Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Arti Jazakallah Dan Jazakumullah Beserta Klarifikasi Lengkap

Konten [Tampil]

Pernah mendengar kata jazakallah dan jazakumullah?


Dalam islam, kebaikan menempati posisi yang luhur dan utama dalam kehidupan muslim sehari-hari. Bahkan dalam al-quran dan hadist terdapat aneka macam ajuan untuk berbuat baik serta membalas kebaikan.


Diantara dari ajuan kebaikan yang banyak tersebut, ada satu ucapan yang patutnya disampaikan dikala seseorang muslim mendapatkan kebaikan atau dukungan dari muslim lainnya.


Ucapan itu ialah Jazakallah dan Jazakumullah. berikut klarifikasi (arti, makna, dan anjuran) terkait lafadz tersebut:




Arti dan Makna Jazakallah Jazakumullah




Jazakallah dan Jazakumullah diambil dari bahasa arab yang merupakan ucapan dikala seorang muslim menerima anugrah kebaikan dari muslim lainnya. Arti sendiri dari jazakallah ialah biar Allah membalasmu.


Kalimat ini biasa dipakai untuk menyatakan kepada muslim pria yang tunggal atau sendiri. Sedangkan jazakumullah adalah: biar Allah membalasmu semua.


Kalimat yang ditujukan untuk orang banyak. Adapun beberapa keterangan kebahasaan dan penggunaannya ialah sebagai berikut:


a. Jazakallah : biar Allah membalasmu (untuk laki-laki)

b. Jazakillah : biar Allah membalasmu (untuk perempuan)

c. Jazakumullah : biar Allah membalasmu semua (untuk orang banyak)

d. Jazakallah khoiron : biar Allah membalasmu dengan kebaikan

e. Jazakallah khoiron katsiron : biar Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak


Keterangan diatas memperlihatkan penggunanaan ucapan jazakallah dari subjek pengucap kepada objek yang laki-laki, perempuan, atau orang banyak. Dalam Keterangan (d) dan (e) diatas tersebut merupakan kalimat lengkap yang ditujukan untuk memperlihatkan klarifikasi embel-embel yang menyertakan kebaikan di dalamnya.


Jazakallah sendiri memiliki makna yang penting dalam kehidupan umat islam.


Terlihat sekali betapa agungnya kebaikan orang lain sehingga kita dianjurkan minimal untuk membalas kebaikannya dengan ucapan yang baik juga mulia, yaitu menyertakan kuasa Allah untuk memperlihatkan balasanNya dari orang yang telah memperlihatkan kebaikannya untuk kita.


Lebih lanjut, Jazakallah merupakan pernyataan dari kaum muslim bahwa yang sanggup membalas dan memberi kebaikan untuk alam semesta seisinya tak lain tak bukan ialah dari kuasa Allah semata.


Manusia harus berusaha dan menyertakan Allah untuk semua itu. Hanya Allah lah yang sanggup memperlihatkan nikmat tiada putus kepada hambanya. Hanya Allah satu-satunya dzat yang sanggup diandalkan untuk membalas kebaikan untuk makhluknya.




Kemuliaan mengucap jazakallah Jazakumullah




Usamah bin Zaid berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, kemudian ia menyampaikan kepada pelakunya: “Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.”


(HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Kitab Shahih Al jami’, no. 6368)


Hadist diatas memperlihatkan rasulullah benar-benar menghargai kebaikan orang lain. Bahkan disebut juga bagi orang yang mengucap jazakallah khairan memperlihatkan bahwa orang itu termasuk telah meninggikan pujian. Telah melaksanakan satu perbuatan yang baik dan mulia.


Ada juga embel-embel hadist dari rasulullah yang memperlihatkan bahwa hendaknya umat muslim menyertakan Allah dalam segala ucapan dan perbuatannya,


Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang meminta proteksi dengan menyebut nama Allah maka lindunglah ia, barangsiapa yang meminta dengan menyebut nama Allah maka berilah ia, barangsiapa yang mengundang kalian maka hadirilah (undangannya), dan barangsiapa yang berbuat kepada kalian kebaikan maka balaslah, kalau ia tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia, hingga kalian melihat bahwa kalian sudah membalasnya.’ (HR. Abu Daud)


Hadist diatas memperlihatkan bahwa rasulullah mengatur hubungan antar sesama insan yang harus senantiasa menjaga kebaikan bersama. Bahwa sesama umat muslim harus terus berusaha untuk saling memberi doa dan kebaikan bagi sesama muslim lainnya.


