Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Masyarakat Multikultural : Pengertian, Ciri, Faktor, Bentuk

Konten [Tampil]
A. PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Kata Masyarakat Multikultural disusun oleh tiga kata utama, Masyarakat, Multi dan Kultural. Masyarakat artinya kumpulan insan yang hidup dalam atu kesatuan dan berinteraksi berdasarkan sistem budpekerti istiadat dalam suatu kawasan untuk waktu tertentu, Multi berarti beranekaragam atau banyak, dan Kultural berarti Budaya. Kaprikornus Masyarakat Multikultural yaitu suatu masyarakat yang hidup dalam suatu tempat dengan beberapa kebudayaan yang berbeda. Masyarakat multikultural biasanya menganut paham multikulturalisme, yaitu anggapan bahwa setiap budaya mempunyai kedudukan yang sederajat dan kelebihannya tersendiri.
 Kata Masyarakat Multikultural disusun oleh tiga kata utama √ Masyarakat Multikultural : Pengertian, Ciri, Faktor, Bentuk
MASYARAKAT MULTIKULTURAL

B. CIRI  CIRI MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Segmentasi, artinya masyarakat terbentuk dari bermacam – macam suku, ras, agama dan keanekaragaman lainnya, sehingga masih mempunyai pemisah yang besar lengan berkuasa antar kelompok masyarkat.
Adanya dominasi dari satu kelompok ke kelompok lainnya. Kelompok dalam lingkungan masyarakat multikultural biasanya terbagi menjadi pihak yang mendominasi dan pihak yang terdominasi.

Konsensus yang rendah. Konsensus yang dimaksudkan disini yaitu keputusan yang diambil berdasarkan akad bersama. Karena terdapat aneka macam macam perbedaan dalam lingkungan masyarakat multikultural, maka sulit untuk tercapainya suatu akad yang disetujui seluruh kelompok, oleh sebab itu sulit untuk membuat keputusan sehingga konsensus yang terbentuk rendah.

Integrasi Sosial biasanya dipaksakan. Integrasi yaitu sebuah sistem pembauran sehingga mencapai suatu kesatuan yang utuh. Seperti yang telah kami singgung sebelumnya, sebab banyak keanekaragaman yang ada, masyarakat multikultural sulit untuk mencapai suatu kesepakatan. Oleh sebab itu sifat dari integrasi sosial sanggup dipaksakan demi mencapai keselarasan dan kedamaian.

Memiliki struktur dalam forum yang non komplementer. Dalam masyarakat multikultural, persatuan forum sosial akan terpisah oleh segmen – segmen tertentu.

C. FAKTOR – FAKTO PENYEBAB TIMBULNYA MASYARAKAT MULTIKULTURAL
1. Faktor Geografis
Suatu negara atau wilayah mempunyai karakteristik dan kondisi geografis yang berbeda beda. Kondisi geografis ini akan mensugesti fenomena alam yang sering terjadi di wilayah tersebut. Nah baik secara pribadi maupun tidak langsung, fenomena alam akan mensugesti kehidupa sosial dalam suatu lingkungan masyarakat. Perbedaan dari kondisi geografis ini akan menyebabkan corak dan cara hidup yang beranekaragam dalam masyarakat. Contohnya indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai banyak kawasan gunung dan kawasan laut, tentunya cara hidup masyarakat di kawasan gunung akan berbeda dengan mereka yang hidup di kawasan maritim atau pesisir pantai.

2. Kondisi Iklim dan Cuaca
Masih berafiliasi dengan kondisi geografis di atas, kondisi iklim dan cuaca juga termasuk fenomena alam yang dipengaruhi faktor geografis dari suatu wilayah. Perbedaan iklim dan cuaca akan mensugesti teladan sikap insan dalam beradaptasi dengan iklim tersebut. Contohnya masyarakat yang tinggal di kawasan yang lebih hambar akan memakai pakaian yang lebih tebal, sedangkan yang tinggal di kawasan panas akan mengenakan pakaian yang lebih tipis.

3. Pengaruh Budaya Asing
Penyebaran budaya antar masyarakat dari seluruh dunia akan mensugesti kehidupan sosial masyarakat tersebut, ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang pesat ketika ini, maka media penyebaran budaya menjadi lebih luas dan lebih gampang dilakukan. Masuknya budaya gila dalam suatu lingkungan masyarakat akan memunculkan kebiasaan gres jawaban benturan budaya gila dengan  budaya lokal, oleh sebab itu dampak budaya gila merupakan salah satu pemicu munculnya Masyarakat Multikultural.
 Kata Masyarakat Multikultural disusun oleh tiga kata utama √ Masyarakat Multikultural : Pengertian, Ciri, Faktor, Bentuk
MASYARAKAT MULTIKULTURAL

4. Keanekaragaman Suku Bangsa
Suku bangsa atau yang juga sering kita sebut dengan etnis yaitu kelompok insan yang anggotanya mendefinisikan diri mereka berdasarkan garis keturunan dan ciri ciri fisik yang dianggap sama. Identitas suku ditandai dengan legalisasi dari orang lain terhadap ciri khas suatu kelompok tersebut. Contoh yang paling gampang kita ambil yaitu indonesia sebagai negara denagn suku bangsa yang beranekaragam, ada suku bali, batak, aceh dan masih banyak lagi. Semua suku tersebut disatukan dalam sebuah negara sehingga membentuk kehidupan masyarkat multikultural dalam satu kesatuan.

