√ Pengertian Suhuf Lengkap Beserta Klarifikasi Dan Penerimanya
Pengertian Suhuf – Suhuf ialah kata dalam Bahasa Arab yang berarti lembaran. Sama menyerupai Al Alquran suhuf juga berisi firman Allah yang diwahyukan kepada para Nabi dan Rasul. Dahulu sebelum Al Alquran dibukukan bentuknya masih berupa suhuf atau lembaran-lembaran. Suhuf tidak hanya ditulis diatas lembaran kertas, tapi juga lembaran-lembaran lainnya.
Pengertian Suhuf
Ada yang ditulis diatas batu, ada yang diatas kulit ternak, sampai diatas pelepah kurma. Hingga ketika semua isi Al Alquran lengkap barulah suhuf-suhuf tadi dibukukan dalam bentuk kitab Al Quran. Beberapa Nabi ada juga yang mendapatkan wahyu Allah dan tidak dibukukan atau tidak mendapatkan kitab. Beberapa nabi tersebut, diantaranya Nabi Adam as, Nabi Syith as, Nabi Idris as, Nabi Ibrahim as, dan Nabi Musa as.
Perbendaan antara Kitab dan Suhuf (Pengertian Suhuf)
Pada hakikatnya dari kitab dan suhuf bersama-sama mempunyai persamaan, yaitu sama-sama wahyu dari Allah yang diturunkan kepada para RasulNya. Perbedaannya ada pada penyampaian. Kitab diturunkan Allah kepada RasulNya untuk diajarkan pepada umat insan sebagai fatwa hidup. Sedangkan suhuf diturunkan kepada Rasul maupun Nabinya, tapi tidak wajib diajarkan kepada manusia.
Isi dari kitab juga lebih lengkap dan lebih rinci dalam bentuk yang dibukukan. Isi daripada suhuf biasanya ialah pujian-pujian kepeda Allah, dzikir, dan nasihat.
Nabi yang Menerima Suhuf
Adam as mendapatkan wahyu sebanyak 10 suhuf. Nabi Syith as mendapatkan wahyu sebanyak 50 suhuf. Idris ‘alaihis salam mendapatkan wahyu sebanyak 30 suhuf. Ibrahim ‘alaihis salam mendapatkan wahyu sebanyak 10 suhuf. Sedangkan Nabi Musa as mendapatkan wahyu sebanyak 10 suhuf.
Suhuf Nabi Ibrahim dan Musa
Suhuf yang diturunkan Allah kepada Nabi Ibrahim dan Musa as ialah yang paling sering disebutkan di dalam Al Quran. Lalu apa saja isi daripada suhuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa ‘alaihis salam. Sebagian ulama beropini bahwa suhuf nabi Ibrahim dan Musa hanya berisi nasihat-nasihat. Adapula ulama yang beropini bahwa di dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa terdapat hukum-hukum sama halnya dengan Al Quran. Mereka yang beropini demikian beracuan kepada ayat-ayat Al Alquran di bawah ini:
1. QS. Al Baqarah: 136
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Artinya; Katakanlah (hai orang-orang mukmin): ”Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya. Dan apa yang kami berikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”
2. QS. An Najm: 36 – 41
أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَى ٰوَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّى ٰأَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ٰ وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى ٰوَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى ٰثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ
Artinya; “Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?”(36) “Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?”(37) “Bahwasannya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”(38) “dan bahwasannya seorang insan tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”(39) “dan bahwasannya perjuangan itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).”(40) “ Kemudian akan diberi akibat kepadanya dengan akibat yang paling sempurna.”(41)
3. QS. Al A’la: 14 – 19
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى ۙوَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى ۗبَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا ۖوَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى ۗاِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰى ۙصُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى
“Tidaklah beliau mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” [14] “Ketahuilah sungguh jikalau beliau tidak berhenti (berbuat demikian) pasti Kami tarik ubun-ubunnya.”[15] “sedangkan kau (orang-orang kafir) menentukan kehidupan dunia.”[16] “Padahal kehidupan alam abadi itu lebih baik dan lebih kekal.”[17] “Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab terdahulu.”[18] “(yaitu) suhuf-suhuf Ibrahim dan Musa.”
Berdasarkan beberapa ayat diatas sanggup disimpulkan bahwa sebagian isi suhuf Ibrahim dan Musa sama menyerupai ayat dalam Al Quran. Allah bahkan menyebutkan bahwa apa yang DIa firmankan di dalam Al Alquran pernah disebutkan di dalam suhuf-suhuf atau kitab-kitab sebelumnya.
Sumber aciknadzirah.blogspot.com