Bahkan kalau belum sanggup membalas kebaikan itu, dianjurkanlah untuk muslim yang mendapatkan kebaikan untuk mendoakannya hingga suatu waktu sanggup membalas kebaikan tersebut.




Anjuran mengucap Jazakallah Jazakumullah




Berkata Al Khaththaby rahimahullah,


Pertama: “Bahwa barangsiapa yang watak dan kebiasaannya ialah kufur terhadap nikmat (kebaikan) orang dan tidak bersyukur atas kebaikan mereka, maka pasti termasuk kebiasaannya ialah kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala dan tidak bersyukur kepada-Nya.


Kedua: “Bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak mendapatkan syukurnya seorang hamba atas kebaikan-Nya kepadanya, kalau seorang hamba tidak bersyukur kepada kebaikan orang lain dan kufur terhadap kebaikan mereka.” Lihat kitab Sunan Abu Daud dengan Syarah Al Khaththaby, 5/ 157-158.


Keterangan diatas memperlihatkan bahwa bagi umat muslim yang menerima nikmat dari orang lain setidaknya sanggup melaksanakan 4 hal sebagai berikut:


1. Membalas dukungan tersebut

2. Memuji orang tersebut

3. Mengucapkan Jazakallah khairan kepada orang tersebut

4. Mendoakan orang tersebut


Adapun juga ajuan mengucap jazakallah pada beberapa ketentuan ruang dan waktu di bawah ini:


A. Ketika mendapatkan hadiah dari orang lain


Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan sebuah hadiah, kemudian ia mendapati kecukupan maka hendaknya ia membalasnya, kalau ia tidak mendapati maka pujilah ia, barangsiapa yang memujinya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya, barangsiapa menyembunyikannya sungguh ia telah kufur.”(HR. Abu Daud)


Hadis diatas memperlihatkan bahwa hadiah baik berupa benda atau sejenisnya dari orang lain kepada kita haruslah sanggup kita memperlihatkan penghargaan atas hal tersebut.


Entah hadiah yang bernilai kecil atau besar. Bahkan, kalau tidak memberi penghargaan atas hadiah tersebut, rasulullah menyebut orang sebagsimana dimaksud telah terjerumus pada kekufuran.


B. Ketika mendapatkan kebaikan dari orang lain


Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan kepadanya sebuah kebaikan, hendaklah ia membalasnya dan barangsiapa yang tidak sanggup maka sebutlah (kebaikan)nya, dan barangsiapa yang menyebut (kebaikan)nya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya dan barangsiapa yang puas dengan sesuatu yang tidak ia miliki, maka ia menyerupai seorang yang menggunakan pakaian palsu.” (HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Taghib Wa At Tarhib, no 974)


Hadist di atas menjelaskan kepada kita bahwa kebaikan, apapun bentuknya, haruslah disyukuri. Baik berupa pertolongan kecil dari orang lain atau perjuangan besar dari orang lain untuk membantu kita.


Kebaikan, meskipun tidak selalu bersifat materiil, nyatanya juga sesuatu yang kita butuhkan dan menjaga umat muslim untuk selalu berada pada tolong menolong dan menjaga persaudaraan sesamanya.


C. Ketika dibantu pemenuhan kebutuhan oleh orang lain


Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:


Berkata Kaum Muhajirin: “Wahai Rasulullah, kaum Anshr pergi dengan (membawa) pahala seluruhnya, kami tidak pernah melihat suatu kaum yang lebih baik pemberiannya dengan sangat banyak, tidak pernah lebih baik tenggang  rasanya dalam wacana yang sedikit dibandingkan mereka, mareka telah mencukupkan kebutuhan kami?”, dia bersabda: “Bukankah kalian telah memuji mereka atas itu dan berdoa kepada Allah untuk mereka?”, mereka menjawab: “Iya”, dia berkata: “Maka itu dengan dengan itu.” (HR. An Nasai di dalam Sunan Al Kubra dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Taghib Wa At Tarhib, no 977).


Hadist diatas ialah citra kaum muhajirin yang menerima dukungan pemenuhan kebutuhan dari kaum anshr. Rasulullah kemudian memastikan bahwa apakah kaum muhajirin sudah memuji dan berdoa kepada Allah untuk kaum ansr. Dan kaum muhajirin menjawab iya.


Adapun keterangan lanjutnya dari hadist tersebut adalah, apabila ada tetangga atau sanak saudara kita ikut membantu kita dalam memenuhi kebutuhan sehari-sehari, maka jangan hingga ucapan Jazakallah itu hingga luput untuk kita sampaikan kepada mereka.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com