baki) yang berisi media tanah endapan pasir halus : sekam (pasir) : pupuk kandang/kompos halus = 1:1:1. Agar benih cepat tumbuh, tray dipasang penaung (sungkup) plastik dan dijaga supaya tanah dan ruang didalam sungkup tetap lembab dengan cara disemprot air.





3. Penanaman





 Stroberi merupakan salah satu jenis buah subtropika yang sanggup menyesuaikan diri di dataran tin √ Budidaya Stroberi Tanpa Tanah (Soilless) Ramah Lingkungan
Gambar 3. Penanaman benih stroberi di polybag




  • Buatlah lubang tanam sedalam 3-5 cm atau diadaptasi dengan perakaran benih stroberi,
  • Ambilah benih yang sudah disiapkan secara hati-hati,
  • Masukkan benih kedalam lubang tanam dan aturlah supaya akarnya menyebab ke segala arah,
  • Timbunlah akar benih dengan media tanam dan jangan hingga titik tumbuhnya tertimbun,
  • Lakukan penyiraman secukupnya, dan semprotlah tumbuhan dengan air supaya kelembabannya terjaga.




4. Pemupukan





Pembuatan teh pupuk kandang:





  • Masukkan pupuk sangkar yang sudah matang sebanyak 1/3 bagian isi timba,
  • Tambahkan air kedalam timba hingga batas kurang 5 cm dari permukaan timba. Sebaiknya dipakai air sumur atau jikalau dipakai air PDAM sebaiknya air tersebut dibiarkan dulu semalam sebelum digunakan.
  • Biarkan rendaman selama 3-4 hari dan aduk pada pagi dan sore,
  • Saringlah teh pupuk melalui kain tipis atau kain berpori kecil,




Aplikasi Pupuk





  • Encerkan hasil saringan dengan air hingga warnanya lemah (perbandingan 1 hasil saringan : 5-10 air untuk teh).
  • Siramkan teh pupuk sangkar kurang lebih 200-250 ml di tempat akar seminggu sekali.
  • Semprot tumbuhan dengan 1-2 ml citromik/liter dua ahad sekali.




Fase pembesaran dan pematangan buah: Lakukan penyemprotan dengan pupuk yang kandungan kaliumnya tinggi (KNO3) untuk memperbesar ukuran buah, dan untuk meningkatkan rasa manis semprotlah dengan pupuk yang mengandung magnesium (kiserit).





Untuk mencegah defisiensi unsur mikro: Semprot tumbuhan dengan pupuk mikro lengkap (multi mikro, mikrota, dll) terutama ketika pertumbuhan vegetatif, takaran sesuaikan dengan usulan di kemasan pupuk.





5. Pemangkasan Daun





Pangkas daun yang terjangkit penyakit, daun tua, dan daun yang terlalu rimbun supaya tumbuhan efisien melaksanakan fotosintesis dan penyakit tidak menular sehingga produksi dan mutu buahnya prima. Pemangkasan daun bau tanah juga akan mendorong tumbuhnya daun baru.





6. Pemangkasan Stolon





Pangkas atau kurangi jumlah stolon yang terlalu banyak supaya hasil fotosintesis lebih difokuskan untuk menghasilkan buah, bukan untuk pertumbuhan stolon.





7. Penjarangan Bunga/Buah





Buanglah bunga pertama dan buah stadium pentil yang jumlahnya terlalu banyak. Semakin cepat dilakukan penjarangan, semakin baik pengaruhnya terhadap ukuran buah dan pertumbuhan tanaman.





8. Penyiangan Gulma





Perakaran stroberi relatif dangkal sehingga adanya gulma mengakibatkan persaingan nutrisi dalam tanah. Karena itu, gulma harus selalu dibersihkan secara mekanis dengan dicabut.





Simak juga:







Sumber https://kabartani.com