5. Keanekaragaman Agama
Agama yaitu sebuah kepercayaan dan pandangan dunia yang menghubungkan insan dengan tatanan/perintah dalam kehidupan. Agama mempunyai simbol dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan asal seruan dan makna kehidupan. Agama mempunyai ikatan yang besar lengan berkuasa dengan seseorang sebab setiap agama mempunyai aturan, kitab suci, dan tempat tempat suci yang mensugesti kehidupan penganutnya. Ada beberapa jenis agama yang ada di dunia. Penganut agama yang berbeda dalam suatu wilayah akan membuat lingkungan masyarakat multikultural, oleh sebab itu agama merupakan salah satu faktor yang sanggup memicu timbulnya masyarakat multikultural.

6. Keanekaragaman Ras
Ras yaitu suatu sistem penjabaran yang dipakai untuk mengelompokkan insan dalam suatu kelompok besar berdasarkan ciri fisik, asal seruan geografis, tampang dan kesukuannya. Paradigma ras sering dipakai dalam aneka macam disiplin ilmu lebih menekan pada sifat biologis atau konstruk sosial seseorang. Paran antropolog dan ilmuan evolusi mengidentifikasikan istilah ras untuk membahas perbedaan genetika (biologis), sedangkan sejarawan dan ilmuwan sosial mendefinisikan ras sebagai kategori kebudayaan atau konstruksi sosial, suatu cara tertentu orang berbicara wacana diri mereka dan wacana orang lain. Perbedaan ras sanggup mejadi salah satu faktor pemicu timbulnya masyarakat multikultural.

D. KLASIFIKASI MACAM MACAM BENTUK MASYARAKAT MULTIKULTURAL
1. Berdasarkan Kekuatannya, Masyarakat multikultural sanggup terbagi menjadi :
  • Masyarakat dengan Kompetisi Seimbang
  • Masyarakat dengan mayoritas mayoritas (kelompok mayoritas yang mendominasi)
  • Minoritas Dominan (kelompok kecil yang mendominasi)
  • Fragmentasi, masyarakat yang terdiri dari banyak kelompok kecil, tidak ada yang mendominasi.

2. Berdasarkan Kecenderungan Perkembangan dan praktik Multikulturalismenya
  • Multikulturalisme Isolasionis, merupakan kelompok masyarakat multikultural yang menjalankan kehidupannya secara otonom dengan interaksi antar kelompok yang minimal satu sama lain.
  • Multikulturalisme Akomodatif, masyarakat yang mempunyai kultur mayoritas yang membuat penyesuaian tertentu bagi kaum minoritas. Masyarakat multikultural ini biasanya memperlihatkan kebebasan bagi kaum minoritas untuk mempertahankan kebudayaan mereka.
  • Multikulturalisme Otonomis, merupakan kehidupan dimana masyarakat multikultural yang hidup bersama berusaha membuat kesetaraan sebagai budaya mereka. Kelompok mayoritas yang berusaha membuat tingkatan tingkatan dalam kehidupan bermasyarakat akan ditentang dalam sistem ini.
  • Multikulturalisme Kritikal / Interaktif, merupakan kelompok kultural yang tidak terlalu fokus dengan kehidupan kultural otonom, melainkan lebih ingin membuat kultur kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif masing masing kelompok masyarakat.
  • Multikulturalisme Kosmopolitan, merupakan jenis sistem yang berusaha menghilangkan batas-batas kultural dalam kehidupan mereka sehingga nantinya tercipta sebuah masyarakat dimana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu.

E. DAMPAK TERBENTUKNYA MASYARAKAT MULTIKULTURAL
1. Dampak Positif (Manfaat) Masyarakat Multikultural
  • Keanekaragaman akan membuat masyarakat lebih terbuka dalam menjalin kekerabatan sosial.
  • Mermberikan ikatan yang lebih besar lengan berkuasa dengan mendapatkan kekurangan masing masing kelompok.
  • Saling menyebarkan pengetahuan dan menghargai antar budaya, memperlihatkan bahwa perbedaan bukanlah pembatas dalam menjalin suatu hubungan.

2. Dampak Negatif (Kerugian) Masyarakat Multikultural
  • Munculnya sikap fanatik dan ekstrim dalam mendukung suatu kelompok.
  • Adanya politik fatwa yang mementingkan kemajuan suatu kelompok tertentu dalam bidang politik.
  • Munculnya Sikap primordialisme, memegang teguh hal yang dibawa semenjak lahir, baik mengenai tradisi, kepercayaan ataupun hal lainnya.
  • Memicu Konflik, sangat masuk akal apabila konflik muncul dalam lingkungan masyarakat multikultural sebab keanegaraman yang ada.
  • Munculnya sikap etnosentrisme, pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan yang dianutnya (merendahkan kelompok lain). 

Sumber http://www.ilmudasar.com