Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Arti Syafakallah Dan Syafakillah Beserta Klarifikasi Lengkap

Konten [Tampil]

Sakit ialah hal yang tidak sanggup dihindari. Ia ialah reaksi yang menerangkan bahwa badan sedang tidak baik-baik saja. Sakit sanggup melemahkan fisik dan psikis seseorang.


Oleh alhasil seorang yang sakit membutuhkan pelipur lara. Islam menawarkan keistimewaan untuk orang sakit berupa pembatalan dosa. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini:


“Tidak ada yang menimpa seorang muslim kepenatan, sakit yang berkesinambungan (kronis), kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, hingga duri yang tertusuk karenanya, kecuali dengan itu Allah menghapus dosanya” (HR. Bukhari)


Selain itu seorang yang sakit juga membutuhkan kontribusi dari orang sekitar. Karenanya Islam juga sangat menganjurkan seorang muslim untuk menjenguk dan mendoakan saudaranya yang sedang sakit.


Ketika mendengar atau bertemu seseorang yang sakit doa sederhana yang biasa diucapkan ialah syafakallah atau syafakillah.


Lalu apa bantu-membantu arti lafadz tersebut? berikut ini terdapat beberapa klarifikasi mengenai lafadz syafakallah dan syafakillah:




Arti Lafadz Syafakallah dan Syafakillah




Secara bahasa syafakallah dan syafakillah mempunyai arti yang sama yaitu supaya Allah menawarkan kesembuhan kepadamu, hanya saja dalam penggunaannya syafakallah diucapkan untuk kata ganti orang kedua – kau (laki-laki) sedangkan syafakillah dipakai untuk kata ganti orang kedua – kau (perempuan).


Jika diartikan secara luas syafakallah dan syafakillah merupakan ungkapan yang diucapkan seseorang dikala mendengar seorang yang lain dalam keadaan sakit. Hal ini merupa doa yang sederhana namun cukup berarti.




Penggunaan Lafadz Syafakallah dan Syafakillah Sesuai Tata Bahasa




Dalam tata bahasa Arab juga terdapat kata ganti yang disebut dengan dhomir. Penggunaan syafakallah dan syafakillah tersebut dibedakan menurut dhomir muttashil.


Dhomir muttashil merupakan dhomir yang bersambung dengan lafadz sebelumnya. Jika dikelompokkan menurut dhomir muttashil kata syafakallah mempunyai beberapa bentuk menyerupai teladan di bawah ini:


a. Syafahullah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepadanya (laki-laki)


b. Syafahallah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepadanya (perempuan)


c. Syafahumullah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepada mereka (laki-laki)


d. Syafahunnallah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepada mereka (perempuan)


e. Syafakallah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepadamu (laki-laki)


f. Syafakillah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepadamu (perempuan)


g. Syafakumullah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepada kalian (laki-laki)


h. Syafakunnallah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepada kalian (perempuan)


i. Syafanallah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepada kita


j. Syafanillah : Semoga Allah menawarkan kesembuhan kepadaku




Anjuran Menjenguk Orang Sakit




Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa orang yang sedang sakit membutuhkan kontribusi dari orang lain, sehingga dalam Islam pun menganjurkan setiap orang menjenguk saudaranya yang sedang sakit.


Adapun proposal tersebut tertuang dalam sebuah hadits riwayat Muslim berikut ini:


“Dari Abu Hurairah RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam, yaitu:


1. kalau kau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,

2. kalau ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,

3. kalau ia meminta pesan tersirat kepadamu maka berilah ia nasihat,

4. kalau ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka do’akanlah ia dengan Yarhamukallah (mudah-mudahan Allah menawarkan rahmat kepadamu),

5. kalau ia sakit maka jenguklah dan

6. kalau ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya”.

(HR. Muslim, no. 2162).


Hadits di atas terperinci menyebutkan salah satu hak setiap muslim terhadap saudaranya yang sakit ialah menjenguknya.


Kalimat tersebut merupakan sebuah proposal yang memperlihatkan bahwa Islam begitu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.


Nilai yang harus dijaga sebagai harkatnya menjadi manusia. Karena cukup umur ini semakin berkembangnya zaman nilai kemanusiaan pada diri insan sendiri perlahan-lahan memudar.


Sesama insan jadi gampang saling membenci, memaki, menindas, bahkan membunuh. Semuanya dilakukan atas nama kekuasaan, kesejahteraan, dan juga agama.


Oleh alhasil Islam selalu mengingatkan bahwa menjaga nilai kemanusiaan dengan melaksanakan hal kecil menyerupai menjenguk orang sakit sangatlah penting untuk senantiasa dilakukan.




Doa Menjenguk Orang Sakit




Meskipun di dalam Al-quran maupun hadits tidak ada perintah atau proposal mengucap syafakallah dikala mendengar seseorang yang sedang sakit, namun kata tersebut sudah menjadi ungkapan kebiasaan yang diucapkan untuk orang sakit.


Dan hal itu tidak salah untuk dilakukan, toh ungkapan syafakallah mengandung doa yang baik. Adapun doa yang memang dianjurkan untuk dibaca dikala menjenguk orang yang sakit ialah sebagai berikut:


للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَما


Artinya: Ya Allah Tuhan dari semua manusia, hilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang sanggup menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali dari pada-Mu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi.


Doa di atas merupakan salah satu dari sekian banyak doa yang dianjurkan oleh Islam dikala menjenguk orang sakit. Namun pada hakikatnya doa yang dipanjatkan tidak harus sesuai dengan lafadz doa di atas.


Doa menjenguk orang sakit juga tidak harus melulu diucapkan dalam bahasa arab tetapi juga boleh dilafadzkan dalam bahasa Indonesia, yang terpenting tentu saja doa tersebut mengandung sesuatu yang baik dan juga dilakukan dengan cara yang baik.




Keutamaan Menjenguk Orang Sakit




Sebagai sesama insan baik ada atau tanpa perintah dan proposal sudah selayaknya kalau setiap orang menjenguk sesamanya yang sedang sakit , atau setidaknya mendoakannya baik sakit tersebut merupakan sakit ringan atau sakit yang akut.


Rasa tenggang rasa tersebut seharusnya menjadi bab yang tak terpisahkan dari kita sebagai manusia. Walaupun di dalam Islam sendiri pun terdapat keutamaan bagi sesorang yang menjenguk orang sakit.


Keutamaan tersebut dipaparkan pada hadits berikut ini:


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ


Artinya: Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari melainkan 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di sore hari. Dan kalau ia menjenguknya di sore hari maka 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di pagi hari. Dan ia mempunyai buah-buahan yang dipetik di dalam surga.(HR. At-Tirmidzi no. 969)


Hadits tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada kebaikan yang tidak di balas dengan kebaikan. Seseorang yang hanya meluangkan waktunya untuk menjenguk seseorang lainnya yang sedang sakit memperoleh ganjaran berupa ampunan dosa, di mana hal tersebut diminta eksklusif oleh para malaikat Allah yang dijamin ketaatannya.


Jadi tak usah berat hati untuk sekedar menjenguk orang sakit, alasannya ialah masih banyak keutamaan lainnya yang diperoleh dari perbuatan baik tersebut.


Demikian artikel mengenai arti serta klarifikasi lafadz syakallah dan syafakillah. Meskipun pada penulisan artikel ini masih banyak kekurangan, tetap saja impian penulis supaya goresan pena di atas sanggup bermanfaat dan juga menambah wawasan bagi pembaca. Penulis akan senantiasa belajar. Selamat membaca.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com