Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Merawat Murai Kerikil Anakan Atau Bakalan Biar Bermental Petarung Gacor

Konten [Tampil]

Burung murai kerikil merupakan jenis burung Fighter atau burung petarung yang mempunyai mental yang bagus, selain itu untuk bunyi kicuan yang di sertai dengan tarian yang menjadi khas burung murai kerikil ini menjadi daya tarik tersendiri dari kalangan kicaumania untuk di peliahara. 


Namun , untuk mengeluarkan talenta yang bisa di miliki murai kerikil membutuhkan cara perawatan yang rutin dan tips untuk mendorong burung itu sendiri mempunyai mantal petarung sejati.


Untuk memulai dalam mengeluarkan kemampuan terbaiknya, maka bisa memulai melaksanakan perawatan mulai dari anakan atau istilah lainnya yang masih bakalan, alasannya yakni memang sebaiknya di lakukan perawatan untuk membuatnya gacor dengan umur yang masih muda.


Berbicara perihal bunyi kicuan yang menjadi keharusan untuk membuatnya gacor yakni dengan cara memaster burung murai kerikil itu sendiri, akan tetapi pembahasan kali ini khusus untuk meningkatkan kualitas mental petarung dengan membaca klarifikasi di bawah ini hingga selesai.



Cara Merawat Murai Batu Anakan Agar Gacor



Baca : Cara Masteran Burung Murai Batu Agar Bisa Masuk





  1. Sifat Teritorialnya




Untuk melatih mental dari burung murai kerikil yakni dengan cara memunculkan sifat teritorial dari murai kerikil itu sendiri. Sifat teritorial yang di maksud adalah, dengan mambangun keyakinan diri dari murai kerikil tersebut terhadap lingkungan  yang biasa ditempati, seolah-olah wilayah tersebut merupakan kekuasaan murai kerikil itu sendiri. Dan teritorial terhadap lingkungan ( tempat kekuasaan ) yang di tempati merupakan sifat dari burung itu sendiri.


Untuk melakukannya, maka bisa dengan menyimpan burung murai kerikil anda ditempat yang sama selama 2 hingga 3 ahad atau lebih dengan menggantung kandang burung pada pagi hari ketika masing banyak embunya hingga siang hari.


Setelah itu, bisa sambil memindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan jarak sejauh 2 hingga 3 meter saja dan begitu juga seterusnya, hingga burung mengenal lokasi di sekitarnya, semakin usang semakin luas jangkauan lingkungan yang murai kerikil kenal.


Setelah 2 hingga 3 ahad selesai, maka bisa menyimpang burung Fihgter lainnya disekitar lokasi murai kerikil anda, ibarat burung kacer, murai kerikil dan setenisnya.


Jika burung murai kerikil anda berhasil memunculkan sifat teritorialnya, maka bisa melihat dari gejala burung yang sering menaik-turunkan ekornya, membusungkan dadanya dan juga terlihat gelisah.




  1. Melatih mental




Setelah sifat teritorial dari burung murai kerikil sudah dimiliki, maka untuk melatih mental petarung murai kerikil yakni dengan cara mendekatkan burung lainnya, ibarat murai batu, kacer dan lain sebagainya.


Ketika burung murai kerikil mengeluarkan bunyi kicauannya dengan keras dan cukup sering, maka bisa pribadi memisahkannya kembali burung lainnya tersebut dan lakukan hal tersebut 1 ahad sekali secara rutin, hingga benar-benar mentalnya keluar dengan maksimal.




  1. Perawatan harian




Untuk perawatan harian untuk membuatnya mempunyai bunyi gacor, maka membutuhkan  untuk di mandikan, menjemur, masteran dan peberian pakan sebagai factor lainnya untuk mengeluarkan kualitas terbaiknya.


Untuk ahad pertama pada ketika mengeluarkan sifat teritorialnya maka bisa dengan menawarkan 2 cepuk kroto, pada pagi dan siang hari dan didukung dengan sumbangan pakan lainnya, ibarat jangkrik, ulat jerman, Voer dan lain sebagainya.



Sumber https://kicaumania.net